Mengenal Mornine M1: Robot Humanoid ‘Blonde’ Besutan Chery yang Dibanderol Rp 700 Jutaan
WartaLog — Era di mana robot hidup berdampingan dengan manusia tampaknya bukan lagi sekadar bumbu film fiksi ilmiah. Chery, raksasa otomotif yang selama ini dikenal lewat lini kendaraannya, kini melakukan lompatan besar ke dunia robotika melalui anak usahanya, AiMoga. Produk andalan mereka, sebuah robot humanoid bernama Mornine M1, baru saja resmi dipasarkan secara massal dengan penampilan yang cukup mencolok.
Penampilan Ikonik dan Harga Kompetitif
Mornine M1 hadir dengan identitas visual yang unik, yakni rambut berwarna blonde yang membuatnya tampak lebih ramah dan antropomorfik. Berdasarkan pantauan tim kami, robot ini mulai ditawarkan secara daring melalui platform e-commerce JD.com di toko resmi ‘AiMoga Intelligent Robot’.
Rahasia di Balik Ikan Sapu-Sapu: Dari Pembersih Akuarium hingga Ancaman Serius bagi Ekosistem Nusantara
Bagi Anda yang tertarik mengadopsi teknologi terbaru ini, Mornine M1 dibanderol seharga 285.800 yuan, atau jika dikonversi berada di angka sekitar Rp 716 jutaan. Meski angka ini terlihat fantastis, bagi dunia robotika humanoid, harga tersebut dinilai cukup kompetitif. Selain model humanoid, AiMoga juga meluncurkan ‘sahabat’ bagi Mornine M1, yaitu robot anjing bernama Argos X1 yang dijual dengan harga jauh lebih terjangkau, yakni sekitar Rp 39 jutaan.
Spesifikasi Teknis: Lebih dari Sekadar Pajangan
Mornine M1 bukan hanya unggul di penampilan. Dari sisi fisik, robot ini dirancang dengan postur manusia dewasa, memiliki tinggi 167 cm dan berat 70 kg. Berikut adalah beberapa keunggulan teknis yang disematkan pada tubuhnya:
Bukan Sekadar Mampir, Jawa Barat Racik Strategi Agar Wisatawan Betah Menetap Lebih Lama
- Mobilitas Tinggi: Memiliki 40 derajat kebebasan gerak (degree of freedom) yang memungkinkan transisi gerakan menjadi lebih halus dan natural.
- Kecepatan: Mampu berjalan dengan kecepatan hingga 1 meter per detik.
- Kekuatan Lengan: Ujung lengannya sanggup mengangkat beban hingga 1,5 kg, cukup untuk membantu pekerjaan ringan.
- Daya Tahan: Disokong oleh baterai berkapasitas 0.7 kWh, robot ini bisa beroperasi selama kurang lebih dua jam dalam satu kali pengisian penuh.
Untuk urusan navigasi, Mornine M1 dibekali sensor canggih layaknya mobil listrik modern. Terdapat teknologi 3D LiDAR, kamera kedalaman (depth camera), kamera sudut lebar, hingga empat radar ultrasonik yang memastikan ia tidak menabrak objek di sekitarnya.
Fungsi dan Integrasi dengan Industri Otomotif
Menariknya, Chery tidak memisahkan lini robotika ini dari bisnis inti mereka. Mornine M1 diproyeksikan untuk membantu berbagai sektor, mulai dari menjadi staf resepsionis, tenaga sales di showroom, hingga fungsi asistensi yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan perangkat VR. Bahkan, robot ini didemonstrasikan mampu membuka pintu mobil secara otomatis.
Komitmen Universitas Indonesia Bongkar Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Fakultas Hukum
AiMoga juga telah menyiapkan strategi distribusi yang masif. Tidak hanya mengandalkan penjualan online, mereka akan memanfaatkan jaringan dealer 4S Chery dan membangun experience store di pusat perbelanjaan. Skema kepemilikannya pun dibuat fleksibel dengan pilihan cicilan maupun leasing, sebuah langkah yang jarang ditemukan dalam industri robotika sebelumnya.
Masa Depan Robotika Global
Langkah berani Chery ini sejalan dengan prediksi dari laporan TrendForce yang menyebutkan bahwa industri robot humanoid global akan memasuki fase komersialisasi krusial pada paruh kedua tahun 2026. China diprediksi akan menjadi pemimpin pasar dengan pertumbuhan produksi mencapai 94% secara tahunan.
Dengan hadirnya Mornine M1, batasan antara industri otomotif dan teknologi kecerdasan buatan semakin kabur. Teknologi yang semula dianggap sebagai visi masa depan, kini perlahan mulai hadir di ruang tamu dan pusat perbelanjaan kita sebagai asisten yang siap membantu aktivitas sehari-hari.