Tragedi Tanjakan Mallaga: Sosok Humoris PPPK Dinsos Enrekang Berpulang dalam Kecelakaan Maut
WartaLog — Kabar duka menyelimuti Bumi Massenrempulu. Seorang abdi negara yang dikenal berdedikasi tinggi, Abdul Rahim, mengembuskan napas terakhir dalam sebuah insiden memilukan di jalan raya. Pria yang tercatat sebagai staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Dinas Sosial (Dinsos) Enrekang ini menjadi korban keganasan kecelakaan maut di kawasan Kecamatan Cendana.
Kepala Dinas Sosial Enrekang, Subiyanto Syamsuddin, membenarkan bahwa almarhum adalah bagian dari keluarga besar instansinya. Kepergian Abdul Rahim menyisakan kekosongan mendalam, mengingat peran aktifnya dalam berbagai aksi kemanusiaan di Kabupaten Enrekang.
Sosok Multi-Talenta dan Pejuang Kemanusiaan
Di mata rekan sejawat, Abdul Rahim bukan sekadar pegawai administratif biasa. Ia merupakan sosok yang serba bisa. Sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), ia dikenal memiliki keahlian memasak yang mumpuni dan selalu menjadi garda terdepan saat terjadi bencana atau kegiatan sosial lainnya.
Skandal Korupsi Irigasi Toraja Utara: Eks Kadis Pertanian Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan
“Beliau sangat totalitas. Di luar pekerjaan kantor, ia juga seorang pegiat UMKM dengan usaha kopinya yang sering tampil di pameran,” ujar Subiyanto mengenang almarhum. Tak hanya soal keahlian, karakter Abdul Rahim yang murah senyum dan ramah membuat suasana kerja di Dinas Sosial selalu terasa hangat.
Kronologi Insiden Tragis di Tanjakan Mallaga
Berdasarkan data yang dihimpun, petaka ini bermula pada Selasa malam (14/4) sekitar pukul 21.15 Wita. Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP Muh Ali, menjelaskan bahwa sebuah truk yang tengah melintasi Tanjakan Mallaga mengalami kegagalan mekanis yang fatal. As roda truk tersebut patah saat berada di tengah pendakian yang cukup terjal dan tajam.
Peringatan Penting 12 April: Menelusuri Jejak Sri Sultan Hamengku Buwono IX hingga Misi Luar Angkasa Yuri Gagarin
Kondisi tersebut membuat truk kehilangan daya dan meluncur mundur tanpa kendali. Di saat yang bersamaan, mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan oleh Abdul Rahim berada tepat di jalur belakang truk tersebut. Di dalam mobil tersebut, Abdul Rahim tengah menempuh perjalanan bersama istri, dua orang anak, dan mertuanya.
“Truk tersebut mundur dengan cepat karena kerusakan as roda. Mobil korban yang berada di belakang tidak sempat menghindar sehingga tertabrak dengan sangat keras,” jelas AKP Muh Ali. Hantaman tersebut mengakibatkan mobil korban ringsek parah. Tragisnya, Abdul Rahim terjepit di kursi pengemudi dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara anggota keluarganya langsung dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.
Bupati Husniah Janjikan Hadiah Umrah, Pacu Semangat Kafilah Gowa di MTQ XXXIV Sulsel
Insiden kecelakaan di Enrekang ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan akan pentingnya kewaspadaan ekstra, terutama saat melintasi jalur dengan tanjakan curam yang rawan akan kegagalan teknis kendaraan berat.