Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Maut Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Portal dan Rekayasa Jalan Permanen
WartaLog — Jalur Silayur atau yang secara resmi dikenal sebagai Jalan Prof. Dr. Hamka di Kecamatan Ngaliyan, Semarang, telah lama menjadi perhatian serius akibat kontur jalannya yang terjal dan sering memicu kecelakaan fatal. Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah mematangkan sejumlah skema strategis untuk membatasi pergerakan kendaraan berat di kawasan tersebut, mulai dari pemasangan portal fisik hingga penutupan titik putar balik secara permanen.
Langkah Tegas Demi Keselamatan Pengguna Jalan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah merancang mitigasi jangka pendek untuk mengurangi risiko kecelakaan di turunan tajam tersebut. Menurutnya, tantangan utama di Silayur adalah kemiringan jalan yang sangat curam, sehingga tidak ideal untuk dilalui kendaraan bermuatan besar dengan intensitas tinggi.
Kedok Investasi Bodong KSP Tunas Harapan Temanggung Terbongkar: Modus Bunga Tinggi Hingga Skema Ponzi Rp 9 Miliar
“Tim dari Dishub sedang menyiapkan beberapa skema untuk menekan mobilitas kendaraan berat. Untuk melakukan perubahan infrastruktur secara menyeluruh agar jalan menjadi landai tentu membutuhkan proses yang lama, jadi langkah pembatasan adalah yang paling realistis saat ini,” ujar Agustina saat ditemui di Balai Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan kawasan industri yang pesat di wilayah tersebut mungkin tidak sepenuhnya terprediksi saat perencanaan awal jalur urban ini dibuat. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat drastis ketika truk-truk berukuran besar mulai mendominasi arus lalu lintas di jalur yang menantang ini.
Pemasangan Portal dan Batasan Ketinggian
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, memaparkan rincian teknis terkait rencana pemasangan portal pembatas. Rencananya, portal setinggi 3,4 meter akan dipasang di dua titik krusial. Titik pertama berada di sisi bawah, tepatnya di sekitar Pasar Jrakah, sementara titik kedua berada di sisi atas, di dekat kantor Sabhara.
Panduan Lengkap Kamus Bahasa Jawa-Indonesia: Menelusuri Makna dari Huruf A hingga Z
“Kami harus mengambil langkah konkret untuk menghentikan rangkaian kecelakaan di Silayur. Dengan portal setinggi 3,4 meter, kendaraan jenis trailer, tronton, hingga kereta gandengan tidak akan bisa melintas secara bebas. Kendaraan di atas 8 ton juga akan dilarang melewati jalur ini pada jam-jam sibuk,” tegas Danang.
Meski demikian, Pemkot Semarang tetap mempertimbangkan aspek logistik. Dishub akan memberlakukan sistem buka-tutup portal pada malam hari, yakni mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, guna mengakomodasi kebutuhan operasional perusahaan yang telah memiliki izin melintas.
Penutupan U-Turn dan Pelebaran Bottleneck
Selain portal, langkah antisipasi lainnya adalah penutupan permanen pada empat titik u-turn atau putaran balik yang selama ini dianggap rawan memicu konflik lalu lintas dan kecelakaan. Danang menyebutkan bahwa evaluasi akan terus dilakukan, dan tidak menutup kemungkinan jumlah titik putaran balik yang ditutup akan bertambah demi menjaga keamanan berkendara.
Stadion Manahan Dikritik ‘Bak Sawah’, Wali Kota Solo Respati Ardi Pastikan Evaluasi Total Drainase
Pemerintah juga menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengatasi masalah penyempitan jalan atau bottleneck. Salah satu titik yang akan diperlebar adalah sisi kiri jalan dari arah atas, tepatnya di ujung perumahan Permata Puri. Pelebaran ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dan mengurangi potensi gesekan antar-kendaraan di titik sempit.
Data di lapangan menunjukkan bahwa urgensi pembenahan jalur Silayur ini semakin mendesak setelah kecelakaan beruntun yang terjadi pada 10 April 2026 lalu. Sebuah truk trailer kehilangan kendali dan menghantam beberapa kendaraan serta gerobak pedagang, yang menyebabkan kemacetan parah dan jatuhnya korban luka. Dengan adanya regulasi baru ini, Pemkot Semarang berharap wajah transportasi di Ngaliyan menjadi lebih tertib dan aman bagi seluruh warga.