Kreativitas di Tengah Keterbatasan: SMPN 1 Dawan Sulap Perpustakaan Jadi Lokasi TKA 2026

Rizky Fauzi | WartaLog
15 Apr 2026, 15:21 WIB
Kreativitas di Tengah Keterbatasan: SMPN 1 Dawan Sulap Perpustakaan Jadi Lokasi TKA 2026

WartaLog — Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, sebuah pemandangan menarik terlihat di SMP Negeri 1 Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Tak ingin siswa merasa gerah dan terganggu konsentrasinya, pihak sekolah mengambil langkah taktis dengan menyulap ruang perpustakaan menjadi laboratorium komputer dadakan.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Dengan total 206 siswa yang harus mengikuti ujian, dua ruang komputer yang dimiliki sekolah saat ini tidak mencukupi untuk menampung seluruh peserta jika hanya dibagi dalam dua sesi per gelombang. Sementara itu, regulasi ketat membatasi kapasitas maksimal per ruangan demi menjaga kualitas ujian dan kenyamanan para peserta.

Menjaga Efisiensi dan Stamina Pengajar

Kepala SMP Negeri 1 Dawan, Ni Kadek Yadnyani, mengungkapkan bahwa secara teknis sekolah bisa saja memaksakan ujian dalam tiga sesi dalam satu hari. Namun, ada faktor manusiawi yang menjadi pertimbangan utama: beban kerja operator komputer yang terbatas.

Read Also

Sinergi Hijau Bali: Badung Dorong PSEL Denpasar Raya dan Teknologi RDF Jadi Solusi Permanen Sampah

Sinergi Hijau Bali: Badung Dorong PSEL Denpasar Raya dan Teknologi RDF Jadi Solusi Permanen Sampah

“Sebenarnya dua ruangan saja sudah cukup kalau kita geber tiga sesi sehari. Tapi operator kami hanya satu orang. Kami tidak ingin ia terlalu lelah karena tugas ini menuntut fokus tinggi. Akhirnya, kami memilih jalur dua sesi dengan menambah ruangan,” jelas Yadnyani saat berbincang dengan tim WartaLog di ruang kerjanya pada Rabu (15/4/2026).

Pelaksanaan TKA di sekolah yang terletak di wilayah Klungkung ini terbagi dalam dua gelombang, yakni Gelombang III dan IV. Sebanyak 104 siswa mengikuti gelombang pertama, disusul 102 siswa di gelombang berikutnya. Perpustakaan dipilih karena memiliki fasilitas pendingin ruangan (AC), sebuah kemewahan yang sangat krusial di tengah cuaca panas ekstrem saat ini agar siswa tetap fokus mengerjakan soal.

Read Also

Dilema Sampah Organik Bali: Pengusaha Angkutan Mulai Jual Armada Akibat Aturan Ketat TPA Suwung

Dilema Sampah Organik Bali: Pengusaha Angkutan Mulai Jual Armada Akibat Aturan Ketat TPA Suwung

Realita Kurang Ruang Kelas di Bali

Fenomena penggunaan perpustakaan ini sebenarnya merupakan cerminan dari tantangan infrastruktur yang dihadapi sekolah. Yadnyani memaparkan bahwa fasilitas sekolah saat ini harus melayani 631 siswa yang terbagi dalam 21 rombongan belajar (rombel). Padahal, gedung sekolah hanya memiliki 15 ruang kelas permanen.

“Kami masih kekurangan enam ruang kelas. Kondisi ini memaksa kami menerapkan sistem double shift, di mana kelas VIII dan IX masuk pagi, sementara kelas VII masuk sore,” tambahnya. Meskipun menghadapi tantangan ruang, ia menjamin bahwa aspek teknis lainnya seperti koneksi internet dan pasokan listrik tetap aman terkendali.

Pihak sekolah bahkan telah menyiapkan sirkuit listrik khusus untuk menunjang kebutuhan daya komputer selama ujian berlangsung. Menariknya, Yadnyani lebih memilih perpustakaan daripada ruang multimedia karena faktor kenyamanan siswa. “Ruang multimedia kami hanya punya kipas angin. Di musim panas seperti ini, kami khawatir siswa tidak nyaman dan hasil ujiannya jadi tidak maksimal,” tuturnya.

Read Also

Layanan Bus Gratis Mataram Tetap Melaju di Tengah Kebijakan Efisiensi BBM

Layanan Bus Gratis Mataram Tetap Melaju di Tengah Kebijakan Efisiensi BBM

Hingga saat ini, pelaksanaan tes kemampuan akademik di SMPN 1 Dawan dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti. Meski begitu, para siswa mengakui bahwa tantangan terbesar dalam ujian kali ini terletak pada soal-soal numerasi yang dianggap lebih menantang dibandingkan dengan bagian literasi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *