Bongkar Sindikat Narkoba Labura: Berawal dari Lagu Viral, BNN Sikat Sarang Sabu di Aek Kanopan

Akbar Silohon | WartaLog
14 Mei 2026, 17:17 WIB
Bongkar Sindikat Narkoba Labura: Berawal dari Lagu Viral, BNN Sikat Sarang Sabu di Aek Kanopan

WartaLog — Suasana tenang di sudut Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara, mendadak pecah oleh deru langkah aparat. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI baru saja melancarkan sebuah operasi taktis yang diberi tajuk ‘Saber Bersinar’. Operasi ini bukan sekadar penggerebekan rutin, melainkan respons keras negara terhadap jeritan masyarakat yang selama ini merasa terhimpit oleh bayang-bayang gelap narkotika di lingkungan mereka.

Dalam penggerebekan yang berlangsung dramatis tersebut, petugas berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran barang haram tersebut. Tak hanya manusia, BNN juga menyita tumpukan uang tunai yang mencapai ratusan juta rupiah, sebuah angka yang menegaskan betapa gurita bisnis narkotika di wilayah ini telah berakar begitu dalam dan menghasilkan keuntungan ilegal yang sangat fantastis.

Read Also

Geger Penemuan Benda Misterius Mirip Torpedo di Pesisir Sumenep, Tim Gegana Diterjunkan ke Lokasi

Geger Penemuan Benda Misterius Mirip Torpedo di Pesisir Sumenep, Tim Gegana Diterjunkan ke Lokasi

Lagu ‘Siti Mawarni’: Kritik Sosial yang Memantik Operasi Besar

Uniknya, operasi besar ini tidak bermula dari laporan intelijen konvensional semata. Ada sentuhan narasi pilu di baliknya. Masyarakat Labura, yang merasa resah namun mungkin merasa tak berdaya, menyuarakan protes mereka melalui seni. Sebuah lagu berjudul ‘Siti Mawarni’ mendadak viral di berbagai platform media sosial. Lagu tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah pesan tersirat tentang hancurnya moralitas dan maraknya peredaran sabu-sabu di tanah Labuhan Batu Utara.

Lirik-lirik yang menggugah tersebut sampai ke telinga Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto. Beliau segera menangkap sinyal keresahan tersebut sebagai sebuah panggilan tugas yang mendesak. Tanpa menunggu waktu lama, perintah diterbitkan untuk segera melakukan tindakan tegas melalui Operasi Saber Bersinar 2026. Ini adalah bukti bahwa suara rakyat, sekecil apa pun bentuknya, jika disuarakan secara kolektif, mampu menggerakkan roda penegakan hukum.

Read Also

Diplomasi Strategis di Kremlin: Prabowo dan Putin Perkuat Sinergi Energi Hingga Antariksa

Diplomasi Strategis di Kremlin: Prabowo dan Putin Perkuat Sinergi Energi Hingga Antariksa

Kronologi Penggerebekan di Lorong 6 Aek Kanopan

Karo Humpro BNN RI, Brigjen Putu Putra Sadana, memaparkan bahwa sebelum tim terjun ke lapangan, pemetaan mendalam telah dilakukan. Berdasarkan data intelijen, wilayah Lorong 6 diketahui menjadi basis kuat yang dikoordinir oleh seorang pria berinisial W, alias Wawan. Lokasi ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga telah disulap menjadi deretan ‘lapak’ atau kios-kios kecil khusus untuk mengonsumsi dan mengedarkan narkoba.

Pada Rabu sore, 13 Mei 2026, tim gabungan mulai menyisir lokasi. Satu demi satu lapak yang diduga kuat sebagai titik distribusi digeledah dengan ketat. Petugas bergerak cepat untuk meminimalisir risiko perlawanan atau upaya penghilangan barang bukti. Target utama operasi ini bukan hanya para pengguna, melainkan struktur organisasi di bawah kendali Wawan yang telah meresahkan warga selama bertahun-tahun.

Read Also

Menyongsong May Day: Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Terbuka

Menyongsong May Day: Polda Metro Jaya Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Terbuka

Identitas Tujuh Orang yang Diamankan Petugas

Dari hasil penyisiran intensif tersebut, sebanyak tujuh orang laki-laki berhasil diamankan di lokasi kejadian. Mereka diduga memiliki peran masing-masing dalam menjaga kelancaran sirkulasi barang haram di wilayah tersebut. Berikut adalah daftar nama yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di kantor otoritas terkait:

  • Romad Tua Munthe (43)
  • Suriandi (45)
  • Abdul Rahim (53)
  • Al Nayan Siagian (43)
  • Asrul Hadi Parapat (35)
  • Troweh (39)
  • Andrianto (44)

Ketujuh orang ini kini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar lebih dalam siapa saja aktor intelektual dan jaringan pemasok besar yang menyuplai peredaran gelap narkotika di Labura. Penangkapan mereka diharapkan mampu memutus rantai distribusi di tingkat pengecer yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sita Uang Ratusan Juta dan Dokumen Berharga di Rumah DPO Wawan

Puncak dari operasi ini terjadi saat petugas menggeledah kediaman Wawan, sosok yang dituding sebagai otak pengendali jaringan di wilayah tersebut. Meski Wawan berhasil meloloskan diri saat upaya paksa dilakukan dan kini resmi menyandang status Daftar Pencarian Orang (DPO), jejak kekayaannya tertinggal dengan jelas di lokasi. Petugas menemukan uang tunai sebesar Rp 187.860.000 yang diduga kuat merupakan hasil penjualan narkoba.

Selain uang tunai, BNN juga menyita belasan unit telepon genggam yang digunakan untuk koordinasi transaksi, serta sejumlah dokumen penting seperti sertifikat tanah dan dokumen kendaraan bermotor. Temuan ini mengindikasikan adanya indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil bisnis haram tersebut. BNN berkomitmen untuk tidak hanya memenjarakan para pelaku, tetapi juga memiskinkan sindikat narkoba agar mereka kehilangan modal untuk bangkit kembali.

Pengejaran Terus Berlanjut: Pesan Tegas BNN RI

Brigjen Putu Putra Sadana menegaskan bahwa operasi ini belum berakhir. Saat ini, tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran terhadap Wawan dan beberapa kaki tangan lainnya yang sempat melarikan diri ke area perkebunan dan permukiman padat. Upaya pengejaran ini dilakukan dengan koordinasi bersama Polsek Kuala Hulu, Aek Kanopan, guna memastikan pengamanan tersangka dan barang bukti tetap terjaga.

Fenomena ‘Kampung Narkoba’ di Sumatera Utara memang menjadi perhatian khusus bagi Badan Narkotika Nasional. Transformasi sebuah pemukiman menjadi pusat peredaran gelap adalah ancaman nyata bagi generasi muda. Oleh karena itu, BNN tidak hanya mengedepankan pendekatan represif melalui penangkapan, tetapi juga mendorong program-program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat agar warga memiliki ketahanan terhadap godaan narkoba.

Membangun Ketahanan Masyarakat di Wilayah Rawan

Keberhasilan Operasi Saber Bersinar ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kelurahan Aek Kanopan Timur untuk bersih dari narkoba. Dukungan dari tokoh masyarakat dan peran aktif pemuda sangat diperlukan agar ‘lapak-lapak’ yang telah dibongkar tidak muncul kembali di kemudian hari. BNN juga mengapresiasi langkah kreatif warga yang menggunakan karya seni sebagai sarana pelaporan, yang menunjukkan bahwa kesadaran akan bahaya narkoba mulai tumbuh kuat secara organik.

Kampanye hidup sehat dan bebas narkoba terus digelorakan oleh pemerintah. Dengan tertangkapnya sindikat di Labura ini, satu mata rantai peredaran di Sumatera Utara berhasil dipatahkan. Namun, kewaspadaan tidak boleh luntur, karena sindikat narkoba selalu mencari celah baru untuk menyebarkan racunnya di tengah masyarakat. WartaLog akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga para pelaku utama berhasil diseret ke meja hijau.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *