Berkah Car Free Night Lombok Barat: UMKM Lokal Raup Omzet Jutaan Rupiah di Taman Kota Giri Menang

Rizky Fauzi | WartaLog
12 Apr 2026, 03:57 WIB
Berkah Car Free Night Lombok Barat: UMKM Lokal Raup Omzet Jutaan Rupiah di Taman Kota Giri Menang

WartaLog — Denyut nadi perekonomian di Kabupaten Lombok Barat kian terasa kencang lewat kehadiran agenda mingguan Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD). Bertempat di pusat keramaian Taman Kota Giri Menang, ratusan pelaku usaha lokal kini mulai memetik buah manis dari ramainya kunjungan masyarakat yang memadati kawasan tersebut setiap akhir pekan.

Magnet Ekonomi Baru bagi Ratusan UMKM

Tidak kurang dari 257 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggantungkan harapan pada geliat aktivitas di taman kebanggaan masyarakat Gerung ini. Dampaknya pun nyata; pundi-pundi rupiah mengalir deras ke kantong para pedagang. Koordinator lapak UMKM setempat, Lalu Puguh Mulawarman, mengungkapkan bahwa omzet harian para pedagang di kawasan tersebut menunjukkan angka yang sangat menggembirakan.

Read Also

Analisis Ala Ayuning Dewasa 12 April 2026: Mengapa Redite Wage Landep Bukan Waktu Ideal untuk Manusa Yadnya?

Analisis Ala Ayuning Dewasa 12 April 2026: Mengapa Redite Wage Landep Bukan Waktu Ideal untuk Manusa Yadnya?

“Setiap lapak di sini mampu mengantongi omzet mulai dari Rp 1 juta hingga menembus Rp 2,5 juta dalam sehari. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, perputaran uang di area ini bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Puguh saat berbincang dengan tim WartaLog.

Nasi Ebatan dan Bakpao yang Laris Manis

Puguh, yang juga merupakan penduduk asli Gerung, turut merasakan langsung dampak positif ini. Menjajakan kuliner khas Sasak berupa nasi ebatan, ia mengaku sanggup menjual sekitar 100 porsi hanya dalam hitungan lima jam. Antusiasme pembeli yang datang dari berbagai pelosok Pulau Lombok membuatnya mampu meraih omzet sekitar Rp 1,4 juta saat momen CFN berlangsung.

“Malam hari saat CFN memang puncaknya keramaian. Kalau pagi harinya saat CFD, omzet masih terjaga di angka Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Alhamdulillah, hasilnya sangat lumayan untuk menghidupi ekonomi keluarga,” tambahnya penuh syukur.

Read Also

Sentuhan Magis Veteran: Muhammad Rahmat Kembali Jadi Tumpuan Bali United Hadapi Malut United

Sentuhan Magis Veteran: Muhammad Rahmat Kembali Jadi Tumpuan Bali United Hadapi Malut United

Kisah sukses serupa dialami oleh Syifa, salah seorang pedagang bakpao. Memanfaatkan momentum geliat ekonomi kreatif di CFD, barang dagangannya kerap ludes hanya dalam waktu singkat. Mulai berjualan dari fajar menyingsing pukul 05.00 WITA, biasanya pada pukul 08.00 WITA Syifa sudah bisa berkemas pulang karena seluruh dagangannya habis terjual dengan omzet mencapai Rp 1 juta.

Hiburan dan Kuliner: Perpaduan Sempurna Malam Mingguan

Keberhasilan program yang sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun ini tidak lepas dari konsep yang ditawarkan kepada publik. Bukan sekadar tempat belanja, Taman Kota Giri Menang disulap menjadi ruang publik yang menyuguhkan hiburan segar bagi warga.

Ayu, salah seorang pengunjung setia, menuturkan bahwa kombinasi antara variasi makanan dan suasana santai menjadi alasan utamanya rutin menyambangi lokasi ini. “Paling senang menghabiskan malam minggu di sini karena ada live music juga. Pilihan makanan dan minumannya sangat beragam, jadi tidak pernah bosan untuk datang lagi,” ungkapnya kepada WartaLog.

Read Also

Skandal Lahan Pecatu Bagik Polak: Mantan Pejabat BPN dan Kades Dituntut Penjara

Skandal Lahan Pecatu Bagik Polak: Mantan Pejabat BPN dan Kades Dituntut Penjara

Dengan antusiasme pengunjung yang terus menunjukkan tren positif, kegiatan CFN dan CFD di Lombok Barat ini diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan wisata NTB dan kesejahteraan pelaku usaha lokal di masa mendatang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *