Dorong Kedaulatan Pangan, Bupati Luwu Utara Boyong Program Cetak Sawah 20 Ribu Hektare ke Kementan

Anisa Putri | WartaLog
15 Apr 2026, 18:21 WIB
Dorong Kedaulatan Pangan, Bupati Luwu Utara Boyong Program Cetak Sawah 20 Ribu Hektare ke Kementan

WartaLog — Langkah strategis demi memperkuat sektor agraris di Sulawesi Selatan terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Dalam sebuah pertemuan formal yang berlangsung hangat di Jakarta, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, secara khusus menyambangi kantor Kementerian Pertanian untuk memaparkan peta jalan pengembangan pertanian Luwu Utara di masa depan.

Dihadapan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Andi Rahim membawa agenda besar terkait perluasan lahan produktif melalui program cetak sawah. Tak main-main, target yang dibidik mencapai 20.000 hektare, sebuah angka ambisius yang dinilai sangat realistis mengingat potensi alam wilayah tersebut yang sangat melimpah.

Optimalisasi Potensi Bendungan Baliase

Dalam audiensi tersebut, Andi Rahim menjelaskan bahwa saat ini program cetak sawah di daerahnya telah menyentuh angka 4.000 hektare. Namun, fokus utama pemerintah daerah kini beralih pada optimalisasi infrastruktur pendukung yang sudah ada, khususnya Bendungan Baliase.

Read Also

Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Kartini 2026: Referensi Khidmat untuk Sekolah dan Instansi

Panduan Lengkap Susunan Upacara Hari Kartini 2026: Referensi Khidmat untuk Sekolah dan Instansi

“Kami memaparkan rencana cetak sawah yang target totalnya mencapai 20.000 hektare. Potensinya sangat besar, terutama di area Bendungan Baliase yang mampu mengaliri hingga 18.000 hektare. Saat ini baru sekitar 4.000 hektare yang teraliri air secara maksimal,” ungkap Andi Rahim kepada tim WartaLog.

Ia menekankan bahwa keberadaan bendungan besar ini harus dibarengi dengan pembangunan jaringan irigasi yang merata agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani di pelosok desa.

Modernisasi Pertanian dan Dukungan Alsintan

Selain perluasan lahan, Bupati Luwu Utara juga menyoroti pentingnya modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi produksi. Ia secara spesifik mengajukan permohonan bantuan berupa hand tractor, alat pemanen (dozer padi), hingga penggunaan teknologi mutakhir seperti drone pertanian.

Read Also

Diplomasi Marathon 21 Jam di Pakistan Gagal, Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Buntu

Diplomasi Marathon 21 Jam di Pakistan Gagal, Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Buntu

“Kami juga meminta perhatian khusus untuk perbaikan saluran irigasi tersier. Masih banyak sawah kita yang bersifat tadah hujan. Untuk wilayah-wilayah yang jauh dari sumber air, kami mengusulkan bantuan pompa air agar produktivitas lahan tetap terjaga meski di musim kemarau,” tambahnya.

Diversifikasi Komoditas: Kopi, Kakao, dan Durian

Visi Andi Rahim tidak hanya terpaku pada sektor pangan pokok. Ia melihat potensi besar pada komoditas perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Seko. Dalam usulannya, ia meminta dukungan pengadaan bibit kakao seluas 5.000 hektare.

Tak berhenti di situ, sektor perkebunan kopi juga menjadi prioritas dengan usulan pengembangan 2.500 hektare kopi robusta dan 1.000 hektare kopi arabika. Penanaman bibit durian unggul juga masuk dalam daftar rencana pengembangan ekonomi hijau di wilayahnya.

Read Also

Tragedi di Jalur CFD Makassar: Dua Jukir Resmi PD Parkir Nekat Tikam Sekuriti Akibat Cekcok Lahan

Tragedi di Jalur CFD Makassar: Dua Jukir Resmi PD Parkir Nekat Tikam Sekuriti Akibat Cekcok Lahan

“Pertanian adalah napas ekonomi Luwu Utara. Dengan dukungan penuh dari pusat, kami optimis pertumbuhan ekonomi daerah akan terus melaju positif, yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan seluruh warga kita,” pungkasnya optimis.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *