Pesona Telaga Biru Cicerem: Magnet ‘Healing’ Kuningan yang Tetap Hits Meski Cuaca Mendung

Santi Rahayu | WartaLog
12 Apr 2026, 18:54 WIB
Pesona Telaga Biru Cicerem: Magnet 'Healing' Kuningan yang Tetap Hits Meski Cuaca Mendung

WartaLog — Sisa-sisa gerimis yang membasahi kawasan Desa Wisata Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, seolah tak menjadi penghalang bagi para pencari ketenangan. Meski langit tampak mendung pada Minggu siang, antusiasme pengunjung untuk mencicipi kesegaran Telaga Biru Cicerem tetap membara. Objek wisata yang kini menjadi ikon wisata Kuningan ini terpantau dipadati ratusan orang yang datang dari berbagai penjuru daerah.

Magnet Kejernihan Air dan Ratusan Ikan Hias

Berdasarkan pengamatan tim lapangan, kerumunan wisatawan tampak asyik berinteraksi dengan alam di tepian telaga yang airnya sebening kaca. Salah satu aktivitas favorit adalah memberi makan ratusan ikan hias berukuran besar yang seolah menyambut kedatangan para tamu. Pemandangan ini menciptakan suasana akuarium raksasa alami yang sulit ditemukan di tempat lain.

Read Also

Menguak Rahasia Gang Sempit Rancaekek: Jejak Senyap Sindikat Senjata Api Ilegal ‘Ki Bedil’

Menguak Rahasia Gang Sempit Rancaekek: Jejak Senyap Sindikat Senjata Api Ilegal ‘Ki Bedil’

Tak hanya itu, banyak pengunjung yang memanfaatkan sudut-sudut estetik untuk berswafoto, sekadar berjalan santai menghirup udara segar, atau duduk melamun di gazebo kayu yang tersedia. Keasrian alam Telaga Biru Cicerem memang memiliki daya tarik magis yang mampu menghipnotis siapa pun yang berkunjung.

Rela Menempuh Perjalanan Jauh Demi ‘Healing’

Daya tarik Telaga Biru Cicerem telah merambah jauh melampaui batas wilayah Kuningan. Mila (21), seorang mahasiswa asal Tasikmalaya, menjadi salah satu bukti betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam mempromosikan destinasi ini. Terpicu oleh video-video viral di TikTok, ia rela menempuh perjalanan selama tujuh jam menggunakan sepeda motor bersama kerabatnya.

“Awalnya penasaran karena sering lewat di beranda TikTok, kelihatannya bagus sekali. Jadi, mumpung libur kuliah, saya berangkat dari jam 7 pagi dan baru sampai sini sekitar jam 2 siang. Perjalanannya lumayan melelahkan, apalagi cuaca tidak menentu,” cerita Mila saat berbincang dengan tim kami.

Read Also

Bukan King Cobra, Inilah Sosok Monster Berbisa Purba yang Pernah Menguasai Daratan

Bukan King Cobra, Inilah Sosok Monster Berbisa Purba yang Pernah Menguasai Daratan

Namun, rasa lelah akibat perjalanan panjang itu seketika sirna begitu ia menatap hamparan air telaga yang membiru. Menurutnya, kejernihan air yang menampakkan dasar telaga serta kehadiran ikan-ikan cantik menjadikannya tempat healing yang sangat ideal. “Sangat puas. Udaranya sejuk, airnya sangat jernih. Cocok banget buat menyegarkan pikiran sebelum kembali ke rutinitas kuliah. Fasilitasnya juga lengkap dan tiketnya sangat ramah di kantong,” tambahnya.

Destinasi Favorit Wisatawan Luar Kota

Kisah serupa juga datang dari Putri (21), rekan seperjalanan Mila yang juga berasal dari Kota Resik. Meski harus kembali ke Tasikmalaya pada sore harinya dan diprediksi sampai di rumah tengah malam, ia merasa kunjungan singkat ini sangat setimpal. Baginya, momen berinteraksi dengan ikan-ikan di air yang jernih memberikan ketenangan tersendiri.

Read Also

Wajah Baru Bandung: Ambisi Pemprov Jabar Sulap Gedung Sate dan Gasibu Jadi Plaza Terintegrasi

Wajah Baru Bandung: Ambisi Pemprov Jabar Sulap Gedung Sate dan Gasibu Jadi Plaza Terintegrasi

Direktur BUMDes Kaduela, Iim Ibrahim, mengonfirmasi bahwa tren kunjungan ke Telaga Cicerem tetap stabil bahkan setelah masa libur Lebaran usai. Pada hari Minggu tersebut, tercatat sekitar 300 pengunjung memadati area wisata. Menariknya, mayoritas wisatawan justru datang dari kota-kota besar.

“Alhamdulillah, meski libur panjang sudah lewat, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Pengunjung kami banyak yang datang dari Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, hingga Ciamis. Kebanyakan dari mereka memang datang untuk berburu foto estetik atau sekadar melepas penat sejenak. Rata-rata adalah wisatawan harian yang tidak menginap,” jelas Iim.

Fenomena ini membuktikan bahwa destinasi wisata berbasis alam dengan pengelolaan yang baik akan terus diminati. Telaga Biru Cicerem bukan sekadar kolam air, melainkan oase bagi masyarakat perkotaan yang merindukan harmoni dengan alam di tengah kesibukan harian mereka.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *