Polemik Sampah Denpasar: Wayan Koster Bantah Isu TPST Overload dan Pastikan Distribusi ke Klungkung Aman

Rizky Fauzi | WartaLog
13 Apr 2026, 16:54 WIB
Polemik Sampah Denpasar: Wayan Koster Bantah Isu TPST Overload dan Pastikan Distribusi ke Klungkung Aman

WartaLog — Isu mengenai krisis daya tampung di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Denpasar akhirnya mendapat respons langsung dari pucuk pimpinan tertinggi di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara tegas membantah kabar yang menyebutkan bahwa fasilitas pengolahan limbah tersebut tengah mengalami kelebihan kapasitas atau overload, khususnya untuk kategori sampah organik.

Klaim Distribusi Sampah yang Terkendali

Saat ditemui di Kantor Gubernur Bali pada Senin (13/4/2026), Koster menepis kekhawatiran publik mengenai tumpukan sisa cacahan organik yang disebut-sebut tidak memiliki tempat pembuangan akhir. Menurutnya, pemerintah daerah telah memetakan jalur distribusi hasil olahan tersebut agar tidak menumpuk di satu titik.

“Ya tidak (overload). Sudah ada tempatnya, semua sudah disiapkan. Langkah-langkah penanganan juga sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar,” ujar Koster dengan nada optimis. Ia menekankan bahwa mekanisme pengolahan sampah di ibu kota provinsi tersebut masih berjalan sesuai koridor yang direncanakan.

Read Also

Menelisik Kasus Penganiayaan Driver Ojol di Labuan Bajo: Trauma Mendalam di Tengah Pesona Wisata

Menelisik Kasus Penganiayaan Driver Ojol di Labuan Bajo: Trauma Mendalam di Tengah Pesona Wisata

Sinergi Denpasar dan Klungkung

Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa sisa hasil pencacahan sampah organik dari Denpasar tidak akan dibiarkan menggunung di gudang. Rencananya, material tersebut akan segera diangkut menuju Kabupaten Klungkung untuk proses pemanfaatan lebih lanjut. Meski demikian, ia tidak merinci secara mendetail mengenai jadwal pasti pengiriman tersebut.

Koster menegaskan bahwa eksekusi teknis di lapangan sepenuhnya berada di bawah kendali Pemerintah Kota Denpasar. “Yang lebih tahu detail operasionalnya adalah Pak Wali Kota,” tambahnya singkat sebelum menyudahi sesi wawancara.

Keluhan Forum SSB: Operator Mulai Menyerah?

Pernyataan Gubernur ini muncul sebagai jawaban atas keresahan yang disuarakan oleh Forum Swakelola Sampah Bali (SSB). Sebelumnya, Ketua Forum SSB, I Wayan Suarta, mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan di tiga titik krusial, yakni TPST Kertalangu, TPST Padangsambian, dan TPST Tahura.

Read Also

Kejar Target PAD Rp 511 Miliar, Pansus DPRD Karangasem Desak BPKAD Optimalkan Sektor Pajak Baru

Kejar Target PAD Rp 511 Miliar, Pansus DPRD Karangasem Desak BPKAD Optimalkan Sektor Pajak Baru

Suarta mengklaim para pengelola di lapangan mulai merasa kewalahan menghadapi volume sampah yang masuk. Ia menyebutkan bahwa para operator di tingkat UPT merasa telah kehabisan akal untuk mengelola sisa cacahan organik yang terus bertambah tanpa adanya saluran keluar yang jelas.

“Kemarin saya sudah berkomunikasi dengan pihak terkait dan kepala UPT. Mereka mengaku pusing karena kondisi sudah benar-benar penuh. Sisa cacahan organik ini tidak bisa keluar dari gudang, lantas mau dibuang ke mana lagi?” ungkap Suarta dengan nada cemas.

Tantangan Manajemen Sampah di Masa Depan

Perbedaan perspektif antara pemerintah dan praktisi lapangan ini menunjukkan bahwa tantangan kapasitas TPST di Bali masih menjadi isu sensitif yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah. Meskipun Gubernur memastikan jalur distribusi ke Klungkung telah siap, tantangan logistik dan kecepatan pengolahan di lapangan tetap menjadi kunci agar Denpasar terhindar dari potensi darurat sampah organik di masa mendatang.

Read Also

Langkah Strategis Pemprov NTB: 256 Desa Diguyur Dana Hingga Rp 500 Juta Melalui Program Desa Berdaya

Langkah Strategis Pemprov NTB: 256 Desa Diguyur Dana Hingga Rp 500 Juta Melalui Program Desa Berdaya

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *