Strategi OVOP: Langkah Berani Bupati Mahayastra Melejitkan Ekonomi Desa di HUT Gianyar ke-255

Rizky Fauzi | WartaLog
14 Apr 2026, 00:48 WIB
Strategi OVOP: Langkah Berani Bupati Mahayastra Melejitkan Ekonomi Desa di HUT Gianyar ke-255

WartaLog — Semangat kemandirian ekonomi dari akar rumput kian membuncah di Kabupaten Gianyar. Dalam suasana penuh kemeriahan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar, wajah Balai Budaya Gianyar bertransformasi menjadi panggung megah bagi para pelaku industri kreatif lokal.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, secara resmi membuka pameran UMKM yang kali ini mengusung napas baru. Bukan sekadar pameran biasa, Mahayastra mendorong penerapan konsep strategis bertajuk One Village One Product (OVOP) atau satu desa satu produk unggulan guna memperkuat pondasi ekonomi daerah.

Pemerataan Potensi Lewat Strategi OVOP

Konsep ini lahir dari keinginan untuk memberikan panggung yang adil bagi setiap jengkal tanah di Gianyar. Menurut Mahayastra, tahun ini pemerintah daerah sengaja menghadirkan nuansa berbeda dengan memastikan keterwakilan setiap desa berdasarkan keunggulannya masing-masing, sehingga tidak ada potensi desa yang tertinggal.

Read Also

Rayakan HUT ke-255, Pemkab Gianyar Buka Peluang Karir Lewat Job Fair di Alun-Alun Kota

Rayakan HUT ke-255, Pemkab Gianyar Buka Peluang Karir Lewat Job Fair di Alun-Alun Kota

“Tahun ini kita menampilkan sesuatu yang sedikit berbeda. Kita persiapkan secara merata, setiap desa ada perwakilan dengan keunggulan masing-masing. Dengan konsep one village one product, semua terwakili dan semua merasa senang,” ungkap Mahayastra saat memberikan keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).

Langkah ini dianggap krusial agar denyut ekonomi tidak hanya berpusat di perkotaan. Melalui pameran ini, setiap produk lokal mendapatkan sorotan yang layak, mulai dari kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi hingga produk olahan pangan desa yang autentik.

Sinergi Pengusaha dan Masyarakat Lokal

Menariknya, keberpihakan terhadap ekonomi rakyat ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Bupati Mahayastra juga mengajak para pengusaha lokal dan tokoh masyarakat untuk terlibat aktif dalam gerakan ini. Mereka didorong untuk melakukan aksi nyata dengan berbelanja langsung di stan-stan yang ada sebagai bentuk dukungan konkret terhadap keberlanjutan bisnis kecil.

Read Also

Mengenal Setiawan Budi Cahyono: Sosok Ahli Intelijen yang Kini Nakhodai Kejaksaan Tinggi Bali

Mengenal Setiawan Budi Cahyono: Sosok Ahli Intelijen yang Kini Nakhodai Kejaksaan Tinggi Bali

“Pentingnya dukungan terhadap UMKM sebagai pilar ekonomi rakyat sangat terasa, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sering kali tidak menentu. Penguatan pasar domestik adalah kunci ketahanan kita,” tegas Mahayastra.

Perhelatan akbar ini diikuti oleh sedikitnya 40 stan pilihan. Sebanyak 33 stan mewakili UMKM dari berbagai desa yang memamerkan identitas unik desa mereka, sementara tujuh stan lainnya berasal dari Dekranasda Gianyar yang menampilkan kurasi produk-produk unggulan binaan daerah.

Membangun Daya Saing Global dari Desa

Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang musiman untuk merayakan hari jadi kota, tetapi menjadi batu loncatan bagi produk-produk dari Kabupaten Gianyar untuk dikenal lebih luas di kancah nasional maupun internasional. Semangat Pekan Budaya Gianyar yang menyertai HUT ke-255 ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat.

Read Also

Aksi Kemanusiaan Ji Chang Wook di Kupang NTT: Bangun Sekolah PAUD Megah di Tengah Realita Gaji Guru Rp100 Ribu

Aksi Kemanusiaan Ji Chang Wook di Kupang NTT: Bangun Sekolah PAUD Megah di Tengah Realita Gaji Guru Rp100 Ribu

Dengan produk yang lebih kompetitif dan akses pasar yang lebih terbuka, visi Mahayastra untuk membawa desa-desa di Gianyar menjadi mandiri secara ekonomi tampaknya mulai menemukan jalannya. Produk lokal kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan primadona yang siap bersaing di pasar global.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *