Aksi ‘Kebun Tengah Jalan’ Kembali Terjadi, Warga Ngronggot Nganjuk Protes Jalan Rusak dengan Pohon Pisang dan Lele
WartaLog — Kesabaran warga di Kabupaten Nganjuk nampaknya sudah mencapai titik nadir. Kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan memicu gelombang protes unik namun menyentil. Kali ini, warga Dusun Mindi, Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, memilih mengekspresikan kekecewaan mereka dengan menyulap jalanan yang hancur menjadi lahan pertanian dadakan.
Sejak Sabtu (11/4/2026), puluhan batang pohon pisang tampak ‘tumbuh’ subur di tengah jalan poros desa tersebut. Aksi ini merupakan kelanjutan dari keresahan serupa yang sebelumnya meletus di Dusun Tempel pada awal April lalu. Seolah menjadi tren perlawanan simbolis, masyarakat kini menuntut kepastian dari pemerintah kabupaten nganjuk terkait perbaikan akses jalan yang sudah bertahun-tahun terabaikan.
Sindiran Lewat Ikan Lele dan Pohon Pisang
Tak hanya menanam pohon pisang, warga Dusun Mindi menambah bumbu protes mereka dengan menebarkan sekitar 5 kilogram ikan lele ke dalam kubangan air yang memenuhi lubang-lubang jalan. Tak pelak, aksi ini mengundang perhatian luas dan menjadi ajang rebutan warga sekaligus tontonan bagi pengguna jalan yang melintas.
Rincian Lengkap Harga Emas Antam di Surabaya 12 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp 2,8 Juta
Ahmad Muzakki, Ketua RT 02/RW 04 Dusun Mindi, mengungkapkan bahwa langkah ekstrem ini diambil karena jalur sepanjang 800 meter tersebut sudah lima tahun dibiarkan tanpa sentuhan perbaikan. “Ini adalah bentuk protes jujur dari warga. Aspalnya sudah hancur, lubangnya menganga lebar, dan selama lima tahun kami hanya bisa menonton kerusakan ini tanpa ada tindakan dari pihak terkait,” tegas Muzakki saat diwawancarai pada Senin (13/4/2026).
Urat Nadi Perekonomian yang Lumpuh
Bagi masyarakat setempat, jalan ini bukanlah sekadar akses penghubung biasa. Jalur tersebut merupakan urat nadi penting yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, akses menuju puskesmas untuk berobat, hingga rute utama anak-anak menuju sekolah.
“Ini masalahnya jalan poros, Pak. Setiap hari dilewati pedagang ke pasar dan orang sakit yang mau ke puskesmas. Kondisinya yang rusak parah sudah sering memicu kecelakaan tunggal. Kami tidak ingin jatuh korban lebih banyak lagi hanya karena infrastruktur jalan yang tidak layak,” tambah Muzakki dengan nada getir.
Kamboja Tekuk Brunei di AFF U-17 2026, Khek Khemrin: Kemenangan yang Membosankan!
Menanti Respon Cepat Pemerintah
Fenomena menanam pohon pisang di jalan rusak seolah menjadi rapor merah bagi pembangunan di wilayah Nganjuk. Warga berharap, aksi teatrikal ini bisa mengetuk hati para pemangku kebijakan agar segera menurunkan tim untuk melakukan pengaspalan ulang atau setidaknya perbaikan darurat yang signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, warga mengancam akan tetap membiarkan ‘kebun pisang’ tersebut tetap berdiri di tengah jalan hingga ada kepastian kapan alat berat akan tiba untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Aksi protes warga ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan harus menyentuh hingga ke tingkat dusun agar roda kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan normal kembali.
Teka-Teki Ponsel Terkunci: Mencari Jawaban di Balik Tragedi Jembatan Cangar