Penjagaan Ketat Kawal Pengolahan Sampah Organik Denpasar di Embung Tukad Unda Klungkung

Rizky Fauzi | WartaLog
15 Apr 2026, 18:49 WIB
Penjagaan Ketat Kawal Pengolahan Sampah Organik Denpasar di Embung Tukad Unda Klungkung

WartaLog — Suasana di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, kini tampak jauh lebih sibuk sekaligus tertutup. Area yang biasanya tenang ini mendadak menjadi pusat perhatian seiring dengan ditetapkannya status penjagaan ketat oleh otoritas setempat. Langkah ini diambil menyusul dimulainya aktivitas pengolahan cacahan sampah organik yang dikirim langsung dari Denpasar untuk diolah menjadi kompos.

Langkah Antisipatif di Wilayah Klungkung

Pengetatan keamanan ini terpantau sudah berlangsung selama empat hari terakhir. Sejak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memutuskan untuk mengalihkan material kompos dari Denpasar ke wilayah ini, petugas mulai bersiaga penuh di pintu masuk lokasi pengolahan. Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara, menegaskan bahwa pemantauan secara kewilayahan merupakan langkah krusial untuk menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Read Also

Layanan Bus Gratis Mataram Tetap Melaju di Tengah Kebijakan Efisiensi BBM

Layanan Bus Gratis Mataram Tetap Melaju di Tengah Kebijakan Efisiensi BBM

“Sejauh ini, kami terus menyerap informasi baik dari media massa maupun koordinasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung. Pemantauan ini adalah tanggung jawab kami di tingkat wilayah guna mencegah terjadinya gesekan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Widiantara saat memberikan keterangan pada Rabu (15/4/2026).

Menjawab Keresahan Masyarakat Lokal

Kehadiran puluhan truk pengangkut material organik ini rupanya sempat memicu tanda tanya besar di kalangan perangkat desa. Widiantara mengungkapkan bahwa Perbekel Gunaksa sempat mempertanyakan detail operasional pengiriman limbah tersebut. Menanggapi kegelisahan warga, pihak kecamatan bergerak cepat memberikan edukasi dan penjelasan mengenai status material yang masuk.

Ia menjelaskan bahwa yang datang bukanlah sampah mentah yang berbau menyengat, melainkan material yang telah dicacah dan siap diproses menjadi bahan pupuk kompos. “Tentu sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan informasi yang akurat kepada warga agar tidak terjadi simpang siur. Sembari menunggu instruksi resmi dari pimpinan pusat, kami terus melakukan pengawasan melekat,” tambahnya.

Read Also

Gagal Damai di Islamabad: Iran Siap Tantang Balik Blokade Militer AS di Selat Hormuz

Gagal Damai di Islamabad: Iran Siap Tantang Balik Blokade Militer AS di Selat Hormuz

Aktivitas Logistik dan Operasional Lapangan

Berdasarkan pengamatan di lapangan, penjagaan di lokasi ini dilakukan secara terjadwal. Sejumlah petugas dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali nampak berjaga mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita. Begitu aktivitas bongkar muat selesai, gerbang utama langsung dikunci rapat untuk mensterilkan area pengolahan sampah tersebut.

Data logistik menunjukkan adanya fluktuasi jumlah armada yang masuk ke Klungkung. Pada hari kedua pengoperasian, tercatat sebanyak 35 truk masuk ke area Embung Tukad Unda, yang merupakan angka tertinggi sejauh ini. Namun, pada hari ketiga, intensitas pengiriman menurun signifikan menjadi 9 truk saja.

Langkah Pemerintah Bali dalam mendistribusikan beban pengolahan limbah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek atas permasalahan overload di TPST Denpasar, meski pengawasan ketat tetap menjadi syarat mutlak agar program ini tidak berdampak negatif bagi warga Klungkung.

Read Also

Jadwal SIM Keliling Badung 15 April 2026: Cek Lokasi dan Persyaratannya di Sini!

Jadwal SIM Keliling Badung 15 April 2026: Cek Lokasi dan Persyaratannya di Sini!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *