Penyamaran Terbongkar Akibat Uang Panai, Wanita Asal Lampung Nekat Lecehkan ABG di Sinjai

Anisa Putri | WartaLog
14 Apr 2026, 05:48 WIB
Penyamaran Terbongkar Akibat Uang Panai, Wanita Asal Lampung Nekat Lecehkan ABG di Sinjai

WartaLog — Tabir gelap menyelimuti sebuah drama asmara yang berujung pada tindak kriminal di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Seorang wanita asal Lampung berinisial S (22), yang nekat melintasi pulau demi meminang gadis belia berusia 13 tahun, kini harus berurusan dengan pihak berwajib. Bukan hanya karena penyamarannya sebagai pria terbongkar, namun ia juga diduga kuat melakukan aksi kekerasan dan pelecehan terhadap korban setelah rencana pernikahannya kandas akibat mahar yang tak terpenuhi.

Kasus yang memicu kegemparan di media sosial ini bermula dari perkenalan di dunia maya pada awal tahun 2026. S, yang kala itu menggunakan modus identitas palsu sebagai seorang pria bernama Rifki, menjalin hubungan jarak jauh dengan korban. Didorong oleh ambisi untuk memiliki sang kekasih, S kemudian bertandang ke kediaman korban di Kecamatan Sinjai Borong pada Selasa (7/4) malam, didampingi rekannya, SI (15), yang juga menyamar sebagai pria dengan nama Rei.

Read Also

Update Kode Redeem Mongil: Star Dive 15 April 2026: Banjir Reward Monsterling dan Item Langka!

Update Kode Redeem Mongil: Star Dive 15 April 2026: Banjir Reward Monsterling dan Item Langka!

Kendala Uang Panai dan Aksi Kekerasan di Balik Kamar

Rencana pernikahan sesama jenis ini menemui jalan buntu saat pihak keluarga korban mengajukan syarat uang panai sebesar Rp 250 juta sebagai mahar. Lantaran tak sanggup memenuhi nominal fantastis tersebut, niat lamaran S pun gugur. Namun, petaka justru dimulai saat pelaku meminta izin untuk menginap di rumah korban dengan alasan tidak memiliki kerabat di wilayah Sinjai.

Berdasarkan keterangan dari Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, insiden mengerikan terjadi saat korban hendak beristirahat. S menyelinap masuk ke dalam kamar, menutup mata korban dengan jaket, dan melakukan serangkaian tindakan kekerasan fisik. Tak hanya melakukan pelecehan seksual, pelaku juga tega mencekik serta membenturkan kepala korban ke dinding sebanyak tiga kali hingga korban mengalami trauma dan kesakitan hebat.

Read Also

Amukan Si Jago Merah di Kotaraja Jayapura: Satu Rumah Kos Hangus, Kerugian Tembus Rp 1,5 Miliar

Amukan Si Jago Merah di Kotaraja Jayapura: Satu Rumah Kos Hangus, Kerugian Tembus Rp 1,5 Miliar

Kecurigaan Perangkat Desa yang Membuahkan Hasil

Kecurigaan mulai mencuat dari pihak keluarga dan perangkat desa setempat setelah perilaku S dan rekannya terlihat janggal. Kepala Desa setempat, Abdul Rauf, mencurigai perawakan pelaku yang tidak menyerupai laki-laki pada umumnya. Melalui inisiatif mandiri, ia menghubungi pihak keluarga pelaku di Lampung untuk memverifikasi status kependudukan mereka.

“Saat awal kami interogasi, keduanya sempat mengelak dan bersikeras bahwa mereka pria. Namun, setelah saya telepon langsung keluarganya di Lampung, akhirnya terungkap bahwa mereka berdua adalah perempuan,” jelas Abdul Rauf. Fakta mengejutkan ini segera memicu laporan resmi dari pihak keluarga korban yang merasa tertipu sekaligus murka atas perlakuan kasar pelaku terhadap anak mereka.

Read Also

Ironi Akses Kesehatan di Polman: Warga Tandu Lansia 9 KM dan Seberangi 4 Sungai Demi Pengobatan

Ironi Akses Kesehatan di Polman: Warga Tandu Lansia 9 KM dan Seberangi 4 Sungai Demi Pengobatan

Proses Hukum di Polres Sinjai

Saat ini, kedua pelaku telah diringkus dan dibawa ke Polres Sinjai untuk menjalani proses penyidikan lebih mendalam. Pihak kepolisian menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mendalami laporan terkait tindak pidana pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Berdasarkan hasil interogasi sementara dan keterangan saksi, kuat dugaan bahwa pelaku telah merencanakan aksinya sejak awal pertemuan fisik tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas media sosial anak-anak mereka. Penyamaran identitas demi memuaskan hasrat menyimpang kini menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi melalui komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *