Aksi Heroik Pemuda Rengel: Menjaga Tuban dari Ancaman Tambang Liar Bersama Jejak Lestari

Hendra Wijaya | WartaLog
15 Apr 2026, 17:52 WIB
Aksi Heroik Pemuda Rengel: Menjaga Tuban dari Ancaman Tambang Liar Bersama Jejak Lestari

WartaLog — Sebuah perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Di sudut Kabupaten Tuban, tepatnya di Kecamatan Rengel, sekelompok anak muda membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar wacana di meja diskusi, melainkan aksi nyata di medan yang terjal. Berawal dari keinginan sederhana untuk melatih fisik, komunitas Jejak Lestari Rengel kini tumbuh menjadi benteng pertahanan alam yang vokal menyuarakan penolakan terhadap eksploitasi tambang liar.

Berawal dari Rasa Malu Menjadi Gerakan Viral

Kisah ini bermula sekitar tujuh bulan lalu. M. Naufal Ilham S, salah satu penggagas Jejak Lestari Rengel, menceritakan bahwa komunitas ini terbentuk tanpa rencana muluk-muluk. Saat itu, ia dan kawan-kawannya tengah bersiap untuk mendaki Gunung Lawu. Namun, keterbatasan fasilitas latihan di daerah sendiri memicu momen unik yang menjadi titik balik mereka.

Read Also

Drama Menit Akhir di Sidoarjo: Australia Susah Payah Bongkar Tembok Kokoh Singapura

Drama Menit Akhir di Sidoarjo: Australia Susah Payah Bongkar Tembok Kokoh Singapura

“Awalnya kami hanya ingin pemanasan sebelum naik Gunung Lawu. Mau latihan lari di Stadion Rengel tapi merasa malu karena suasananya ramai. Akhirnya kami memilih lari ke alam terbuka sambil iseng membuat konten,” kenang Naufal saat berbincang dengan tim kami.

Tak disangka, konten yang mereka unggah di platform TikTok mendadak viral dan masuk dalam jajaran For Your Page (FYP). Respons positif dari netizen menarik perhatian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Mereka mendapatkan apresiasi karena dianggap berhasil mengemas potensi wisata alam Rengel dengan cara yang segar dan estetik.

Belajar dari Kesalahan di Puncak Baswara

Perjalanan Jejak Lestari Rengel tidak selalu mulus. Di masa awal, semangat yang meluap-luap sempat membuat mereka menabrak aturan. Naufal menceritakan pengalaman saat timnya mencoba menelusuri jalur menuju Puncak Baswara tanpa izin resmi, yang berujung pada protes warga karena mereka melintasi lahan perkebunan milik masyarakat.

Read Also

Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro, Kapolres Kediri Silaturahmi dan Ziarah ke Ponpes Mahir Arriyadl

Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro, Kapolres Kediri Silaturahmi dan Ziarah ke Ponpes Mahir Arriyadl

“Kejadian itu menjadi pelajaran berharga bagi kami. Sekarang, kami jauh lebih tertib dalam urusan regulasi dan selalu mengedepankan komunikasi dengan warga setempat sebelum melakukan ekspedisi,” tambahnya. Tantangan ini justru memperkuat solidaritas internal mereka untuk tetap bertahan demi visi besar penyelamatan lingkungan hidup.

Menyingkap Pesona Goa Ngerong yang Terlupakan

Salah satu pencapaian yang paling membekas bagi tim Jejak Lestari adalah saat mereka mengeksplorasi Goa Ngerong. Meski telah puluhan tahun tinggal di Rengel, Naufal mengaku terkesima dengan keajaiban yang ada di dalam perut bumi tersebut. Keindahan stalaktit, stalagmit, serta keberagaman fauna unik di dalamnya menjadi bukti betapa kayanya alam Tuban yang harus dijaga.

Read Also

Vandalisme di Surabaya: Tertangkap Basah Merusak Mural, 4 Pemuda Kini Wajib Rawat ODGJ di Liponsos

Vandalisme di Surabaya: Tertangkap Basah Merusak Mural, 4 Pemuda Kini Wajib Rawat ODGJ di Liponsos

“Di dalamnya luar biasa indah. Bahkan kami sempat bertemu pengunjung dari Australia yang sangat takjub. Ini membuktikan bahwa potensi kita sudah kelas dunia,” ungkapnya dengan nada bangga.

Perang Melawan Tambang Liar dan Misi Hijau Baswara

Namun, di balik keindahan itu, tersimpan ancaman nyata. Jejak Lestari Rengel kini berdiri di barisan depan dalam menentang aktivitas tambang liar yang merusak ekosistem. Naufal menegaskan bahwa kehadiran tambang ilegal bukan hanya merusak estetika alam, tetapi juga mengundang bencana seperti tanah longsor dan banjir.

“Tambang liar itu sangat merusak. Kami bahkan menemukan ada goa cantik yang hilang total karena dikeruk. Lewat kampanye di media sosial dan kegiatan trip alam, kami ingin memberikan edukasi agar para penambang berpikir dua kali sebelum merusak kawasan tertentu,” tegas Naufal.

Tak hanya bicara, mereka juga melakukan aksi konkret melalui misi penghijauan di kawasan Baswara. Hingga kini, sekitar 250 bibit pohon telah ditanam di berbagai titik, termasuk di area curam milik Perhutani yang memiliki risiko tinggi. Meski medan yang dihadapi sangat berat, hingga detik ini belum ada satu pun anggota yang menyerah.

Ke depannya, Jejak Lestari Rengel berharap bisa terus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Mereka ingin dikenal bukan sebagai sekadar komunitas jalan-jalan, melainkan sebagai penjaga warisan alam yang mampu memberikan manfaat nyata bagi bumi dan masyarakat luas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *