Gunung Merapi Kembali Berulah, 8 Desa di Magelang Diselimuti Hujan Abu Tipis

Yeni Sartika | WartaLog
13 Apr 2026, 22:48 WIB
Gunung Merapi Kembali Berulah, 8 Desa di Magelang Diselimuti Hujan Abu Tipis

WartaLog — Geliat aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali memicu kekhawatiran bagi warga di lereng gunung. Pada Senin malam (13/4/2026), fenomena hujan abu dilaporkan melanda setidaknya delapan desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah gunung api paling aktif di Indonesia tersebut memuntahkan Awan Panas Guguran (APG).

Berdasarkan laporan terkini yang diterima oleh tim redaksi dari pusdalops BPBD Kabupaten Magelang hingga pukul 20.40 WIB, sebaran abu vulkanik menyasar wilayah yang cukup luas. Di Kecamatan Dukun, empat desa yang terdampak langsung adalah Desa Paten, Sengi, Krinjing, dan Desa Mangunsoko. Sementara itu, di Kecamatan Sawangan, guyuran abu tipis menyelimuti Desa Kapuhan, Ketep, Wonolelo, serta Desa Gantang.

Read Also

Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Maut Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Portal dan Rekayasa Jalan Permanen

Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Maut Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Portal dan Rekayasa Jalan Permanen

Respon Cepat Otoritas Terkait

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Beliau juga mengingatkan warga untuk tidak lengah meskipun intensitas hujan abu masih tergolong ringan.

“Masyarakat kami imbau untuk selalu waspada dan menjauhi zona bahaya, terutama alur-alur sungai yang memiliki hulu di Gunung Merapi guna menghindari potensi bahaya sekunder,” tegas Bambang saat dikonfirmasi pada Senin malam.

Detail Aktivitas Vulkanik Merapi

Menurut data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tersebut meluncur sekitar pukul 19.56 WIB. Estimasi jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah sektor barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Secara teknis, aktivitas ini tercatat memiliki amplitudo maksimum 22,11 mm dengan durasi kejadian selama 199,23 detik.

Read Also

Drama Lima Set di Solo: Pertamina Enduro Bungkam Electric PLN, Selangkah Menuju Grand Final Proliga 2026

Drama Lima Set di Solo: Pertamina Enduro Bungkam Electric PLN, Selangkah Menuju Grand Final Proliga 2026

Wawan, salah seorang warga Desa Sengi, menuturkan kesaksiannya mengenai kondisi di pemukiman. Menurutnya, meskipun udara sempat terasa pekat, material abu yang jatuh tidak terlalu tebal. “Nggih (betul terjadi hujan abu), tapi kondisinya masih tipis,” ungkapnya singkat melalui pesan singkat.

Status Siaga dan Imbauan Keselamatan

Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Merapi masih tertahan pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan tetap merujuk pada rekomendasi resmi dari instansi berwenang. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam bagi penduduk yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Pemerintah daerah bersama relawan lokal terus melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan masker bagi warga terdampak guna meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Read Also

Badai Cedera Hantam PSIS Semarang: Mario Londok Absen dalam Lawatan Krusial ke Markas Persipura

Badai Cedera Hantam PSIS Semarang: Mario Londok Absen dalam Lawatan Krusial ke Markas Persipura

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *