Tragedi di Puncak Leuser: Pendaki Binjai Kris Biantoro Akan Dimakamkan di Jalur Pendakian
WartaLog — Sebuah keputusan memilukan namun penuh pertimbangan matang harus diambil oleh keluarga besar Kris Biantoro (49), pendaki asal Binjai yang berpulang di tengah pelukan alam Taman Nasional Gunung Leuser. Mengingat medan yang ekstrem dan risiko tinggi dalam proses evakuasi, pihak keluarga telah sepakat agar jenazah almarhum dimakamkan di Kamp Lapangan Bola, sebuah titik di tengah jalur pendakian menuju puncak tertinggi Aceh tersebut.
Keputusan ini tertuang secara resmi dalam surat pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak keluarga pada Senin (13/4/2026). Dalam pernyataan tersebut, keluarga memberikan izin bagi almarhum Kris untuk dikebumikan secara syariat Islam di lokasi yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya tersebut. Langkah ini diambil sebagai jalan keluar terbaik karena membawa jenazah turun dari ketinggian Leuser bukanlah perkara mudah dan membahayakan keselamatan para petugas evakuasi.
Bobby Nasution Murka di Tapteng: Semprot Pejabat Terkait Lambannya Penanganan Pasca-Banjir
Tantangan Evakuasi di Jalur Ekstrem
Ali Sadikin, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren, Gayo Lues, mengonfirmasi bahwa kondisi geografis menjadi penghalang utama proses pemulangan jenazah. “Membawa jenazah ke bawah memiliki risiko yang sangat tinggi bagi tim yang mengevakuasi,” ungkap Ali saat memberikan keterangan resmi kepada media. Berdasarkan koordinasi terakhir, tim evakuasi yang telah dikerahkan kini tertahan di area Sungai Alas karena adanya kesepakatan pemakaman di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, proses pemakaman masih menunggu koordinasi teknis lebih lanjut, mengingat komunikasi dengan para pendaki di atas gunung masih mengalami kendala sinyal. Tim yang berada di lapangan tetap bersiaga memantau situasi di titik pendaki meninggal tersebut.
Peluang Emas Karier di Bank Sentral: Rekrutmen Bank Indonesia 2026 Resmi Dibuka
Kronologi Kepergian Kris Biantoro
Duka mendalam ini bermula ketika Kris dilaporkan mengalami serangan hipotermia hebat pada Kamis (9/4) sekitar pukul 07.30 WIB. Kondisi cuaca yang tidak menentu di Gunung Leuser diduga menjadi faktor pemicu menurunnya suhu tubuh korban secara drastis saat tengah dalam perjalanan turun.
Rekan-rekan satu rombongan yang berjumlah 13 pendaki bersama dua pemandu sempat memberikan upaya penyelamatan darurat. Metode Resusitasi Jantung Paru (RJP) dilakukan secara terus-menerus untuk memacu kesadaran Kris, namun takdir berkata lain. Setelah berjuang melawan kondisi kritis selama beberapa jam, Kris Biantoro dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB di Kamp Lapangan Bola.
Pentingnya Kesiapan Fisik dan Mental
Insiden ini menjadi pengingat pahit bagi para pecinta alam mengenai betapa ganasnya cuaca di pegunungan tropis. Taman Nasional Gunung Leuser memang dikenal memiliki karakteristik medan yang sangat menantang dan cuaca yang sulit diprediksi.
Reformasi Jeruji Besi: Komisi XIII DPR RI Beri Apresiasi Tinggi atas Progres Nyata Kementerian Imipas
“Almarhum mengalami kondisi hipotermia tepat di jalur pendakian saat sedang mengarah pulang. Lokasi detailnya berada di Kamp Lapangan Bola,” tambah Ali Sadikin. Kini, doa-doa terbaik dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.