Tragedi di Balai Padukuhan Tiyasan: Kronologi Jasad Aushof yang Terjebak Sebulan dalam Mobil
WartaLog — Keheningan di Balai Padukuhan Pojok Tiyasan, Condongcatur, Depok, Sleman mendadak pecah pada Minggu pagi (12/4). Sebuah mobil Honda BRV berwarna hijau mutiara yang telah terparkir statis selama satu bulan lamanya ternyata menyimpan rahasia memilukan. Di dalamnya, sesosok pria bernama Aushof Al Baits (29), warga asal Jepara, ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan.
Aroma Misterius di Tengah Kerja Bakti
Penemuan ini bermula saat warga setempat tengah bahu-membahu melaksanakan gotong royong untuk menurunkan material pasir di sekitar area Balai Padukuhan. Lokasi parkir mobil tersebut memang berada di sisi selatan gedung, berdekatan dengan jalan raya yang cukup sibuk dan pusat kuliner. Namun, kaca film mobil yang sangat gelap membuat siapapun tidak menaruh curiga selama berminggu-minggu.
Jalur Prestasi PBUB UGM 2026: Panduan Lengkap Syarat, Jadwal, dan Cara Pendaftaran
Jono, salah satu warga yang ikut dalam aksi kerja bakti tersebut, menceritakan bahwa awalnya warga berniat memindahkan mobil bernomor polisi K 1120 MT itu karena menghalangi aktivitas. Namun, saat langkah kaki semakin mendekat, tercium aroma busuk yang sangat menyengat menembus celah-celah kendaraan. Penasaran sekaligus waswas, warga mencoba mengintip dari jarak dekat dan mendapati pemandangan yang mengejutkan di balik kemudi.
“Kemarin itu kami sedang kerja bakti, lalu mau menurunkan pasir. Karena ada mobil itu, kami berniat memindahkannya. Tapi pas mendekat, baunya luar biasa menyengat. Begitu ditengok ke dalam, ternyata ada penemuan mayat,” ungkap Jono saat memberikan kesaksian kepada tim jurnalis.
Identitas dan Laporan Orang Hilang
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera menerjunkan Tim INAFIS Polresta Sleman dan Polsek Depok Timur ke lokasi kejadian. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengonfirmasi bahwa identitas korban adalah Aushof Al Baits, seorang mahasiswa asal Jepara yang memang telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak awal Maret lalu.
Buntut Viral Iklan Penjualan Rp 65 Miliar, KKP Resmi Segel Pulau Umang di Pandeglang
Berdasarkan penelusuran fakta, korban diketahui meninggalkan rumah saudaranya di kawasan Condongcatur pada Kamis, 5 Maret 2026, sekitar pukul 07.25 WIB. Rekaman CCTV terakhir menunjukkan korban mengendarai mobil BRV tersebut sendirian. Ironisnya, saat pergi, Aushof meninggalkan dompet, KTP, dan SIM di rumah, sehingga keluarga kehilangan jejak sama sekali ketika nomor teleponnya tidak lagi bisa dihubungi.
Dugaan Keracunan Gas Karbon Monoksida
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim Forensik RS Bhayangkara Polda DIY, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, muncul indikasi kuat mengenai penyebab kematian tragis ini. Polisi mencurigai adanya faktor keracunan gas karbon monoksida yang terakumulasi di dalam kabin mobil yang tertutup rapat.
Menaker Yassierli Beri Sinyal Program Magang Nasional 2026: Kuota Diusulkan Naik Jadi 150 Ribu Orang
“Lebam pada jenazah berwarna merah cerah, yang mengindikasikan adanya keracunan karbon monoksida karena berada di dalam mobil terlalu lama. Estimasi waktu kematian berkisar antara 15 hingga 37 hari yang lalu, mengingat kondisi ruangan yang tertutup rapat,” jelas Iptu Argo.
Akhir Perjalanan yang Memilukan
Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang pribadi milik korban, mulai dari jam tangan merek Fossil, ponsel Samsung, tas pinggang, hingga botol parfum. Meskipun kematian ini menyisakan duka mendalam, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Aushof sebagai sebuah musibah murni.
Keluarga korban secara resmi menolak dilakukan prosedur autopsi lebih lanjut dan memilih untuk segera membawa jenazah pulang ke Jepara untuk dimakamkan. Kasus ini menjadi pengingat pilu bagi warga di sekitar Sleman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap kendaraan yang terparkir mencurigakan dalam jangka waktu lama.