Sukoharjo Terkepung Banjir: Belasan Sekolah Diliburkan dan Jalur Solo Baru Lumpuh
WartaLog — Alam tengah menunjukkan kekuatannya di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang tak kunjung reda sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari, sejumlah wilayah di kabupaten ini terendam banjir cukup parah. Kondisi darurat ini memaksa pihak berwenang untuk mengambil langkah cepat, termasuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di belasan sekolah demi menjamin keselamatan para siswa dan tenaga pengajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, mengonfirmasi bahwa instruksi untuk meliburkan siswa telah dikeluarkan secara resmi pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil setelah laporan mengenai air yang mulai memasuki ruang-ruang kelas diterima oleh dinas terkait.
Gunung Merapi Kembali Berulah, 8 Desa di Magelang Diselimuti Hujan Abu Tipis
“Kami telah menginstruksikan kepada bapak dan ibu guru untuk meliburkan anak-anak sekolah. Selain faktor keselamatan, prioritas utama lainnya adalah melakukan pengamanan aset-aset penting di lingkungan sekolah agar kerusakan tidak semakin meluas akibat rendaman air,” ujar Havid saat memberikan keterangan kepada awak media.
Daftar Sekolah yang Terdampak Genangan
Berdasarkan data lapangan yang berhasil dihimpun, dampak banjir Sukoharjo kali ini meluas ke beberapa kecamatan kunci. Di Kecamatan Grogol, sedikitnya tujuh sekolah dasar dilaporkan terendam. SDN Sanggrahan 02 menjadi salah satu titik terparah dengan ketinggian air mencapai 60 cm di dalam ruang kelas. Selain itu, sekolah lain seperti SDN Sanggrahan 01, SDN Cemani 05, SDN Langenharjo 03, SDN Madegondo 03, SDN Telukan 03, dan SDN Kwarasan 01 juga mengalami gangguan akses akibat genangan air yang menutupi halaman sekolah.
Kalender Jawa Selasa Legi 14 April 2026: Harmoni Karakter dan Petunjuk Keberuntungan
Kondisi memprihatinkan juga terlihat di Kecamatan Baki. Di SDN Duwet 02 dan SDN Gentan 02, air tidak hanya membanjiri halaman, tetapi sudah merambah hingga ke ruang guru, ruang kepala sekolah, hingga fasilitas sanitasi. Bahkan di SDN Purbayan 01, ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa memaksa aktivitas pendidikan dihentikan total. Sementara itu, di Kecamatan Gatak, tercatat empat sekolah dasar dan SMPN 1 Gatak turut terdampak genangan.
“Data ini masih bersifat sementara dan kemungkinan besar bisa bertambah. Kami masih menunggu laporan lengkap dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang tersebar di wilayah terdampak,” tambah Havid.
Hujan 10 Jam dan Dampak Luas di 14 Desa
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menjelaskan bahwa musibah ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama kurang lebih 10 jam, terhitung mulai pukul 18.00 hingga 04.00 WIB. Akibatnya, 14 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura, kini terkepung air.
Komitmen PT GMM Blora: Meski Gagal Giling Tahun Ini, Tebu Petani Dijamin Tetap Terserap
Wilayah Kecamatan Grogol menjadi salah satu yang terdampak paling luas, mencakup Desa Manang, Langenharjo, Madegondo, hingga Cemani. Di sisi lain, Kecamatan Gatak juga melaporkan genangan signifikan di Desa Blimbing, Gatak, dan Sanggung. “Ketinggian air bervariasi di setiap titik. Di beberapa lokasi seperti Dukuh Ngasinan, Desa Kwarasan, air masih bertahan hingga setinggi pinggang orang dewasa,” ungkap Ariyanto.
Warga Mengungsi ke Jalur Solo Baru
Bencana ini tidak hanya melumpuhkan sekolah, tetapi juga memaksa ribuan warga untuk meninggalkan kediaman mereka. Pantauan di kawasan Solo Baru menunjukkan pemandangan warga yang terpaksa mengungsi dan tidur di tepi jalan Ir. Soekarno yang memiliki elevasi lebih tinggi.
Agus, salah seorang warga Ngasinan, menuturkan bahwa luapan sungai yang melintasi desanya terjadi begitu cepat sekitar tengah malam. “Hujannya sangat awet dari sore. Sekitar jam 12 malam air mulai masuk dan langsung tinggi. Terakhir kali banjir separah ini terjadi sekitar empat tahun lalu. Sekarang tingginya sampai 80 sentimeter, terpaksa kami tidur di pinggir jalan semalam,” tuturnya sembari menyelamatkan barang berharga.
Dampak lain dari banjir ini adalah lumpuhnya arus lalu lintas di jalur utama Ir. Soekarno yang menghubungkan Sukoharjo dengan Kota Solo. Kemacetan panjang tidak terhindarkan karena banyak kendaraan yang harus berjalan merayap menghindari titik-titik genangan air yang dalam. Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih bersiaga di lapangan untuk membantu proses evakuasi warga dan pengaturan lalu lintas.