Strategi APBN dan Optimisme Said Abdullah: Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,4 Persen

Hendra Wijaya | WartaLog
12 Apr 2026, 16:25 WIB
Strategi APBN dan Optimisme Said Abdullah: Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,4 Persen

WartaLog — Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, sebuah optimisme kuat muncul dari senayan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melampaui ekspektasi lembaga internasional dan menembus angka di atas 5 persen pada tahun mendatang.

Said Abdullah, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menegaskan bahwa target tersebut bukanlah sekadar angka di atas kertas. Menurutnya, Indonesia memiliki landasan yang cukup kuat jika pemerintah mampu melakukan penajaman prioritas program secara tepat sasaran.

Melampaui Prediksi Bank Dunia

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap proyeksi Bank Dunia yang cenderung lebih konservatif. “Meskipun Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,7 persen, saya optimis kita bisa mencapai 5,4 persen,” ujar Said Abdullah saat ditemui dalam momen hangat Halal Bihalal PDIP Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (12/4/2026).

Read Also

Mengulas Pesona Kampung Na Willa di Krembangan: Saat Kenangan Masa Kecil Menjadi Simbol Toleransi Surabaya

Mengulas Pesona Kampung Na Willa di Krembangan: Saat Kenangan Masa Kecil Menjadi Simbol Toleransi Surabaya

Ia menjelaskan bahwa optimisme tersebut berakar pada langkah-langkah strategis yang sedang ditempuh oleh pemerintah pusat. Saat ini, fokus utama adalah memastikan anggaran negara tidak terhambur sia-sia melalui proses efisiensi yang ketat di segala lini pengelolaan keuangan negara.

Mitigasi dan Penajaman Prioritas Anggaran

Sebagai sosok yang memimpin Banggar DPR RI, Said mengungkapkan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan mitigasi terhadap asumsi makro APBN. Strategi utamanya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki dampak pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah dari sisi APBN sedang melakukan mitigasi. Kebetulan saya sebagai Ketua Banggar sudah melakukan langkah-langkah penajaman prioritas dan efisiensi agar fiskal kita tetap sehat namun tetap ekspansif untuk mendorong pertumbuhan,” jelasnya lebih lanjut.

Read Also

Misi Taklukkan Gajah Perang: Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Indonesia vs Thailand

Misi Taklukkan Gajah Perang: Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Indonesia vs Thailand

Said berketetapan hati bahwa dengan manajemen yang disiplin, tantangan ekonomi yang ada saat ini dapat dikonversi menjadi peluang pertumbuhan yang solid.

Waspada Terhadap Gejolak Global

Kendati membawa kabar optimis, Said Abdullah tetap memberikan catatan penting terkait risiko global yang membayangi. Ia mengingatkan pemerintah untuk tetap pasang mata terhadap volatilitas pasar keuangan, terutama potensi depresiasi nilai tukar rupiah.

Ketidakpastian dunia yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah menjadi faktor eksternal yang paling diwaspadai karena dapat mengganggu stabilitas ekonomi domestik. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi dan respons kebijakan yang cepat menjadi kunci agar target pertumbuhan 5,4 persen tersebut tidak sekadar menjadi angan, melainkan kenyataan yang mampu dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

Read Also

Drama Pernikahan Sesama Jenis di Malang: Tudingan ‘Mata Duitan’ Hingga Misteri Identitas Palsu

Drama Pernikahan Sesama Jenis di Malang: Tudingan ‘Mata Duitan’ Hingga Misteri Identitas Palsu

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *