Tragedi Batu Raksasa di Sangkanayu Purbalingga: Satu Nyawa Melayang, Belasan Warga Terpaksa Mengungsi

Yeni Sartika | WartaLog
12 Apr 2026, 19:55 WIB
Tragedi Batu Raksasa di Sangkanayu Purbalingga: Satu Nyawa Melayang, Belasan Warga Terpaksa Mengungsi

WartaLog — Keheningan pagi di Dusun Pondok Nangka, Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, seketika pecah oleh suara gemuruh yang menyerupai deru kendaraan berat. Namun, suara itu bukanlah mesin, melainkan tanah longsor dahsyat yang membawa bongkahan batu raksasa dari tebing setinggi 12 meter.

Peristiwa memilukan yang terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIB ini menyisakan duka mendalam. Saat itu, dua bersaudara, Yanti (38) dan Kasini (35), tengah beraktivitas di dapur rumah milik Sugiatno. Tanpa peringatan, lereng bukit di belakang hunian mereka ambrol, mengirimkan material tanah dan batu berdiameter sekitar 3 meter langsung menghantam area dapur tempat mereka berada.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga, Revon Harpindiat, menjelaskan bahwa terjangan material tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada tiga rumah warga. Dua bangunan dilaporkan mengalami rusak berat, sementara satu lainnya mengalami kerusakan sedang. Nahas, Yanti yang berada tepat di titik jatuhnya material sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Bobotsari, namun nyawanya tidak tertolong.

Read Also

Strategi Jitu Tembus PTN: Simulasi 50 Soal SNBT 2026 dan Kunci Jawaban Lengkap

Strategi Jitu Tembus PTN: Simulasi 50 Soal SNBT 2026 dan Kunci Jawaban Lengkap

Sementara itu, Kasini berhasil selamat meski harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Serayularangan akibat luka pada bagian kaki. Kejadian ini menambah catatan kelam bencana alam di wilayah Purbalingga yang memang memiliki kontur tanah perbukitan.

Belasan Jiwa Mengungsi ke Tempat Aman

Dampak dari longsor Purbalingga ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga memaksa 11 warga dari tiga kepala keluarga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Langkah evakuasi ini diambil karena kondisi cuaca dan struktur tanah di lokasi kejadian dianggap masih sangat berisiko.

“Untuk menjamin keselamatan, sebanyak 11 jiwa telah kami evakuasi ke rumah kerabat terdekat. Di antara para pengungsi, terdapat tiga anak berusia 4, 7, dan 12 tahun yang memerlukan perhatian khusus,” ujar Revon dalam keterangannya kepada tim WartaLog.

Read Also

Menanti Zulkaidah 2026: Estimasi Tanggal, Makna Mendalam, dan Peristiwa Bersejarah yang Mengiringinya

Menanti Zulkaidah 2026: Estimasi Tanggal, Makna Mendalam, dan Peristiwa Bersejarah yang Mengiringinya

Langkah Penanganan dan Analisis Geologi

Hingga saat ini, upaya pembersihan material batu raksasa dan sisa longsoran belum dapat dilakukan secara maksimal. Pihak BPBD Purbalingga bersama TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga di lokasi untuk melakukan asesmen lanjutan.

“Pembersihan belum memungkinkan karena tanah masih labil dan sangat rawan terjadi pergerakan susulan. Kami saat ini menunggu rekomendasi teknis dari tim geologi sebelum menerjunkan alat berat atau melakukan pembersihan total,” tambah Revon.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengonfirmasi bahwa insiden di wilayah RT 14 RW 5 tersebut terjadi begitu cepat. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras mengguyur dalam durasi lama, mengingat potensi pergerakan tanah di area perbukitan Sangkanayu masih cukup tinggi.

Read Also

Sukoharjo Terkepung Banjir: Belasan Sekolah Diliburkan dan Jalur Solo Baru Lumpuh

Sukoharjo Terkepung Banjir: Belasan Sekolah Diliburkan dan Jalur Solo Baru Lumpuh

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *