Komitmen di Atas Kursi Pelatih: Profil Andri Ramawi yang Resmi Tinggalkan PSIS Semarang
WartaLog — Dinamika di bangku cadangan PSIS Semarang mencapai titik puncaknya setelah Andri Ramawi secara resmi memutuskan untuk menanggalkan jabatannya sebagai pelatih. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat performa tim di bawah arahannya sebenarnya menunjukkan tren yang cukup menjanjikan di kompetisi sepak bola Indonesia.
Keputusan pengunduran diri ini bukan dipicu oleh keretakan hubungan dengan manajemen atau performa buruk di lapangan, melainkan sebuah bentuk loyalitas dan komitmen personal. Andri mengungkapkan bahwa langkahnya ini tak lepas dari mundurnya Direktur Teknik PSIS, Angel Alfredo Vera. Sebagai sosok yang datang dalam satu paket kesepakatan kerja, Andri memilih untuk menjaga integritas janjinya: jika Alfredo keluar, maka ia pun turut angkat kaki.
Kesetiaan Tanpa Batas: Kisah Endang Selamatkan 16 Kucing di Tengah Kepungan Banjir Solo Baru
Prinsip Loyalitas di Balik Mundurnya Sang Juru Taktik
Dunia kepelatihan seringkali bukan hanya soal strategi di atas rumput, tapi juga soal kepercayaan antarpelatih. Andri Ramawi menegaskan bahwa hubungannya dengan jajaran manajemen PSIS Semarang tetap berjalan sangat baik. Namun, baginya, komitmen kepada Coach Alfredo adalah prioritas utama yang harus ia pegang teguh.
“Coach Alfredo sudah tidak lagi bersama tim saat persiapan menghadapi Barito. Sejak awal, saya memiliki janji pribadi bahwa jika beliau keluar, saya juga akan mengikuti langkah tersebut,” tutur Andri saat memberikan klarifikasi mengenai masa depannya.
Rekam Jejak Strategis: Dari Pembinaan Usia Muda hingga Profesional
Andri Ramawi bukanlah nama baru dalam ekosistem pelatih sepak bola tanah air. Pria berusia 39 tahun pemegang lisensi A-AFC ini memiliki portofolio yang sangat beragam, mulai dari mengasah talenta muda hingga menjadi asisten di tim-tim besar.
Sukoharjo Terkepung Banjir: Belasan Sekolah Diliburkan dan Jalur Solo Baru Lumpuh
Perjalanannya dimulai dari Barito Putera, di mana ia sempat menjabat sebagai pelatih fisik tim senior pada 2016 sebelum akhirnya dipercaya memimpin skuad Barito Putera U-21 dan U-19. Kemampuannya dalam meracik strategi kemudian membawanya ke Persipura pada periode 2020-2021 sebagai asisten pelatih, posisi yang juga pernah ia emban di Persis Solo.
Tak hanya di level klub, reputasi Andri juga diakui secara nasional. Pada tahun 2024, ia sempat dipercaya menahkodai Tim Nasional Pelajar U-17. Fleksibilitas kariernya juga terlihat saat ia menjabat sebagai Direktur Teknik di Bintang Galaxy Football Academy Makassar serta keterlibatannya dalam tim kepelatihan PSAU (TNI AU) dan Persiba Bantul sebelum akhirnya merapat ke Semarang pada awal 2026.
Persis Solo Tundukkan Semen Padang 2-1: Laskar Sambernyawa Berhasil Menjauh dari Jurang Degradasi
Catatan Singkat yang Berkesan di Laskar Mahesa Jenar
Meski masa baktinya bersama Laskar Mahesa Jenar terbilang singkat sejak bergabung pada Februari lalu, Andri meninggalkan catatan yang patut diapresiasi. Dalam masa kepemimpinannya, ia berhasil membukukan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan.
Salah satu momen paling ikonik dalam masa jabatannya adalah saat PSIS Semarang menghancurkan Persipal Palu dengan skor telak 6-1. Kemenangan dengan selisih lima gol tersebut menjadi bukti bahwa tangan dingin Andri mampu membuat lini serang PSIS tampil sangat eksplosif. Kini, dengan mundurnya Andri, publik Semarang menanti siapa sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepelatihan di tengah musim yang terus berjalan.