Terobosan WFH dan Pola Shifting, Senator Lia Istifhama: Solusi Cerdas Jaga Daya Beli Tanpa Naikkan BBM

Hendra Wijaya | WartaLog
14 Apr 2026, 22:21 WIB
Terobosan WFH dan Pola Shifting, Senator Lia Istifhama: Solusi Cerdas Jaga Daya Beli Tanpa Naikkan BBM

WartaLog — Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas domestik terus menuai sorotan. Salah satu kebijakan yang mencuri perhatian adalah pemberlakuan sistem Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menilai langkah ini bukan sekadar adaptasi budaya kerja baru, melainkan sebuah strategi “soft policy” yang sangat cerdas untuk menekan konsumsi energi nasional.

Kebijakan yang diinisiasi oleh pemerintah pusat ini umumnya diterapkan setiap hari Jumat. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah unik dengan memilih hari Rabu sebagai waktu pelaksanaan WFH guna efisiensi energi. Menanggapi hal tersebut, Lia Istifhama memberikan apresiasi tinggi terhadap visi Presiden Prabowo Subianto yang memilih jalur penghematan energi daripada harus membebani rakyat dengan kenaikan harga BBM.

Read Also

Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro, Kapolres Kediri Silaturahmi dan Ziarah ke Ponpes Mahir Arriyadl

Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro, Kapolres Kediri Silaturahmi dan Ziarah ke Ponpes Mahir Arriyadl

Keseimbangan Antara Efisiensi dan Layanan Publik

Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menekankan bahwa meskipun WFH sangat efektif untuk menekan defisit ketersediaan energi, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Ia mengusulkan agar instansi pemerintah tetap mengadopsi pola kerja shifting atau pembagian giliran kerja.

“Kita memahami bahwa negara lain mulai menaikkan harga BBM, namun Indonesia tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat. Ini adalah langkah aspiratif. Namun, skema WFH tidak boleh mengganggu ritme kerja yang berbasis deadline. Di sinilah pentingnya pola kerja shifting agar unit-unit tertentu tetap beroperasi secara situasional demi melayani masyarakat,” ujar Lia saat memberikan keterangan kepada tim WartaLog.

Read Also

Kamboja Tekuk Brunei di AFF U-17 2026, Khek Khemrin: Kemenangan yang Membosankan!

Kamboja Tekuk Brunei di AFF U-17 2026, Khek Khemrin: Kemenangan yang Membosankan!

Profil Sang Senator: Akademisi yang Berakar pada Tradisi

Bukan tanpa alasan Lia Istifhama memiliki pandangan yang visioner. Wanita yang baru saja dianugerahi penghargaan sebagai Figur Akselerator Kemajuan dalam ajang bergengsi ini memiliki latar belakang pendidikan dan organisasi yang sangat solid. Ia merupakan putri dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) terkemuka, KH. Maskur Hasyim, dan keponakan dari mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pendidikan formalnya mencerminkan haus akan ilmu pengetahuan. Ia berhasil menamatkan studi di tiga fakultas berbeda secara bersamaan, yakni di Universitas Airlangga dan IAIN Sunan Ampel, hingga akhirnya meraih gelar Doktor pada tahun 2020. Jejak akademisnya mencakup bidang ilmu sosial, hukum Islam, hingga ekonomi Islam.

Read Also

Misteri Cahaya di Langit Malang Terjawab: Bukan Rudal, Inilah Penjelasan Ilmiah BMKG

Misteri Cahaya di Langit Malang Terjawab: Bukan Rudal, Inilah Penjelasan Ilmiah BMKG

Dedikasi di Sektor Pertanian dan Sosial

Sebelum melenggang ke Senayan, dedikasi Ning Lia telah teruji melalui berbagai organisasi. Saat menjabat sebagai Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim (2019-2025), ia berhasil membuktikan peran perempuan dalam ketahanan pangan nasional. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya antara lain:

  • Penggerak Perempuan Bidang Pertanian dari DP3AK Jatim.
  • Penghargaan Penggerak Shodaqoh Oksigen dari Dinas Kehutanan Jatim.
  • Best Achievement Penganugerahan Provinsi Terbaik dari HKTI.

Kekuatan Politik Humanis di Pemilu 2024

Kesuksesan Lia Istifhama di kancah politik ditandai dengan perolehan suara yang fenomenal pada Pemilu 2024. Dengan raihan 2.739.123 suara, ia tercatat sebagai senator perempuan non-petahana dengan suara tertinggi di Indonesia. Kini, ia mengemban amanah di Komite III DPD RI, yang membidangi sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Pendekatannya yang humanis dan dekat dengan generasi Z menjadikannya sosok pemimpin yang inklusif. Berdasarkan data survei dari lembaga ARCI, tingkat kesukaan publik terhadap kinerjanya mencapai angka yang cukup tinggi, yakni 71,7 persen. Hal ini mempertegas bahwa kehadiran Lia Istifhama di panggung politik nasional memberikan warna baru yang lebih segar, rasional, dan solutif bagi permasalahan bangsa.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *