Fenomena ‘Sesajen’ Empati di Jembatan Cangar, Tahura Raden Soerjo: Berbahaya bagi Satwa Liar

Hendra Wijaya | WartaLog
15 Apr 2026, 19:20 WIB
Fenomena 'Sesajen' Empati di Jembatan Cangar, Tahura Raden Soerjo: Berbahaya bagi Satwa Liar

WartaLog — Suasana di sekitar Jembatan Cangar, Kota Batu, belakangan ini diselimuti awan duka yang mendalam. Pasca-tragedi memilukan yang menimpa seorang pemuda berinisial MMA, lokasi tersebut mendadak dipenuhi dengan berbagai bentuk tanda belasungkawa dari masyarakat. Mulai dari taburan bunga, batang rokok yang menyala, hingga tumpukan makanan tampak berjajar di pinggiran jembatan sebagai simbol empati kolektif.

Namun, di balik niat tulus warga tersebut, terselip kekhawatiran besar dari pihak pengelola kawasan. Pihak Tahura Raden Soerjo secara resmi melayangkan imbauan agar masyarakat tidak lagi meninggalkan sisa makanan di lokasi tersebut. Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika atau sampah visual, melainkan ancaman nyata bagi keseimbangan ekosistem hutan lindung.

Read Also

Tragedi di Mapolresta Malang: Mengulas Sosok Yai Mim dan Labirin Kasus yang Menjeratnya

Tragedi di Mapolresta Malang: Mengulas Sosok Yai Mim dan Labirin Kasus yang Menjeratnya

Dampak Biologis bagi Satwa Liar

Daryanto, Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Tahura Raden Soerjo, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menghargai rasa empati yang ditunjukkan oleh warga. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mengekspresikan duka dengan menaruh makanan seperti sayuran hingga jajanan cilok di area terbuka adalah tindakan yang keliru.

“Kami menghormati niat baik masyarakat, namun ada cara lain yang lebih bijak untuk menunjukkan belasungkawa. Masalah utamanya adalah dampak biologis terhadap satwa liar yang menghuni kawasan Tahura,” jelas Daryanto saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (5/4/2026).

Menurutnya, sisa makanan yang ditinggalkan manusia dapat mengubah perilaku alami hewan di hutan. Ketergantungan satwa terhadap makanan ‘instan’ dari manusia akan mengikis insting bertahan hidup mereka di alam liar. Hal ini juga dikhawatirkan dapat memicu konflik antara hewan dan manusia jika satwa-satwa tersebut mulai berani mendekati jalan raya demi mencari sisa makanan.

Read Also

Mengenal Raden Adipati Djojo Adiningrat: Sosok Progresif di Balik Perjuangan RA Kartini

Mengenal Raden Adipati Djojo Adiningrat: Sosok Progresif di Balik Perjuangan RA Kartini

Komitmen Zero Sampah di Objek Wisata

Pihak pengelola terus berupaya menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan rutin di sepanjang Jembatan Cangar. Target utamanya adalah mencapai kondisi zero sampah di kawasan yang juga menjadi destinasi wisata alam unggulan Jawa Timur ini.

“Begitu ada sampah atau barang-barang yang ditinggalkan, petugas kami segera bergerak untuk membersihkannya. Kami ingin menjaga agar lingkungan ini tetap alami dan bersih dari kontaminasi zat luar,” tambah Daryanto. Meskipun telah dibersihkan berkali-kali, masih saja ditemukan warga yang secara sembunyi-sembunyi meletakkan kembali barang-barang serupa.

Bahaya Parkir Liar dan Pelanggaran Rambu

Selain persoalan sampah, Tahura Raden Soerjo juga menyoroti perilaku pengendara yang sering berhenti di atas jembatan. Banyak warga yang nekat memarkir kendaraannya hanya untuk berfoto atau melihat langsung lokasi kejadian bunuh diri tersebut. Padahal, rambu larangan berhenti sudah terpasang dengan sangat jelas di ujung jembatan.

Read Also

Transformasi Wisata Bromo: Khofifah Resmikan Jalur Lingkar Kaldera Tengger Demi Keseimbangan Alam

Transformasi Wisata Bromo: Khofifah Resmikan Jalur Lingkar Kaldera Tengger Demi Keseimbangan Alam

“Larangan berhenti di jembatan itu dibuat untuk keselamatan pengguna jalan. Namun, kesadaran masyarakat memang masih perlu ditingkatkan. Kami sudah memasang papan imbauan, namun tetap saja ada yang melanggar,” pungkasnya dengan nada prihatin.


CATATAN: Depresi dan tekanan emosional adalah kondisi medis yang serius. Jika Anda atau orang terdekat mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau kontak darurat Healing 119. Anda tidak sendirian, dan selalu ada harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *