Persaingan Kursi Panas Sekda Kota Jogja: 7 Nama Pejabat Internal Melaju ke Babak Berikutnya
WartaLog — Peta persaingan memperebutkan posisi tertinggi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta kini semakin mengerucut. Sebanyak tujuh pejabat senior internal dipastikan lolos seleksi administrasi dan bersiap adu gagasan demi menduduki kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja yang strategis.
Langkah ini diambil menyusul kekosongan jabatan definitif setelah Aman Yuriadijaya memasuki masa purna tugas pada awal tahun 2026. Saat ini, kendali operasional Pemkot Jogja sementara dipegang oleh Dedi Budiono, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Jogja, yang ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Sekda.
Dominasi Wajah Internal dalam Bursa Calon
Berdasarkan pengumuman resmi nomor 03/PANSEL/IV/YK/2026, Panitia Seleksi (Pansel) mengonfirmasi bahwa dari delapan pendaftar yang masuk, tujuh di antaranya dinyatakan memenuhi syarat administratif. Menariknya, ketujuh kandidat tersebut merupakan sosok-sosok yang sudah tidak asing lagi di lingkungan Balai Kota Jogja.
Tragedi Berdarah di Ghana: Bus Berekum Chelsea Dihujani Peluru, Satu Pemain Muda Tewas Mengenaskan
Berikut adalah daftar nama pejabat yang akan memperebutkan kursi Sekda Kota Jogja:
- Agus Arif Nugroho (Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja)
- Agus Tri Haryono (Kepala Bappeda Kota Jogja)
- Budi Santosa Asrori (Kepala Disdikpora Kota Jogja)
- Ignatius Trihastono (Kepala Diskominfosan Kota Jogja)
- Octo Noor Arafat (Kepala Satpol PP Kota Jogja)
- Patricia Heny Dian Anitasari (Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan)
- Raden Roro Andarini (Kepala BPKAD Kota Jogja)
Satu nama yang terpaksa harus terhenti langkahnya adalah Taufik Jatmiko, Kepala Bagian Risalah Biro Sistem Informasi dan Dokumentasi Setjen DPR RI. Kegagalan Taufik murni disebabkan oleh kendala regulasi mengenai batas usia maksimal bagi pendaftar dari jenjang administrator atau eselon 3.
Peta Baru di Perbatasan: Israel Rancang Skenario Pendudukan Militer Jangka Panjang di Lebanon Selatan
Ujian Berat Menanti di Tahapan Selanjutnya
Kepala BKPSDM Kota Jogja, Sarwanto, menegaskan bahwa proses seleksi jabatan ini dilakukan secara ketat dan transparan. Tim Pansel sendiri dikomandoi oleh Sekda DIY dengan melibatkan unsur akademisi berpengalaman dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
“Para calon akan diuji secara komprehensif. Mulai dari Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural yang dijadwalkan pada 21-22 April 2026, hingga uji gagasan,” ungkap Sarwanto saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Salah satu tahapan yang paling menantang adalah Uji Gagasan Tertulis pada 23 April mendatang. Dalam sesi ini, para kandidat wajib menyusun makalah secara mendadak (on the spot) tanpa bantuan koneksi internet. Mereka hanya diberikan waktu 3 jam untuk menuangkan visi dan solusi strategis bagi pembangunan Kota Yogyakarta ke depan.
Rahasia Kuah Cuko Pempek Kental dan Otentik: Tips Praktis Mengolah Asam Jawa ala WartaLog
Menuju Tiga Besar
Setelah melewati rangkaian tes lisan, presentasi, dan wawancara pada akhir April, Pansel akan menyaring nama-nama tersebut menjadi tiga kandidat terbaik. Hasil akhir ini dijadwalkan akan diumumkan pada 5 Mei 2026.
Tiga nama finalis tersebut nantinya akan diserahkan kepada Wali Kota Yogyakarta sebagai pejabat pembina kepegawaian untuk dipilih satu nama definitif yang akan mengemban amanah sebagai panglima ASN di Kota Pelajar tersebut. Proses ini diharapkan melahirkan sosok pemimpin birokrasi yang inovatif dan mampu menjawab tantangan dinamika kota yang kian kompleks.