Gema Takbir dan Haru di Pamekasan: Kepulangan ‘Sultan Madura’ Haji Her Disambut Lautan Massa Usai Dari KPK

Hendra Wijaya | WartaLog
12 Apr 2026, 13:53 WIB
Gema Takbir dan Haru di Pamekasan: Kepulangan 'Sultan Madura' Haji Her Disambut Lautan Massa Usai Dari KPK

WartaLog — Suasana di gerbang masuk Kabupaten Pamekasan mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi (12/4/2026). Tak kurang dari 20 ribu orang, yang terdiri dari aliansi petani tembakau, tokoh masyarakat, para ulama, hingga jajaran kepala desa se-Madura, tumpah ruah ke jalanan. Mereka memiliki satu tujuan yang sama: menyambut kepulangan Khairul Umam, pengusaha fenomenal yang lebih dikenal dengan julukan ‘Sultan Madura’ atau Haji Her.

Kehadiran sosok Haji Her kali ini memang sangat dinantikan setelah dirinya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta sebagai saksi. Sejak fajar menyingsing, antusiasme warga sudah terasa di sepanjang Jalan Raya Tlanakan. Pemandangan emosional pun pecah saat rombongan kendaraan Sang Sultan mulai memasuki wilayah Pamekasan sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah ibu-ibu bahkan nekat mengadang laju mobil demi sekadar bersalaman dan memberikan dukungan moral kepada tokoh yang mereka anggap sebagai pahlawan ekonomi lokal tersebut.

Read Also

Drama Baru ‘Suami Ternyata Perempuan’ di Malang: Rey Klaim Terpaksa Menikah karena Ancaman Bunuh Diri

Fenomena penyambutan massal ini bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat setempat, Haji Her bukan sekadar pengusaha sukses, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang menimpa sektor tembakau. Akhmad Sukardi, salah seorang petani yang ikut dalam kerumunan, mengungkapkan rasa harunya. “Beliau adalah nafas bagi kami para petani. Perjuangannya dalam mengangkat harkat ekonomi Madura sangat terasa nyata. Kami datang ke sini secara sukarela sebagai bentuk terima kasih,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Akibat membludaknya massa, arus lalu lintas di sejumlah titik vital seperti Jalan Panglegur, kawasan perkotaan, hingga Jalan Stadion menuju wilayah Blumbungan sempat mengalami kelumpuhan total. Meski demikian, aparat dan warga tetap menjaga ketertiban di tengah euforia yang meluap. Setibanya di gudang induk miliknya di Desa Blumbungan, suasana semakin riuh dengan gema selawat dan takbir yang menyambut langkah kaki Sang Sultan.

Read Also

Bukan Sekadar Atraksi, Khofifah Tegaskan Reog Ponorogo Adalah Nafas Identitas Bangsa yang Mendunia

Bukan Sekadar Atraksi, Khofifah Tegaskan Reog Ponorogo Adalah Nafas Identitas Bangsa yang Mendunia

Dalam pidato singkatnya di hadapan ribuan pendukung, Haji Her menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan moril yang tak henti-hentinya mengalir. “Alhamdulillah, saya kembali dalam keadaan sehat. Terima kasih atas doa tulus dari saudara-saudara sekalian. Perjuangan untuk kesejahteraan petani tembakau tidak akan berhenti di sini. Kita akan terus melangkah bersama,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan warga.

Menariknya, usai prosesi penyambutan yang melelahkan tersebut, Haji Her dijadwalkan akan segera sowan ke kediaman Raden KH Muhammad Rofi’i Baidhowi. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memohon doa serta petuah bijak mengenai langkah-langkah strategis di masa depan demi melindungi hak-hak para petani di wilayah Madura. Pertemuan penuh haru dengan keluarga besar pun menutup rangkaian agenda kepulangannya hari itu, yang diakhiri dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran urusan hukum yang tengah dihadapinya di KPK.

Read Also

Efek Jera! Puluhan Joki Balap Liar di Tuban Tak Berkutik, Dipaksa Dorong Motor 4 KM ke Mapolres

Efek Jera! Puluhan Joki Balap Liar di Tuban Tak Berkutik, Dipaksa Dorong Motor 4 KM ke Mapolres

Harapan besar kini disematkan di pundak Haji Her agar sektor tembakau, yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Madura, dapat terus berjaya di tengah berbagai tantangan regulasi dan kebijakan cukai yang semakin dinamis.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *