Sensasi Adrenalin Ijeck di Lintasan Aspal Deli Serdang: Mengapa Gravel Tetap Jadi Primadona?
WartaLog — Deru mesin yang membelah keheningan di kawasan Stadion Utama Sumatera Utara, Batang Kuis, Deli Serdang, menjadi saksi bisu kembalinya sang pereli senior ke lintasan panas. Dalam ajang bergengsi Kejurnas Sprint Rally Putaran I, Musa Rajekshah, atau yang akrab disapa Ijeck, kembali membuktikan tajinya di balik kemudi.
Berduet dengan navigator andalannya, Hervian Soejono, Ijeck memacu kuda besi Skoda Fabia RS Rally 2. Ada yang unik dalam penampilannya kali ini. Meski kendaraan yang digunakannya dirancang khusus untuk medan berlumpur dan ekstrem, Ijeck tetap melesat di atas lintasan aspal yang mulus namun penuh jebakan teknis.
Gravel vs Aspal: Pertarungan Adrenalin dan Presisi
Ijeck mengakui bahwa memacu mobil rally di atas aspal memberikan tantangan yang sangat berbeda dibandingkan medan tanah atau berbatu. Baginya, lintasan gravel memiliki daya tarik tersendiri karena sifatnya yang tidak terduga, sehingga mampu memacu adrenalin hingga titik tertinggi.
Panduan Lengkap Cara Unduh Kartu Peserta UTBK-SNBT 2026: Jangan Sampai Terlewat!
“Kalau aspal, lintasannya cenderung statis. Fokus utama kita adalah menjaga racing line dan presisi titik pengereman saat kendaraan melaju kencang. Berbeda dengan jalan tanah yang karakternya bisa berubah sewaktu-waktu,” ungkap Ijeck di sela-sela perlombaan. Meskipun mobilnya mengalami sedikit kendala suspensi karena spesifikasi aspal yang tidak ideal untuk Skoda miliknya, ia tetap berhasil melibas seluruh Special Stage (SS) dengan catatan waktu yang impresif.
Pemanasan Menuju Kalimantan Selatan
Kehadiran Ijeck di ajang ini bukan sekadar mengejar trofi semata, melainkan juga sebagai ajang persiapan matang menjelang Kejurnas Rally yang akan digelar di Kalimantan Selatan dalam waktu dekat. Penguasaan medan di Deli Serdang menjadi modal penting untuk mengasah insting balapnya sebelum terjun ke kompetisi yang lebih berat.
Perangi Narkoba Jenis Baru, DPRD Sumut Dukung Rencana Bobby Nasution Larang Vape di Lingkungan Pemprov
Hingga hari pertama, dua SS telah berhasil diselesaikan dengan baik. Ijeck optimis dapat memperbaiki catatan waktunya pada SS tersisa di hari berikutnya demi mengamankan posisi di podium tertinggi. Semangat kompetisi ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan dunia otomotif di Sumatera Utara.
Multiplier Effect bagi Ekonomi dan Pariwisata
Lebih dari sekadar hobi dan kompetisi, Ijeck menekankan pentingnya penyelenggaraan event olahraga otomotif berskala nasional maupun internasional di wilayahnya. Kehadiran para pereli dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa, tidak hanya menyemarakkan persaingan tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini semakin sering diadakan di Sumatera Utara. Event ini mampu mengundang banyak penonton, bahkan dari luar negeri jika tarafnya internasional. Hal ini secara langsung akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mempromosikan destinasi pariwisata dan kuliner unggulan kita,” tambahnya dengan nada optimis.
Aksi Tak Senonoh Pedagang Tahu Bulat di Depok: Nekat Pamer Kelamin Berujung Penjara
Menutup pembicaraan, Ijeck menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah jauh-jauh datang ke Sumatera Utara. Baginya, sinergi antara prestasi olahraga dan pengembangan ekonomi kreatif melalui sport tourism adalah kunci utama kemajuan daerah di masa depan.