Skandal Pengoplosan Gas LPG di Gudang SMK Brebes: Oknum Kepala Sekolah Jadi Otak Pelaku

Yeni Sartika | WartaLog
13 Apr 2026, 20:51 WIB
Skandal Pengoplosan Gas LPG di Gudang SMK Brebes: Oknum Kepala Sekolah Jadi Otak Pelaku

WartaLog — Sebuah institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat penyemaian nilai-nilai integritas justru tercoreng oleh praktik kriminal yang tak terduga. Kasus mengejutkan terungkap di lingkungan SMK Nurul Huda Kretek, Paguyangan, Brebes, di mana gudang sekolah tersebut dialihfungsikan menjadi markas rahasia pengoplosan gas LPG bersubsidi.

Kronologi Penggerebekan dan Peran Oknum Kepala Sekolah

Pihak kepolisian dari Polres Brebes berhasil membongkar praktik ilegal ini setelah melakukan penyelidikan mendalam. Sosok utama di balik aksi nekat ini diduga kuat adalah KH (50), yang saat itu menjabat sebagai kepala sekolah aktif. Tidak bergerak sendirian, KH menjalankan operasional haram ini bersama seorang kaki tangannya berinisial T (46).

Modus operandi yang dijalankan tergolong klasik namun berisiko tinggi, yakni memindahkan isi gas dari tabung melon subsidi 3 kg ke dalam tabung non-subsidi 12 kg demi meraup keuntungan berlipat ganda. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (8/4) lalu, petugas mengamankan puluhan tabung gas serta berbagai peralatan mekanis yang digunakan untuk menyalin isi gas secara ilegal di dalam gudang sekolah.

Read Also

Skandal Parkir ‘Ngepruk’ Rp 40 Ribu di Kota Lama Semarang Viral, Dishub Tegaskan Lokasi Ilegal

Skandal Parkir ‘Ngepruk’ Rp 40 Ribu di Kota Lama Semarang Viral, Dishub Tegaskan Lokasi Ilegal

Respons Tegas Dinas Pendidikan Jawa Tengah

Insiden memalukan ini langsung memantik reaksi keras dari otoritas pendidikan setempat. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah, Sulikin, segera melakukan kunjungan mendadak ke SMK swasta tersebut. Ia memberikan teguran keras dan menekankan bahwa pihak sekolah tidak boleh menutup mata terhadap aktivitas yang terjadi di lingkungannya sendiri.

“Institusi pendidikan harus memiliki kepekaan lingkungan. Tidak masuk akal jika ada aktivitas janggal di dalam area sekolah namun pihak manajemen mengaku tidak tahu. Ini harus menjadi pelajaran berharga agar pengawasan internal diperketat,” tegas Sulikin saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus kriminalitas di lingkungan pendidikan tersebut.

Meskipun KH kini harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sulikin memastikan bahwa hak siswa untuk belajar tidak akan terganggu. Jabatan kepala sekolah kini telah diisi oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) untuk memastikan roda administrasi dan pelayanan pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Read Also

Babak Baru Perseteruan Nikah Sesama Jenis: Rey Malawat Resmi Laporkan Balik Intan Anggraeni

Babak Baru Perseteruan Nikah Sesama Jenis: Rey Malawat Resmi Laporkan Balik Intan Anggraeni

Pertamina Peringatkan Risiko Keamanan dan Kelangkaan

Secara terpisah, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengecam keras tindakan pengoplosan energi bersubsidi ini. Taufiq Kurniawan, Area Manager Comm, Rel & CSR, menyatakan bahwa praktik curang ini adalah bentuk sabotase terhadap hak rakyat kecil yang membutuhkan subsidi LPG.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal. Belilah gas di pangkalan resmi dan selalu periksa segel hologramnya. Segel resmi Pertamina dilengkapi dengan fitur pindai (scan) untuk memverifikasi keaslian produk. Jika hasil pindai nihil, maka produk tersebut patut dicurigai sebagai hasil oplosan,” jelas Taufiq.

Tindakan pengoplosan gas bukan hanya sekadar masalah kerugian negara, melainkan juga ancaman nyata terhadap keselamatan nyawa karena proses pemindahan gas dilakukan tanpa standar keamanan yang memadai. Pertamina berkomitmen untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum guna memberantas mafia LPG oplosan yang meresahkan masyarakat luas.

Read Also

Persis Solo Tundukkan Semen Padang 2-1: Laskar Sambernyawa Berhasil Menjauh dari Jurang Degradasi

Persis Solo Tundukkan Semen Padang 2-1: Laskar Sambernyawa Berhasil Menjauh dari Jurang Degradasi

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *