Viral Minum Oli di Makassar: Bukan Tambah Stamina, Dinkes Sulsel Ingatkan Ancaman Kanker dan Keracunan Akut

Anisa Putri | WartaLog
12 Apr 2026, 17:24 WIB
Viral Minum Oli di Makassar: Bukan Tambah Stamina, Dinkes Sulsel Ingatkan Ancaman Kanker dan Keracunan Akut

WartaLog — Belakangan ini, publik dikejutkan dengan sebuah fenomena tak lazim yang viral di media sosial, di mana sejumlah pria di Makassar diduga mengonsumsi oli mesin dengan dalih untuk meningkatkan stamina. Menanggapi tren berbahaya tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan peringatan keras bahwa tindakan tersebut bukan hanya tidak bermanfaat, tetapi juga dapat memicu berbagai penyakit mematikan, termasuk kanker.

Ancaman Zat Kimia Beracun bagi Tubuh

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menegaskan bahwa oli bukanlah cairan yang dirancang untuk masuk ke dalam sistem pencernaan manusia. Oli mengandung berbagai komponen berbahaya seperti hidrokarbon, logam berat, serta zat aditif industri yang dapat merusak organ-organ vital secara permanen.

Read Also

Strategi Pemkab Bone Perkuat Pelayanan: 138 Formasi CASN 2026 Resmi Diusulkan dengan Prioritas Nakes dan Guru

Strategi Pemkab Bone Perkuat Pelayanan: 138 Formasi CASN 2026 Resmi Diusulkan dengan Prioritas Nakes dan Guru

“Fenomena ini sangat mengkhawatirkan. Tubuh manusia tidak dibekali enzim untuk menetralkan zat-zat dalam oli. Akibatnya, kandungan beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh tanpa bisa diolah secara biologis,” ujar Evi dalam keterangannya baru-baru ini.

Secara medis, oli bersifat lipofilik atau mudah larut dalam lemak. Hal ini membuat cairan tersebut sangat berbahaya karena mampu menembus membran sel manusia dengan cepat dan mengganggu sistem kerja seluler. Berbeda dengan asupan nutrisi untuk stamina tubuh yang biasanya berasal dari protein atau karbohidrat, oli justru menjadi racun yang mengendap.

Dari Pneumonia hingga Risiko Gagal Organ

Dampak jangka pendek dari mengonsumsi oli bisa berupa gejala keracunan akut seperti mual hebat, muntah, nyeri perut yang luar biasa, hingga luka bakar kimiawi pada lambung yang memicu perdarahan. Namun, risiko yang paling fatal terjadi jika cairan ini tidak sengaja masuk ke saluran pernapasan.

Read Also

15 Puisi Hari Kartini Terbaik: Untaian Makna dan Penghormatan bagi Sang Pelopor Emansipasi

15 Puisi Hari Kartini Terbaik: Untaian Makna dan Penghormatan bagi Sang Pelopor Emansipasi

“Jika oli terhirup atau masuk ke paru-paru, ia bisa menyebabkan pneumonia aspirasi. Gejalanya meliputi sesak napas akut, batuk hebat, hingga risiko gagal napas yang bisa merenggut nyawa dalam waktu singkat,” jelas Evi lebih lanjut.

Selain itu, paparan kimia dari oli juga dapat menyerang sistem saraf pusat. Korban dapat mengalami kejang-kejang, penurunan kesadaran, bahkan koma. Dalam jangka panjang, kandungan karsinogenik di dalam oli secara nyata meningkatkan risiko terkena penyakit kronis seperti kanker jika terjadi paparan secara berulang.

Pencarian Lokasi dan Edukasi Masyarakat

Hingga saat ini, pihak Dinkes Sulsel masih terus melakukan penelusuran terkait identitas sekelompok pria dalam video viral tersebut serta lokasi pasti kejadiannya. Langkah ini diambil untuk memberikan pembinaan sekaligus mencegah agar tindakan konyol tersebut tidak ditiru oleh warga lainnya.

Read Also

Solusi Krisis Air Makassar: PDAM Tuntaskan Perbaikan Pipa Malengkeri, Suplai Mulai Dinormalisasi

Solusi Krisis Air Makassar: PDAM Tuntaskan Perbaikan Pipa Malengkeri, Suplai Mulai Dinormalisasi

WartaLog mencatat bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah arus informasi media sosial yang terkadang menyesatkan. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada saran medis profesional dan menerapkan pola hidup sehat yang masuk akal, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga, ketimbang mengikuti tren ekstrem yang membahayakan nyawa.

“Kami meminta masyarakat lebih bijak. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat terus kami galakkan melalui puskesmas, dan perlu ditegaskan bahwa oli sama sekali tidak termasuk dalam kategori minuman sehat,” tutup Evi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *