Isak Tangis dan Kekecewaan Keluarga PMI Medan: Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Raib dalam Pengiriman dari Korea

Fajar Ramadhan | WartaLog
15 Apr 2026, 20:49 WIB
Isak Tangis dan Kekecewaan Keluarga PMI Medan: Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Raib dalam Pengiriman dari Korea

WartaLog — Isak tangis pecah di sebuah rumah duka yang berlokasi di Jalan Dame, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Suasana haru yang menyelimuti kedatangan barang-barang peninggalan almarhum Reza Valentino Simamora, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang tewas di Korea Selatan, seketika berubah menjadi amarah dan kekecewaan mendalam.

Koper yang Tak Lagi Utuh

Rabu siang (15/4/2026), koper dan tas milik Reza tiba di rumah orang tuanya setelah menempuh perjalanan panjang dari Korea Selatan. Namun, saat peti kemas kecil itu dibuka, keluarga mendapati kenyataan pahit. Barang-barang berharga milik pemuda berusia 21 tahun tersebut dilaporkan raib. Saut Simamora, ayah almarhum, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya melihat kondisi barang anaknya yang acak-acakan dan tidak lengkap.

Read Also

Tren Harga TBS Sawit dan CPO di Sumatera Utara Pekan Ini: Simak Rincian Lengkap Sesuai Usia Tanam

Tren Harga TBS Sawit dan CPO di Sumatera Utara Pekan Ini: Simak Rincian Lengkap Sesuai Usia Tanam

“Paspor, HP Samsung yang baru saja dia beli, hingga pakaian kerja dan pakaian hariannya semuanya hilang. Ada dua unit ponsel atas nama almarhum yang tidak ada di dalam tas yang dikirimkan,” ujar Saut dengan nada bergetar saat memberikan keterangan kepada awak media.

Saut menduga keras ada oknum tak bertanggung jawab yang sengaja membongkar koper tersebut selama proses pengiriman logistik menggunakan kargo. Indikasinya terlihat jelas dari segel pengaman yang sudah rusak dan kondisi koper yang sudah dalam keadaan terbuka saat diterima pihak keluarga.

Kekecewaan Terhadap Birokrasi dan Keamanan

Padahal, menurut informasi yang diterima Saut dari rekan-rekan kerja Reza di Negeri Ginseng, seluruh barang tersebut masih dalam keadaan lengkap dan utuh saat diserahkan kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Hal inilah yang memicu kemarahan Saut hingga ia melayangkan kritik tajam kepada instansi terkait.

Read Also

Bobby Nasution Usulkan Perda Larangan Vape di Sumut demi Bendung Peredaran Narkoba Jenis Baru

Bobby Nasution Usulkan Perda Larangan Vape di Sumut demi Bendung Peredaran Narkoba Jenis Baru

“Manusia dimanusiakan, Pak. Jangan seperti binatang. Saya sangat kecewa dengan pengawasan ini,” tegasnya. Tak main-main, Saut berencana membawa kasus ini ke jalur hukum dan melaporkannya ke Komnas HAM, Ombudsman, hingga Presiden, menuntut pencopotan pejabat di jajaran Direktorat Jenderal Pelayanan dan Penempatan karena dianggap lalai dalam memberikan perlindungan bagi barang milik pahlawan devisa.

Penjelasan dari Pihak BP3MI Sumatera Utara

Menanggapi polemik ini, Tim Perlindungan BP3MI Sumatera Utara, Enceng Supiyanto, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya berperan sebagai penyalur setelah barang tersebut tiba di kantor BP3MI Sumut dua hari sebelumnya.

“Begitu barang sampai, kami langsung berkoordinasi untuk mengantarkannya ke keluarga sesuai amanah. Kondisinya memang sudah seperti itu saat tiba di kantor kami,” kata Enceng. Sementara itu, Riansah Manalu dari BP3MI Sumut merinci bahwa barang-barang tersebut dikirim melalui jalur laut via Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, sebelum akhirnya diteruskan ke Medan.

Read Also

Reformasi Jeruji Besi: Komisi XIII DPR RI Beri Apresiasi Tinggi atas Progres Nyata Kementerian Imipas

Reformasi Jeruji Besi: Komisi XIII DPR RI Beri Apresiasi Tinggi atas Progres Nyata Kementerian Imipas

“Kami melihat bersama-sama bahwa posisi koper memang sudah terbuka. Kami menjamin tidak ada pembongkaran di kantor kami. Masalah ini akan segera kami telusuri, baik ke pihak kargo, KBRI, maupun pusat,” tambah Riansah.

Mengingat Kembali Tragedi yang Menimpa Reza

Reza Valentino Simamora merupakan peserta program Government to Government (G to G) yang berangkat ke Korea Selatan pada Maret 2025. Perjalanan hidupnya berakhir tragis setelah ia dikabarkan mengalami kecelakaan kerja di atas kapal penangkap ikan Garamho.

Berdasarkan kesaksian rekan-rekannya, Reza terjatuh ke laut akibat tali sling kapal yang terputus dan melilit tubuhnya. Jasadnya baru ditemukan empat hari setelah kejadian. Meski jenazah telah dimakamkan pada Oktober 2025 lalu, duka keluarga kian bertambah karena ketidakjelasan penyebab kematian dalam surat resmi dari KBRI Seoul, yang hanya menyebutkan korban meninggal dunia tanpa rincian kronologis.

Kini, keluarga besar Reza hanya bisa berharap keadilan ditegakkan, baik terkait penyebab kematian putra mereka maupun hak atas barang-barang pribadi yang secara misterius menghilang dalam perjalanan pulang ke tanah air. Perlindungan bagi pahlawan devisa tidak hanya soal nyawa, tapi juga martabat dan hak milik mereka yang ditinggalkan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *