Heboh Napi Korupsi Supriadi Kepergok di Coffee Shop Kendari, KSOP Sebut Hanya Kebetulan
WartaLog — Jagat maya di Sulawesi Tenggara tengah dihebohkan oleh beredarnya rekaman video yang memperlihatkan Supriadi, mantan Kepala Syahbandar Kolaka yang kini berstatus narapidana kasus korupsi, sedang berada di sebuah coffee shop di Kota Kendari. Kehadiran warga binaan tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama karena ia terlihat didampingi oleh seorang petugas dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Kronologi Kejadian di Jantung Kota Kendari
Peristiwa yang mencoreng citra penegakan hukum ini terjadi pada Selasa siang di kawasan Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia. Supriadi, yang seharusnya mendekam di balik jeruji besi Rutan Kelas IIA Kendari, tertangkap kamera warga saat berjalan keluar dari sebuah masjid menuju kedai kopi. Dalam video tersebut, ia tampak mengenakan peci putih, sementara pria yang mendampinginya mengenakan seragam dinas resmi Syahbandar.
15 Puisi Hari Kartini Terbaik: Untaian Makna dan Penghormatan bagi Sang Pelopor Emansipasi
Seorang saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan bahwa Supriadi diduga sudah berada di lokasi tersebut sejak pagi hari. “Infonya sekitar pukul 10.00 Wita dia sudah ada di situ. Setelah salat Zuhur, dia terlihat hendak kembali ke coffee shop tersebut,” ungkapnya kepada awak media.
Pembelaan KSOP Kendari: Pertemuan Tanpa Rencana
Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Capt Rahman, memberikan klarifikasinya. Ia membenarkan bahwa pria berseragam dalam video tersebut adalah anggotanya, namun ia menepis tudingan adanya pengawalan khusus terhadap terpidana korupsi tersebut.
Menurut Rahman, pertemuan antara anggotanya dan Supriadi terjadi secara tidak sengaja di masjid setelah menunaikan salat berjamaah. Mengingat keduanya pernah bekerja di instansi yang sama dan memiliki hubungan pertemanan yang akrab, komunikasi pun terjalin secara spontan.
Akselerasi Bendungan Jenelata: Bupati Gowa Garansi Ganti Rugi Lahan Berjalan Adil dan Transparan
“Itu benar-benar hanya pertemuan yang tidak disengaja. Kami bukan aparat penegak hukum, jadi tidak ada kapasitas untuk melakukan pengawalan. Saya sudah mengklarifikasi langsung kepada yang bersangkutan, mereka hanya saling sapa karena memang sudah lama kenal,” tegas Rahman.
Penjelasan Rutan Kendari Terkait Sidang PK
Di sisi lain, pihak Rutan Kelas IIA Kendari juga angkat bicara guna meluruskan simpang siur informasi. Plh Kepala Rutan, La Ode Mustakim, menjelaskan bahwa pada hari tersebut Supriadi memang mengantongi izin resmi untuk menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Kendari.
Mustakim memaparkan bahwa Supriadi keluar dari Rutan sejak pukul 09.00 Wita dengan pengawalan resmi. Sidang tersebut dilaporkan rampung menjelang siang hari. Persoalan muncul ketika dalam perjalanan pulang, rombongan pengawal dan napi tersebut memutuskan untuk singgah sejenak.
Ironi Akses Kesehatan di Polman: Warga Tandu Lansia 9 KM dan Seberangi 4 Sungai Demi Pengobatan
“Setelah sidang selesai sekitar pukul 11.00 Wita, mereka bermaksud kembali ke Rutan. Namun di tengah jalan, mereka singgah untuk salat dan makan siang. Di momen itulah keberadaan mereka terekam hingga terlihat seolah sedang bersantai di coffee shop,” ujar Mustakim.
Evaluasi dan Pemeriksaan Petugas Pengawal
Meskipun memiliki alasan operasional, pihak Rutan Kendari menyadari bahwa singgahnya narapidana di tempat umum seperti kedai kopi tetap menjadi masalah sensitif. Mustakim menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mendalami apakah ada pelanggaran prosedur dalam proses kepulangan Supriadi dari pengadilan.
“Fokus kami saat ini adalah memeriksa pegawai yang melakukan pengawalan. Kami ingin memastikan apakah ada aktivitas lain di luar izin yang diberikan, termasuk dugaan adanya pertemuan tertentu di tempat tersebut,” pungkasnya. Kasus ini kini menjadi pengingat penting bagi instansi terkait di Kendari untuk lebih memperketat pengawasan terhadap narapidana yang sedang berada di luar lingkungan penjara.