Babak Baru Birokrasi Bogor: Sekda Tegaskan Kompetensi Jadi Panglima, Era ‘Orang Dekat’ Berakhir

Santi Rahayu | WartaLog
15 Apr 2026, 14:19 WIB
Babak Baru Birokrasi Bogor: Sekda Tegaskan Kompetensi Jadi Panglima, Era 'Orang Dekat' Berakhir

WartaLog — Gebrakan besar tengah terjadi di jantung pemerintahan Kabupaten Bogor. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara terbuka menyatakan bahwa era promosi jabatan berdasarkan kedekatan personal atau status ‘orang dekat’ telah resmi berakhir. Kini, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk membuktikan kualitas diri melalui meritokrasi yang ketat.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ajat saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di kawasan Megamendung, Selasa (14/4/2026). Langkah ini merupakan ejawantah dari arah kebijakan yang dicanangkan oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, demi menciptakan tata kelola pemerintahan Bogor yang lebih profesional dan transparan.

Meritokrasi Sebagai Standar Baru

Ajat menekankan bahwa setiap pegawai memiliki peluang yang setara untuk menapaki tangga karir, asalkan mampu menunjukkan kapasitas dan integritas dalam bekerja. Tidak ada lagi karpet merah bagi mereka yang hanya mengandalkan koneksi tanpa prestasi.

Read Also

Hitung-hitungan Juara Persib Bandung: Berapa Poin Lagi Maung Bandung Segel Takhta Super League?

Hitung-hitungan Juara Persib Bandung: Berapa Poin Lagi Maung Bandung Segel Takhta Super League?

“Kami ingin memastikan bahwa siapapun yang memiliki kemampuan berhak untuk maju. Pengukuran keberhasilan seorang ASN kini murni berdasarkan kinerja ASN dan kontribusi nyata yang mereka berikan di lapangan,” ungkap Ajat dengan nada optimis.

Menyesuaikan Ritme Kerja yang Dinamis

Perubahan sistem ini bukan tanpa tantangan. Ajat mengingatkan bahwa pola kerja baru ini menuntut adaptasi yang cepat. Dengan masa jabatan pimpinan yang memiliki batas waktu tertentu, seluruh jajaran birokrasi diharapkan mampu berlari kencang demi mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan.

Ia menyoroti pentingnya perubahan mentalitas bagi para pejabat administrator. Budaya lama yang cenderung pasif dan hanya menunggu instruksi pimpinan atau disposisi dinilai sudah tidak relevan lagi dengan dinamika organisasi saat ini.

Read Also

Titik Terang Polemik Gedung MUI Sukabumi: Segel Dibuka Usai Kontraktor Janji Lunasi Tunggakan

Titik Terang Polemik Gedung MUI Sukabumi: Segel Dibuka Usai Kontraktor Janji Lunasi Tunggakan
  • ASN harus menjadi inisiator dalam setiap pemecahan masalah.
  • Memiliki sikap yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan regulasi.
  • Bersikap responsif terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat di lapangan.

Investasi dari Uang Rakyat

Menutup arahannya, Ajat mengingatkan para peserta PKA bahwa pelatihan yang mereka jalani bukanlah sekadar formalitas untuk memenuhi prasyarat kenaikan pangkat. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut berasal dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat.

“Pelatihan ini adalah investasi besar dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas birokrasi kita. Masyarakat menaruh harapan besar di pundak Bapak dan Ibu sekalian. Oleh karena itu, wujudkan kebanggaan tersebut melalui kontribusi yang nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Read Also

Terkuak! Misteri Pelarian Siswi SMP Sindangkerta yang Sempat Diduga Diculik

Terkuak! Misteri Pelarian Siswi SMP Sindangkerta yang Sempat Diduga Diculik

Dengan semangat transformasi ini, diharapkan ASN Bogor mampu membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik dan efektivitas kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *