Lengah di Menit Krusial, PSS Sleman Takluk dari Barito Putera Akibat Hilang Konsentrasi
WartaLog — Ambisi PSS Sleman untuk mencuri poin penuh di markas Barito Putera harus kandas setelah mereka dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1. Pertandingan yang merupakan bagian dari putaran ketiga Championship 2025/2026 ini menjadi kekalahan perdana bagi skuad berjuluk Super Elja tersebut.
Berlaga di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada Sabtu malam, PSS Sleman sebenarnya mampu mengimbangi permainan agresif tuan rumah di awal laga. Namun, benteng pertahanan yang digalang oleh tim tamu akhirnya runtuh di menit ke-77 lewat gol tunggal yang dilesakkan oleh Renan Alves. Gol tersebut sekaligus menjadi pembeda hasil akhir dalam duel yang berlangsung dengan tensi tinggi ini.
Fokus Menjadi Biang Kerok Kekalahan
Usai pertandingan, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, memberikan analisisnya mengenai penyebab utama kegagalan timnya membawa pulang poin. Ia menyoroti penurunan konsentrasi pemain di momen-momen krusial yang akhirnya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Laskar Antasari.
Lahan Kritis Jadi Emas Hijau, Inovasi Warga Dlingo Bantul Produksi Minyak Atsiri Berkualitas Dunia
“Pertandingan sebenarnya berjalan sangat menarik dengan intensitas yang luar biasa. Namun, itulah sepak bola; ketika kita kehilangan sedikit saja konsentrasi dan hilang fokus, kita pasti akan dihukum oleh gol lawan,” tutur Ansyari dalam sesi jumpa pers setelah laga.
Meski mengaku kecewa dengan hasil tersebut, Ansyari tetap berjiwa besar dengan memberikan apresiasi kepada pihak lawan. Baginya, kekalahan ini adalah tamparan keras sekaligus bahan evaluasi berharga untuk memperbaiki performa tim di pertandingan selanjutnya.
Optimisme Super Elja Tetap Terjaga
Walaupun kehilangan poin penuh di Banjarmasin, harapan PSS Sleman untuk mencapai target musim ini belum tertutup. Ansyari Lubis menegaskan bahwa perjuangan masih panjang dan seluruh elemen tim harus bekerja lebih ekstra untuk bangkit.
Menaker Yassierli Beri Sinyal Program Magang Nasional 2026: Kuota Diusulkan Naik Jadi 150 Ribu Orang
“Peluang kami di Championship 2025/2026 masih sangat terbuka lebar. Kekalahan ini menuntut kami, baik pemain maupun pelatih, untuk bekerja jauh lebih keras lagi agar bisa memberikan hasil maksimal di laga-laga mendatang,” tegasnya.
Senada dengan sang pelatih, penggawa PSS Sleman, Figo Dennis, mengakui bahwa hasil di Banjarmasin memang jauh dari ekspektasi. Namun, ia memastikan bahwa semangat juang rekan-rekannya tidak akan luntur begitu saja.
“Hasil ini memang bukan yang kami harapkan. Namun, banyak pelajaran penting yang bisa kami ambil untuk hari esok. Setiap pertandingan di sisa musim ini sangat krusial bagi kami, dan kami berjanji akan kembali dengan performa yang lebih kuat,” tutup Figo dengan nada optimis.
Babak Akhir Kasus Yai Mim: Polresta Malang Kota Terbitkan SP3 Usai Eks Dosen UIN Malang Meninggal Dunia
Kini, PSS Sleman harus segera mengalihkan fokus mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi jadwal padat di sisa kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia tersebut demi menjaga asa di papan atas klasemen.