Bongkar Mafia BBM Subsidi di Mamuju: Berawal dari Ancaman Parang, 5 Mobil Tangki Modifikasi Disita Polisi
WartaLog — Praktik kotor penyelewengan BBM subsidi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya terbongkar melalui sebuah drama yang tak terduga. Pihak kepolisian berhasil mengamankan lima unit kendaraan yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menampung solar dalam jumlah besar, sebuah temuan yang bermula dari kasus kriminal yang sama sekali berbeda.
Rentetan Penangkapan di Wilayah Belang-belang
Satuan Reserse Kriminal Polresta Mamuju melakukan operasi pengamanan di wilayah Belang-belang, Kecamatan Kalukku, sepanjang periode 11 hingga 13 April 2026. Dalam operasi tersebut, polisi menyita tiga unit truk dan dua unit minibus yang secara kasat mata tampak biasa, namun memiliki tangki penyimpanan yang telah dirombak sedemikian rupa guna melansir bahan bakar.
Sinopsis Golden Job: Ketika Misi Kemanusiaan Berubah Menjadi Skandal Emas dan Pengkhianatan Berdarah
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat empat orang terlapor yang sedang menjalani pemeriksaan intensif. Menariknya, salah satu dari terlapor diketahui memiliki dua kendaraan sekaligus yang digunakan untuk operasi ilegal ini.
“Nyanyian” Tersangka Pengancaman Menjadi Pintu Masuk
Terungkapnya jaringan pelansir ini bak sebuah plot film kriminal. Pengungkapan bermula ketika polisi menangkap seorang pria berinisial IS (56). Sebelumnya, IS sempat menjadi buah bibir lantaran melakukan aksi nekat mengancam seorang karyawati SPBU menggunakan parang hanya karena persoalan barcode solar yang ditolak.
Setelah diringkus, IS rupanya memilih untuk membeberkan informasi krusial mengenai keberadaan para pemain besar yang selama ini mengeruk keuntungan dari penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi di kawasan Belang-belang. Berkat petunjuk dari IS, tim kepolisian berhasil melacak keberadaan armada mobil modifikasi yang kerap meresahkan tersebut.
Panduan Lengkap Cetak Kartu UTBK 2026: Ukuran Kertas dan Cara Print Agar Tidak Terpotong
Modus Operandi: Barcode dan Penimbunan Skala Besar
Cara kerja para pelaku terbilang cukup licin. Mereka memanfaatkan sistem barcode untuk mengisi BBM di berbagai SPBU secara bergantian agar tidak memicu kecurigaan. Dengan modifikasi mobil yang memiliki kapasitas tangki ekstra, mereka mampu menimbun ratusan liter solar hanya dalam hitungan hari.
“Skenarionya adalah mengumpulkan puluhan hingga ratusan liter setiap harinya. Setelah stok terkumpul dalam jumlah banyak, solar tersebut kemudian dijual ke salah satu perusahaan dengan harga komersial,” jelas Iptu Herman Basir.
Hingga saat ini, Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mamuju masih terus mendalami identitas dan peran masing-masing dari empat pemilik kendaraan tersebut. Langkah hukum tegas sedang dipersiapkan untuk memutus rantai mafia bahan bakar yang selama ini merampas hak masyarakat yang membutuhkan subsidi pemerintah.
Dominasi Garuda Muda: Timnas Indonesia U-17 Puncaki Klasemen Grup A Piala AFF U-17 2026