Insiden Mendebarkan di Kebun Binatang Bukittinggi: Pengunjung Terjebak di Akuarium Raksasa Saat Jam Operasional
WartaLog — Sebuah pengalaman liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi momen penuh kepanikan bagi dua pengunjung Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau yang lebih dikenal sebagai Kebun Binatang Bukittinggi, Sumatera Barat. Insiden yang kini viral di jagat maya tersebut memperlihatkan bagaimana dua orang wisatawan terjebak di dalam area akuarium raksasa setelah pintu akses utama dikunci oleh petugas dari luar.
Kisah ini pertama kali mencuat melalui unggahan Abdul Malik, salah satu korban yang mengalami langsung kejadian tersebut pada Kamis, 9 April lalu. Narasi yang dibagikannya menggambarkan suasana mencekam saat mereka menyadari bahwa satu-satunya akses keluar masuk telah tergembok rapat, padahal waktu masih menunjukkan pukul 16.00 WIB, jam di mana Kebun Binatang Bukittinggi seharusnya masih melayani pengunjung.
Geger Video Injak Al-Quran di Lebak, Dua Wanita Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Penistaan Agama
Kronologi Keheningan yang Berujung Gembok
Kejadian bermula ketika Abdul Malik bersama sepupunya memutuskan untuk menikmati koleksi ikan di area akuarium sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah sekitar setengah jam berkeliling mengagumi biodiversitas bawah air, mereka bersiap untuk keluar. Namun, langkah mereka terhenti di depan pintu besi yang sudah terkunci mati.
“Kami pun panik dan mulai berpikir bagaimana cara kami berdua bisa keluar. Kami sempat mencoba menghubungi nomor petugas yang tertera di Google, namun tidak ada jawaban sama sekali,” ungkap Abdul Malik dalam unggahan yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Sumatera Barat.
Dalam situasi yang kian mendesak, teriakan minta tolong menjadi satu-satunya harapan. Beruntung, suara mereka terdengar oleh seorang petugas kebersihan dan pengunjung lain yang tengah melintas di sekitar gedung museum akuarium. Berkat bantuan tersebut, petugas yang memegang kunci akhirnya berhasil ditemukan dan pintu pun dibuka kembali.
Reformasi Jeruji Besi: Komisi XIII DPR RI Beri Apresiasi Tinggi atas Progres Nyata Kementerian Imipas
Penjelasan Pengelola: Kelalaian Saat Waktu Ibadah
Menanggapi insiden yang memicu kritik tajam terkait keselamatan pengunjung ini, Kabid TMSBK Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Silvirawane Ria Putri, memberikan klarifikasinya. Ia membenarkan adanya keteledoran petugas yang berjaga saat waktu salat Ashar tiba.
Silvi menjelaskan bahwa sesuai prosedur, petugas biasanya diizinkan untuk istirahat salat sekitar 5 hingga 10 menit. Namun, standar operasional prosedur (SOP) yang mewajibkan pengecekan menyeluruh ke setiap sudut ruangan sebelum mengunci gerbang ternyata tidak dijalankan dengan sempurna hari itu.
“Petugas mengira area akuarium sudah kosong karena suasananya sangat hening. Keheningan itu membuat petugas berasumsi tidak ada lagi pengunjung di dalam, sehingga pintu langsung dikunci untuk ditinggal salat,” jelas Silvi saat dikonfirmasi. Ia juga menegaskan bahwa pihak manajemen telah melakukan evaluasi ketat terhadap petugas yang bersangkutan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang di lingkungan objek wisata Bukittinggi.
Isak Tangis dan Kekecewaan Keluarga PMI Medan: Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Raib dalam Pengiriman dari Korea
Pelajaran Penting bagi Pariwisata Daerah
Abdul Malik menyayangkan kelalaian ini karena tidak adanya papan informasi atau pemberitahuan lisan sebelum pintu dikunci. Ia membayangkan skenario terburuk jika teriakan mereka tidak terdengar, mereka mungkin akan bermalam di dalam akuarium tersebut hingga keesokan harinya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengelola tempat wisata di mana pun untuk selalu mengutamakan protokol keamanan. Manajemen wisata diharapkan tidak hanya fokus pada pelayanan estetika, tetapi juga pada detail operasional yang menyangkut keamanan dan kenyamanan pengunjung secara menyeluruh.