Strategi Pemprov NTT Jaga Stok Gas Melon: Dapur Makan Bergizi Gratis Diarahkan Gunakan LPG 50 Kg

Rizky Fauzi | WartaLog
11 Apr 2026, 22:24 WIB
Strategi Pemprov NTT Jaga Stok Gas Melon: Dapur Makan Bergizi Gratis Diarahkan Gunakan LPG 50 Kg

**WartaLog** — Di tengah tantangan distribusi energi yang kian dinamis, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah taktis untuk mengamankan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram atau yang akrab disapa ‘gas melon’. Guna mengantisipasi kelangkaan di tingkat rumah tangga, pemerintah daerah secara resmi mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi ukuran 50 kg.

Melindungi Hak Konsumen Rumah Tangga

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi. Menurutnya, kebutuhan dapur untuk program skala besar seperti MBG harus diimbangi dengan kesadaran penggunaan energi nonsubsidi agar tidak menguras kuota masyarakat umum.

Read Also

Kesaksian Warga Pantai Nipah di Sidang Pembunuhan Mahasiswi Unram: Tak Pernah Ada Begal!

Kesaksian Warga Pantai Nipah di Sidang Pembunuhan Mahasiswi Unram: Tak Pernah Ada Begal!

“Kami mengarahkan para pelaku usaha di sektor ini untuk beralih ke tabung LPG 50 kg. Langkah ini krusial untuk memastikan pasokan tabung kecil tetap aman dan tersedia bagi dapur rumah tangga yang memang berhak menerimanya,” ujar Laka Lena dalam pernyataan resminya pada Sabtu (11/4/2026).

Tantangan Distribusi dan Kondisi Global

Fenomena kelangkaan gas melon di beberapa titik di Kota Kupang belakangan ini memang menjadi perhatian serius. Laka Lena mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada jalur distribusi. Hingga saat ini, NTT masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi, di mana sekitar 80 persen kebutuhan energi daerah dipasok dari luar wilayah, terutama dikirim melalui Surabaya, Jawa Timur.

Read Also

Jadwal SIM Keliling Badung 15 April 2026: Cek Lokasi dan Persyaratannya di Sini!

Jadwal SIM Keliling Badung 15 April 2026: Cek Lokasi dan Persyaratannya di Sini!

Faktor kondisi global diakui turut memberikan tekanan pada kelancaran pengiriman. “Memang sempat terjadi keterlambatan distribusi yang memicu kekosongan stok di sejumlah agen dan pangkalan. Hal ini dipengaruhi oleh dinamika logistik dari pusat pengiriman di Surabaya,” jelasnya menambahkan.

Langkah Konkret dan Stabilitas BBM

Tak tinggal diam, Pemprov NTT telah menjalin koordinasi intensif dengan Pertamina untuk memperluas jaringan distribusi. Salah satu solusinya adalah menambah jumlah agen LPG di Kota Kupang guna mempercepat proses bongkar muat dan penyaluran energi ke masyarakat.

Selain masalah gas, Gubernur juga memberikan update terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bumi Flobamora. Berbeda dengan LPG yang sempat tersendat, pasokan BBM dipastikan berada dalam zona aman dengan harga yang tetap stabil sesuai regulasi pemerintah.

Read Also

Lonjakan Permintaan Sapi Kurban, NTB Desak Penambahan Armada Kapal ke Kementerian Perhubungan

Lonjakan Permintaan Sapi Kurban, NTB Desak Penambahan Armada Kapal ke Kementerian Perhubungan

“Untuk stok BBM, masyarakat tidak perlu khawatir. Semuanya tersedia dan tidak ada kendala operasional di lapangan,” pungkas Laka Lena.

Di akhir penyampaiannya, ia juga menyelipkan pesan agar masyarakat tetap tenang dan menghindari perilaku panic buying. Pembelian yang berlebihan justru dikhawatirkan akan memperburuk situasi pasar yang sedang dalam proses pemulihan. Dengan sinergi antara pemerintah, penyedia layanan gizi, dan masyarakat, diharapkan ketahanan ekonomi NTT tetap terjaga di tengah tantangan yang ada.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *