Derwati Bandung Terendam Banjir, Warga Terjebak Genangan dan Menanti Bantuan Medis
WartaLog — Kawasan Jalan Raya Derwati, Kota Bandung, kini berubah menjadi aliran air yang melumpuhkan sendi-sendi kehidupan warga setempat. Luapan air yang tak kunjung surut tidak hanya memutus akses transportasi, tetapi juga menjebak permukiman warga dalam kepungan banjir yang kian mengkhawatirkan.
Berdasarkan pantauan langsung tim di lapangan pada Selasa (14/4/2026), titik terparah terlihat di wilayah RT 02 RW 06, Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari. Di sini, aktivitas ekonomi dan sosial warga seolah mati suri. Genangan air yang masuk ke dalam rumah memaksa warga untuk menghentikan rutinitas harian mereka demi menyelamatkan harta benda dan membersihkan sisa-sisa lumpur.
Jeritan Warga di Tengah Kepungan Air
Herman (45), salah seorang warga terdampak, menceritakan bagaimana air mulai merangkak naik dan masuk ke kediamannya sejak dini hari. Ia terpaksa tidak bekerja karena rumahnya kini terendam. Kondisi ini, menurutnya, merupakan akumulasi dari cuaca ekstrem yang melanda sejak akhir pekan lalu.
Titik Terang Polemik Gedung MUI Sukabumi: Segel Dibuka Usai Kontraktor Janji Lunasi Tunggakan
“Sejak hari Minggu sebenarnya di jalan sudah ada genangan, tapi belum terlalu tinggi. Begitu hujan deras mengguyur kemarin, air langsung meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,” tutur Herman dengan nada gusar saat berbincang dengan tim kami.
Kekhawatiran utama warga saat ini adalah durasi banjir yang diprediksi tidak akan surut dalam waktu singkat. Biasanya, kawasan ini membutuhkan waktu dua hingga tiga hari agar air benar-benar kering. Warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk segera melakukan langkah konkret dalam penanganan banjir agar musibah serupa tidak terus berulang dan semakin parah.
Krisis Logistik dan Ancaman Penyakit Kulit
Selain kerugian materi, ancaman kesehatan kini mulai menghantui penduduk Derwati. Berendam di air keruh dalam waktu lama memicu kekhawatiran akan serangan penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya. Sayangnya, harapan warga untuk segera mendapatkan layanan medis belum sepenuhnya terpenuhi.
Aksi Cepat Penanganan Tanggul Jebol Sungai Cisunggalah, Jalur Majalaya Kembali Dipulihkan
Beberapa kebutuhan mendesak yang sangat dinantikan warga meliputi:
- Bantuan logistik berupa bahan pangan pokok (sembako).
- Perlengkapan tidur seperti selimut untuk menghalau dingin.
- Obat-obatan, terutama salep untuk penyakit kulit dan gatal-gatal.
Herman menyayangkan koordinasi di lapangan terkait pembukaan posko kesehatan. “Kami sudah bicara dengan pihak kelurahan, dan memang sudah ada peninjauan. Tapi katanya posko kesehatan baru dibuka besok. Padahal kami butuhnya sekarang, supaya warga tenang kalau ada yang mulai sakit,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga di depan rumah mereka sembari berharap hujan tidak kembali turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat berharap ada solusi permanen untuk mengatasi banjir Bandung di wilayah timur ini agar mereka tidak terus-menerus dirundung nestapa setiap kali musim penghujan tiba.
Ketegangan Timur Tengah Menghantui Haji 2026, BIJB Kertajati Perkuat Skenario Mitigasi Penerbangan