Langkah Nyata SMA Kemala Taruna Bhayangkara Sleman Lawan Krisis Lingkungan Bersama Aktivis Jerman
WartaLog — Isu kerusakan lingkungan kini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Sekolah yang berbasis di Sleman ini baru saja mengambil langkah progresif dengan menggelar Expert Forum yang secara khusus membedah urgensi pelestarian tanah. Tak tanggung-tanggung, mereka menghadirkan Konstantin Zulske, seorang aktivis lingkungan asal Jerman yang gencar mengampanyekan gerakan global Save Soil.
Perhelatan edukatif ini berlangsung dengan khidmat di Kampus Global Darussalam Academy (GDA), Pakem, Sleman, pada Selasa (14/4) pagi. Melalui forum ini, SMA KTB berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap krisis isu lingkungan yang tengah mengancam keberlangsungan hidup manusia.
Menaker Yassierli Beri Sinyal Program Magang Nasional 2026: Kuota Diusulkan Naik Jadi 150 Ribu Orang
Mengintegrasikan Kesadaran Global dalam Kurikulum
Direktur Kebhayangkaraan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Brigjen Pol. M. Arif Sugiarto, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perpanjangan dari penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) di sekolah tersebut. Salah satu pilar utamanya adalah membentuk pola pikir yang mendunia atau international mindedness.
“Kami ingin murid-murid di sini memiliki cara berpikir global. Melalui pendidikan internasional ini, tujuan kita bukan sekadar mencetak siswa yang pintar, tapi juga mereka yang punya kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Arif saat memberikan keterangan di lokasi acara.
Lebih lanjut, Arif menyoroti kondisi kritis tanah (soil) yang kini menjadi ancaman serius, baik di level global maupun nasional. Menurutnya, kerusakan tanah akan memicu efek domino yang merusak stabilitas pangan dan ekonomi. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara mempertahankan kualitas tanah menjadi materi yang sangat krusial untuk disampaikan sejak dini.
Garuda Muda Siap Mengudara! Simak Link Streaming Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026
Aksi Nyata: Dari Bersepeda Hingga Peresmian Taman Kemala
Kepala Sekolah SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Hendri Adi, menjelaskan bahwa forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi di dalam ruangan. Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan yang menyatu dengan alam, yakni bersepeda pagi bersama Konstantin Zulske yang diikuti oleh pengelola asrama dan perwakilan siswa.
“Agenda hari ini sangat inspiratif. Selain berdialog untuk menyerap semangat gerakan Save Soil yang digawangi Konstantin, kami juga meresmikan Taman Kemala sebagai bentuk komitmen hijau sekolah kami,” kata Hendri. Taman ini dibangun di atas sebidang tanah khusus yang didedikasikan untuk penghijauan sebagai simbol dukungan terhadap gerakan lingkungan berkelanjutan.
Sebagai simbolisasi dari semangat tersebut, dilakukan penanaman 11 bibit pohon di area sekolah. Penanaman ini diharapkan tidak hanya mempercantik estetika lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi paru-paru kecil yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Aksi Nyata Petani Punk Gunungkidul: Memacu Regenerasi Lewat Pertanian Organik yang Mandiri
Ancaman Konversi Lahan dan Ketahanan Pangan
Perspektif yang lebih luas disampaikan oleh Founder Global Darussalam Academy, Muhammad Romahurmuziy. Ia mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan besar terkait alih fungsi lahan yang sangat masif setiap tahunnya.
“Kampanye Save Soil ini adalah tentang masa depan umat manusia. Di Indonesia saja, laju konversi lahan sawah menjadi non-pertanian mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni sekitar 90.000 hingga 120.000 hektar per tahun,” ungkap pria yang akrab disapa Rommy tersebut. Ia menekankan bahwa jika tren ini terus berlanjut tanpa ada langkah mitigasi dan konservasi alam, maka ketahanan pangan nasional akan berada dalam posisi yang rentan.
Melalui kolaborasi antara SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan Global Darussalam Academy ini, diharapkan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan tanah dapat tersampaikan secara luas, memantik partisipasi publik, dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam aksi penyelamatan bumi.