Menelisik Kasus Penganiayaan Driver Ojol di Labuan Bajo: Trauma Mendalam di Tengah Pesona Wisata
WartaLog — Kabar pilu datang dari destinasi wisata super prioritas, Labuan Bajo. Donatus Darso, seorang pengemudi ojek online (ojol), kini tengah bergelut dengan rasa trauma yang mendalam. Alih-alih meraup rezeki dari geliat pariwisata, ia justru menjadi korban aksi premanisme saat hendak menjemput seorang turis asing di kawasan Bandara Internasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dua Hari Terpaku Trauma
Insiden kelam yang menimpanya pada Senin (13/4/2026) tersebut menyisakan luka psikis yang berat. Donatus mengaku tak lagi memiliki keberanian untuk turun ke jalan dan mencari nafkah seperti biasanya. Ketakutan itu terus membayanginya hingga saat ini.
“Trauma sekali. Sudah dua hari ini saya tidak berani bekerja,” ungkap Donatus dengan nada getir saat memberikan keterangan pada Selasa (14/4/2026). Ia berharap penuh agar aparat penegak hukum tidak membiarkan kejadian ini menguap begitu saja dan menuntut keadilan agar kasus penganiayaan ini diusut hingga akar-akarnya.
Siasat DPRD Bali Hadapi Lonjakan Harga Tiket Pesawat 13 Persen Demi Jaga Stabilitas Pariwisata
Kronologi Kekerasan di Gerbang Pariwisata
Kejadian bermula ketika Donatus menerima pesanan dari seorang wisatawan asal Eropa melalui aplikasi. Menyadari adanya kesepakatan antara penyedia jasa transportasi online dengan sopir angkutan wisata lokal di kawasan Bandara Komodo, Donatus sebenarnya sudah bertindak sangat hati-hati. Ia tidak menjemput penumpang tepat di depan pintu kedatangan.
“Saya sampaikan ke penumpang bahwa saya menunggu di depan mini market yang lokasinya cukup jauh dari gerbang keluar bandara. Penumpang itu setuju,” jelasnya. Namun, saat turis tersebut menghampiri sepeda motornya, situasi mendadak berubah menjadi mencekam.
Sekelompok orang, yang diduga berjumlah antara 7 hingga 9 orang, tiba-tiba datang mengepungnya. Tanpa dialog yang dingin, mereka membentak dan memaksa penumpang tersebut turun. Donatus menceritakan bagaimana dirinya menjadi sasaran amukan massa tersebut:
Perisai Kesehatan Tamu Allah: 680 Calon Jemaah Haji Bali Jalani Vaksinasi Wajib
- Ia dipukul secara membabi buta.
- Ditendang di bagian perut hingga terhempas ke aspal jalan raya.
- Dicekik hingga meninggalkan bekas kemerahan di leher.
- Bahkan saat ia mencoba bangkit untuk menaiki motornya kembali, serangan fisik terus dilancarkan oleh para pelaku.
Polisi Buru Para Pelaku
Pihak kepolisian tidak tinggal diam menanggapi laporan tindak kekerasan ini. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi laporan resmi dari korban dan sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi siapa saja individu di balik aksi pengeroyokan tersebut.
“Kami telah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat. Kami akan selidiki apa motif sebenarnya di balik aksi penganiayaan ini,” tegas Christian.
Berkah Car Free Night Lombok Barat: UMKM Lokal Raup Omzet Jutaan Rupiah di Taman Kota Giri Menang
Kasus ini menjadi sorotan publik di Labuan Bajo, mengingat daerah tersebut merupakan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Keamanan para pekerja jasa transportasi, baik online maupun konvensional, menjadi krusial agar gesekan-gesekan serupa tidak kembali mencederai citra ramah tamah yang selama ini dibangun.