Ketegangan Memuncak, Donald Trump Kritik Keras Paus Leo XIV Soal Konflik Iran

Fajar Ramadhan | WartaLog
13 Apr 2026, 13:52 WIB
Ketegangan Memuncak, Donald Trump Kritik Keras Paus Leo XIV Soal Konflik Iran

WartaLog — Hubungan diplomatik dan moral antara pemimpin negara adidaya dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia kini berada di titik nadir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka melontarkan serangan verbal yang tajam terhadap Paus Leo XIV, menyusul kecaman dari Takhta Suci terkait eskalasi konflik Iran yang melibatkan Amerika Serikat.

Kritik Pedas dari Gedung Putih

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh CNN pada Senin (13/4/2026), Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap arah kebijakan luar negeri yang diambil oleh Paus Leo XIV. Trump tidak segan-segan melabeli pandangan pemimpin spiritual tersebut sebagai sesuatu yang berbahaya dan tidak sejalan dengan kepentingan keamanan global.

“Kita tidak bisa menyukai seorang Paus yang seolah memberikan ruang bagi kepemilikan senjata nuklir. Dia adalah sosok yang tampaknya tidak memahami risiko bermain-main dengan negara yang ingin meledakkan dunia,” ujar Trump dengan nada provokatif. Ia bahkan menambahkan secara terang-terangan bahwa dirinya bukan lagi penggemar dari Paus asal Amerika tersebut.

Read Also

Info Loker Medan: Pasca Libur Lebaran, Rabu Walk-In Interview Kembali Hadir dengan 5 Perusahaan Besar

Info Loker Medan: Pasca Libur Lebaran, Rabu Walk-In Interview Kembali Hadir dengan 5 Perusahaan Besar

Paus Leo XIV: Suara Kemanusiaan di Tengah Ketegangan

Sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, Leo XIV memang dikenal sangat vokal dalam menyuarakan perdamaian, terutama terkait ketegangan antara AS, Israel, dan Iran. Pekan lalu, sang Paus menyampaikan kecaman keras terhadap retorika militeristik yang dilemparkan Trump, menyebut ancaman terhadap rakyat Iran sebagai tindakan yang “benar-benar tidak dapat diterima.”

Namun, alih-alih meredam suasana, kritik dari Vatikan tersebut justru memicu amarah Trump. Melalui platform Truth Social, Trump mengunggah tulisan panjang yang menuding Paus Leo XIV sebagai sosok yang lemah dalam menghadapi kejahatan internasional.

Tudingan Politisasi Takhta Suci

Trump berargumen bahwa Paus Leo XIV memiliki perspektif yang buruk dalam hal kebijakan luar negeri. Ia juga menyatakan keberatannya terhadap sikap Paus yang mengkritik intervensi Amerika Serikat di Venezuela, serta posisi Paus yang terus-menerus memberikan catatan kritis terhadap kebijakan domestik maupun luar negeri Presiden Amerika Serikat.

Read Also

Isak Tangis dan Kekecewaan Keluarga PMI Medan: Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Raib dalam Pengiriman dari Korea

Isak Tangis dan Kekecewaan Keluarga PMI Medan: Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Raib dalam Pengiriman dari Korea

“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang terus-menerus mengkritik Presiden Amerika Serikat,” tulis Trump. Lebih jauh lagi, ia melontarkan klaim kontroversial bahwa terpilihnya Leo XIV sebagai Paus hanyalah strategi politik Gereja untuk menghadapi kepemimpinannya.

Menurut Trump, Paus Leo XIV awalnya tidak masuk dalam daftar kandidat utama, namun sengaja ditempatkan di posisi tersebut karena kewarganegaraan Amerikanya, yang dianggap sebagai cara terbaik bagi Gereja untuk berurusan dengan administrasi Donald Trump. Perseteruan ini menandai babak baru yang penuh gejolak dalam sejarah hubungan antara otoritas politik di Washington dan otoritas moral di Vatikan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *