Skandal Napi Korupsi ‘Ngopi’ di Kendari: Rutan Selidiki Dugaan Rapat Terselubung Supriadi dengan Pengusaha
WartaLog — Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh laporan mengenai aktivitas tak lazim seorang narapidana korupsi berinisial S, mantan Kepala Syahbandar Kolaka, yang terlihat berada di sebuah kedai kopi di Kota Kendari. Pria yang seharusnya menjalani masa tahanan ini diduga tidak hanya sekadar mampir, namun tengah melakukan pertemuan khusus dengan sejumlah pengusaha di tengah status hukumnya yang masih aktif sebagai warga binaan.
Menanggapi kabar miring yang beredar luas tersebut, pihak Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari segera mengambil langkah tegas. Proses investigasi mendalam kini tengah dijalankan untuk menguliti fakta di balik kejadian yang mencoreng institusi pemasyarakatan tersebut. Plh Kepala Rutan Kendari, La Ode Mustakim, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan pelanggaran prosedur ini.
Amukan Si Jago Merah di Sinjai Utara: 4 Rumah Panggung Ludes, 35 Gram Emas Hangus Terbakar
“Terkait informasi mengenai pertemuan dengan pengusaha di coffee shop tersebut, kami sedang melakukan pendalaman lebih lanjut. Investigasi masih berjalan,” ungkap La Ode Mustakim saat memberikan keterangan pers kepada media pada Selasa (14/4/2026).
Pemeriksaan Berlapis: Petugas Pengawal hingga Terpidana Diinterogasi
Menurut Mustakim, fokus utama pemeriksaan saat ini adalah pada personel yang bertugas melakukan pengawalan terhadap Supriadi pada hari kejadian. Tim internal sedang menyisir kronologi detail untuk melihat apakah ada kelalaian atau bahkan kesengajaan yang dilakukan oleh oknum petugas dalam memberikan celah bagi narapidana tersebut untuk ‘keluyuran’.
Tidak hanya petugas pengawal yang berada di bawah radar pemeriksaan, Supriadi sendiri pun tak luput dari interogasi. Tim pemeriksa berencana mengonfrontasi keterangan dari kedua belah pihak guna mendapatkan kejelasan motif di balik singgahnya sang terpidana di tempat umum.
Jejak Sabotase di Balik Kebakaran RSUD Paniai: Rekaman CCTV Ungkap Gerak-Gerik Terduga Pelaku
“Kami menggali informasi secara terpisah, baik dari petugas pengawal maupun dari Supriadi sendiri. Setelah data terkumpul, informasi tersebut akan dikonfrontasi untuk mencari titik terang,” tambah Mustakim. Ia pun menghimbau agar publik tetap tenang dan memberikan waktu bagi tim untuk menuntaskan pemeriksaan ini.
Atensi Tinggi dari Kanwil Ditjenpas Sultra
Kejadian ini rupanya mendapat perhatian serius dari level yang lebih tinggi. Penyelidikan hukum ini tidak hanya dilakukan oleh tim internal Rutan, melainkan juga melibatkan tim khusus dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara. Keterlibatan tim wilayah ini menunjukkan bahwa kasus ini dianggap sebagai isu krusial yang memerlukan penanganan objektif dan transparan.
Sinopsis Guy Ritchie’s The Covenant: Kisah Heroik dan Janji di Tengah Bara Perang Afghanistan
Berdasarkan laporan awal, keberadaan Supriadi di luar Rutan sebenarnya didasari oleh agenda resmi. Ia diketahui baru saja menyelesaikan agenda sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Kendari atas kasus korupsi yang menjeratnya. Namun, prosedur standar seharusnya mengarahkan narapidana langsung kembali ke sel tahanan tanpa ada jeda kunjungan ke tempat-tempat publik seperti coffee shop.
Pihak Rutan Kendari berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran protokol pengawalan. Kasus ini menjadi alarm bagi sistem pengawasan narapidana di Sulawesi Tenggara agar insiden serupa yang mencederai keadilan publik tidak kembali terulang di masa depan.