Heboh Rombongan Arteria Dahlan ‘Narsis’ di Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Kena Semprot Dirlantas
WartaLog — Jalur ekstrem Sitinjau Lauik kembali mendadak viral di jagat maya, namun kali ini bukan karena aksi heroik para pengemudi truk, melainkan akibat ulah rombongan pejabat yang nekat berhenti demi sebuah sesi foto. Video yang beredar memperlihatkan iring-iringan kendaraan mewah yang dikawal ketat oleh tim patroli dan pengawalan (Patwal) Polres Solok Kota, justru memicu kemacetan di tikungan paling berbahaya di Sumatra Barat tersebut.
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat jelas sosok politisi PDI Perjuangan sekaligus Komisaris PT Pupuk Sriwijaya, Arteria Dahlan, berada di lokasi. Bersama rombongannya, mantan anggota DPR RI tersebut tampak turun dari mobil dan berpose di tengah tikungan tajam yang legendaris bagi para pengguna jalan di Sumatra Barat. Sayangnya, momen dokumentasi pribadi ini harus dibayar mahal oleh pengguna jalan lain yang terpaksa berhenti total saat rombongan tersebut mengambil beberapa sesi foto.
Info Loker Medan: Pasca Libur Lebaran, Rabu Walk-In Interview Kembali Hadir dengan 5 Perusahaan Besar
Respon Tegas Dirlantas Polda Sumbar
Menanggapi kegaduhan tersebut, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq, memberikan konfirmasi resmi. Menurutnya, peristiwa yang mencederai prinsip keselamatan berlalu lintas tersebut terjadi sekitar satu pekan yang lalu.
“Benar, kejadiannya sekitar seminggu yang lalu. Sebagai tindakan lanjut, Kapolres Solok Kota dan Kasatlantas Polres Solok Kota sudah saya tegur secara langsung. Saya juga sudah mengarahkan untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan tugas pengawalan di masa mendatang,” tegas Kombes Reza saat memberikan keterangan kepada awak media.
Senada dengan atasannya, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro juga mengingatkan jajaran Polantas di lapangan untuk lebih sensitif dalam menjaga nama baik institusi. Ia menekankan bahwa tugas utama pengawalan adalah memastikan keamanan objek sekaligus kelancaran arus lalu lintas, bukan justru menciptakan hambatan di titik rawan.
Mengenang Perjuangan RA Kartini 21 April: Apakah Menjadi Hari Libur Nasional di Tahun 2026?
SOP yang Dipertanyakan dan Pemeriksaan Propam
Investigasi internal kini tengah bergulir. Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, membeberkan kronologi awal di mana terdapat permintaan pengawalan rombongan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kota Solok pada 6 April lalu. Meski secara administratif permintaan tersebut ada, namun pelaksanaan di lapangan menjadi sorotan.
Berikut adalah poin-poin penting terkait pemeriksaan yang dilakukan:
- Dugaan Pelanggaran SOP: Meskipun Kasat Lantas mengklaim prosedur sudah sesuai, ada dugaan elemen dadakan (miss) yang terjadi selama perjalanan sehingga rombongan berhenti di lokasi yang tidak semestinya.
- Keterlibatan Personel: Saat ini, keterangan lengkap tengah diambil dari para personel yang bertugas, mulai dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.
- Sanksi Disiplin: Pihak Propam telah turun tangan untuk menentukan apakah tindakan ini masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat atau sekadar teguran administratif.
“Sitinjau Lauik adalah kawasan yang sangat rawan dan ekstrem. Berhenti di jalur tersebut sebenarnya diperbolehkan dalam keadaan darurat, namun jika dilakukan di lokasi yang tidak tepat hanya untuk berfoto dan mengganggu pengguna jalan lain, tentu itu menjadi masalah serius,” pungkas AKBP Andis.
Operasi SAR Sungai Belawan Berakhir, Jasad Remaja 16 Tahun Ditemukan Mengapung di Bawah Jembatan
Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil pemeriksaan dari Propam terkait dua personel PJR yang terlibat dalam pengawalan tersebut. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa di mata hukum dan keselamatan jalan raya, kenyamanan publik harus tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan seremonial pribadi.