Antisipasi Lonjakan Campak, Sulsel Targetkan 5.000 Anak Peroleh Imunisasi Zero Dose

Anisa Putri | WartaLog
12 Apr 2026, 16:56 WIB
Antisipasi Lonjakan Campak, Sulsel Targetkan 5.000 Anak Peroleh Imunisasi Zero Dose

WartaLog — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kini tengah berpacu dengan waktu guna meredam lonjakan kasus campak yang mulai mengkhawatirkan di berbagai wilayah. Sebagai langkah konkret, otoritas setempat menargetkan sebanyak 5.000 anak untuk segera mendapatkan proteksi melalui program imunisasi dasar.

Fokus utama dari gerakan ini adalah menyasar anak-anak yang masuk dalam kategori zero dose, yakni mereka yang hingga saat ini belum pernah tersentuh oleh layanan vaksinasi sama sekali. Langkah ini diambil untuk membangun benteng pertahanan kesehatan masyarakat sejak dini.

Komitmen Pemerintah Daerah

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan guna memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam program ini. Strategi jemput bola pun mulai diterapkan di berbagai titik strategis.

Read Also

Hitung Mundur Idul Adha 2026: Intip Jadwal Libur Resmi dan Strategi Cuti Panjang

Hitung Mundur Idul Adha 2026: Intip Jadwal Libur Resmi dan Strategi Cuti Panjang

“Kami tengah berupaya keras mengejar target zero dose bagi anak-anak kita. Tujuannya jelas, agar mereka setidaknya memiliki proteksi dari imunisasi dasar yang lengkap,” ungkap Andi Sudirman saat ditemui di Parepare baru-baru ini.

Sebagai langkah awal atau pilot project, Pemprov Sulsel telah menerjunkan tim khusus ke 16 titik Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di Kabupaten Gowa. Wilayah ini dipilih sebagai percontohan sebelum nantinya skema serupa diperluas ke kabupaten dan kota lainnya.

Progres di Lapangan dan Status KLB

Hingga saat ini, laporan dari lapangan menunjukkan tren yang positif. Di wilayah percontohan Gowa, progres penyaluran imunisasi telah menyentuh angka 50 persen. Pemerintah optimis target 5.000 anak tersebut akan segera tuntas dalam waktu dekat.

Read Also

Bongkar Mafia BBM Subsidi di Mamuju: Berawal dari Ancaman Parang, 5 Mobil Tangki Modifikasi Disita Polisi

Bongkar Mafia BBM Subsidi di Mamuju: Berawal dari Ancaman Parang, 5 Mobil Tangki Modifikasi Disita Polisi

“Alhamdulillah, saat ini progresnya sudah mencapai separuh dari target awal. Dari 5.000 anak yang tadinya belum pernah diimunisasi, kini secara bertahap sudah mulai mendapatkan hak kesehatan mereka,” tambah Sudirman dengan nada optimis.

Namun, tantangan besar masih membayangi. Berdasarkan data yang dihimpun, penularan kasus campak di Sulawesi Selatan memang tengah menjadi perhatian serius. Bahkan, empat daerah telah secara resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), yaitu:

  • Kota Makassar
  • Kabupaten Sinjai
  • Kabupaten Luwu
  • Kabupaten Wajo

Validasi Data untuk Intervensi Akurat

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa hingga awal April, tercatat ada 169 kasus campak yang tersebar di berbagai titik. Oleh karena itu, validasi data menjadi kunci penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah bisa lebih presisi.

Read Also

Update Prakiraan Cuaca Makassar 12 April 2026: Kondisi Berawan Mendominasi Kota Daeng

Update Prakiraan Cuaca Makassar 12 April 2026: Kondisi Berawan Mendominasi Kota Daeng

Pemerintah Provinsi Sulsel berkomitmen untuk terus memelajari pola persebaran data ini demi menentukan langkah intervensi selanjutnya di daerah-daerah dengan risiko tinggi. Dengan penguatan program kesehatan anak melalui imunisasi massal ini, diharapkan mata rantai penularan campak dapat segera diputus dan derajat kesehatan masyarakat kembali stabil.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *