Kericuhan Pecah di Arena MTQ Sulsel: Pedagang dan Satpol PP Maros Terlibat Adu Mulut Soal Sewa Lapak
WartaLog — Suasana perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros sempat diwarnai ketegangan. Upaya penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan tanpa izin di area utama acara tersebut berujung pada kericuhan dan adu mulut antara petugas dengan pedagang.
Insiden ini terjadi di Jalan Bougenville, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, yang merupakan pintu masuk utama menuju arena MTQ. Ketegangan memuncak saat personel Satpol PP mencoba menghalau pedagang yang memaksakan diri membuka lapak di lokasi yang dilarang.
Duduk Perkara Tarif Sewa Tenant
Kepala Satpol PP Maros, Muhammad Eldrin Saleh, mengonfirmasi bahwa keributan tersebut dipicu oleh keengganan sebagian pedagang untuk mengikuti aturan administratif yang telah ditetapkan panitia. Menurutnya, panitia sebenarnya telah menyediakan 150 tenant resmi di sepanjang Jalan Bougenville untuk mengakomodasi para pelaku UMKM lokal maupun luar daerah.
Update Kode Redeem Mongil: Star Dive 15 April 2026: Banjir Reward Monsterling dan Item Langka!
“Hampir terjadi gesekan fisik karena mereka bersikeras ingin berjualan di median jalan tanpa koordinasi. Kami bertindak tegas karena ada aturan yang harus ditegakkan demi ketertiban acara,” ujar Eldrin kepada tim WartaLog.
Dalam skema yang disusun panitia, biaya sewa lapak dipatok berdasarkan asal pedagang. Pelaku UMKM asal Kabupaten Maros dikenakan tarif sebesar Rp 2 juta, sementara pedagang dari luar daerah dikenakan biaya Rp 3,5 juta. Eldrin menjelaskan bahwa biaya tersebut bukanlah pungutan tanpa alasan, melainkan untuk menutupi biaya fasilitas pendukung.
- Penyediaan tenda dan booth jualan.
- Fasilitas meja dan kursi.
- Pasokan listrik selama masa acara (10-18 April).
- Layanan kebersihan area.
Kecemburuan Antar Pedagang
Selain alasan ketertiban, langkah tegas Satpol PP juga dipicu oleh protes dari pedagang lain yang sudah membayar sewa secara resmi. Keberadaan pedagang “liar” di titik strategis dekat pintu masuk dinilai tidak adil bagi mereka yang telah mengikuti prosedur resmi.
Dominasi Riset Nasional: Unhas Berhasil Sapu Bersih Seluruh Skema Hibah BIMA 2026
“Para pedagang yang sudah menyewa tenant pasti komplain jika ada yang berjualan gratis di lokasi yang sangat strategis. Ini soal keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan MTQ kali ini,” tambah Eldrin.
Sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi saling dorong antara petugas dan pedagang sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara pedagang yang memprotes mahalnya harga sewa tenant yang mencapai jutaan rupiah, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Meski sempat memanas selama dua hari terakhir, pihak keamanan memastikan bahwa situasi di area MTQ Sulsel kini telah terkendali. Petugas Satpol PP tetap disiagakan untuk memastikan tidak ada pedagang yang menggunakan badan jalan atau area terlarang lainnya yang dapat mengganggu akses pengunjung dan jalannya kompetisi religi tersebut.
Tragedi di Jalur CFD Makassar: Dua Jukir Resmi PD Parkir Nekat Tikam Sekuriti Akibat Cekcok Lahan