Banjir Menahun di Juwiring Klaten: Kala Luapan Sungai Buntung Melumpuhkan Roda Ekonomi Warga

Yeni Sartika | WartaLog
15 Apr 2026, 16:26 WIB
Banjir Menahun di Juwiring Klaten: Kala Luapan Sungai Buntung Melumpuhkan Roda Ekonomi Warga

WartaLog — Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Klaten kembali memicu persoalan klasik bagi warga di Kecamatan Juwiring dan Wonosari. Pada Rabu (15/4/2026), pemukiman hingga akses jalan utama terendam luapan air, yang tidak hanya menghambat mobilitas tetapi juga mencekik urat nadi perekonomian warga setempat.

Pemandangan lesu terlihat di sepanjang Jalan Raya Wonosari – Karangdowo. Slamet, seorang pemilik warung angkringan di Desa Carikan, tampak sibuk merapikan lapaknya yang sepi. Baginya, banjir Klaten seolah telah menjadi tamu tak diundang yang rutin berkunjung setiap tahun. Ia menengarai, penyempitan badan sungai dan hilangnya saluran drainase menjadi biang keladi air meluap ke jalanan.

“Dulu mungkin masih banyak lahan resapan, tapi sekarang bangunan semakin padat sementara selokan malah tertutup. Kalau sudah begini, pembeli sepi. Biasanya jam makan siang sudah ramai, sekarang jangankan orang mau mampir, lewat saja susah,” keluh Slamet kepada tim WartaLog saat ditemui di tengah kesibukannya membersihkan sisa genangan.

Read Also

Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Hari Ini

Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Hari Ini

Krisis Drainase di Tengah Pesatnya Pembangunan

Senada dengan Slamet, Sriyanto, seorang pemilik toko di jalur yang sama, menyebut fenomena genangan air dari Desa Gunting hingga Carikan ini baru terasa dalam empat tahun terakhir. Transformasi lahan menjadi bangunan komersial tanpa diimbangi dengan infrastruktur pembuangan air yang memadai membuat air tak lagi memiliki jalan menuju sungai atau sawah.

Kondisi lebih mengkhawatirkan terpantau di Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari. Harto, salah satu warga yang rumahnya terendam, mengungkapkan bahwa pendangkalan Sungai Buntung memperparah keadaan. Meskipun sempat ada upaya pengerukan beberapa waktu lalu, banjir tetap kembali datang saat wilayah hulu seperti Delanggu diguyur hujan deras.

  • Desa Kingkang & Gunting: Air merendam pemukiman hingga ketinggian 1 meter.
  • Desa Jetis: Luapan Sungai Kaligawe merendam kompleks SD dan TK setinggi 70 sentimeter.
  • Akses Jalan: Jalur Daleman-Karangdowo lumpuh sepanjang 100 meter dengan kedalaman air mencapai 70 sentimeter.

Lalu Lintas Lumpuh dan Kendaraan Mogok

Banjir yang mulai naik sejak pukul 02.00 WIB mencapai puncaknya pada waktu subuh. Dampaknya, jalur utama Jelobo-Samben terpaksa dialihkan karena genangan air yang terlalu tinggi untuk dilalui kendaraan kecil. Denis, seorang pemilik kios di Desa Carikan, menceritakan betapa kacaunya kondisi jalan pagi tadi.

Read Also

Kalender Jawa Rabu Pahing 15 April 2026: Menelusuri Watak Wasesa Segara dan Pantangan Taliwangke

Kalender Jawa Rabu Pahing 15 April 2026: Menelusuri Watak Wasesa Segara dan Pantangan Taliwangke

“Banyak sepeda motor dan mobil yang nekat menerjang banjir akhirnya mogok. Sangat mengganggu aktivitas warga yang mau berangkat kerja atau ke pasar,” ujar Denis. Ia berharap ada solusi permanen dari pemerintah daerah terkait perbaikan sistem pembuangan air di wilayah Kecamatan Juwiring agar kerugian warga tidak terus berulang setiap musim penghujan.

Hingga siang hari, meskipun air di beberapa titik mulai surut, warga tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Kabupaten Klaten dalam beberapa hari ke depan. Penanganan sedimentasi sungai dan penataan kembali drainase lingkungan kini menjadi tuntutan utama yang disuarakan masyarakat demi memutus rantai banjir tahunan ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *