Wajah Baru Bandung: Ambisi Pemprov Jabar Sulap Gedung Sate dan Gasibu Jadi Plaza Terintegrasi
WartaLog — Wajah jantung Kota Bandung dipastikan akan mengalami transformasi besar dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mematangkan rencana ambisius untuk menyatukan dua ikon historis, Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, ke dalam satu kawasan plaza terintegrasi yang megah dan ramah pejalan kaki.
Visi Baru di Balik Penataan Kawasan
Langkah ini bukan sekadar renovasi biasa, melainkan sebuah upaya untuk mengembalikan marwah kawasan tersebut sebagai pusat gravitasi atau center point Jawa Barat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa rencana ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ingin menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan representatif bagi warga.
Rekor Kelam di Iran: 1.639 Eksekusi Mati dalam Setahun, Tertinggi dalam Tiga Dekade
“Kami tengah meninjau secara mendalam instruksi dari Pak Gubernur. Semuanya didasarkan pada kajian teknokratis agar hasil akhirnya nanti memberikan manfaat yang jauh lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Herman saat memberikan keterangan pada Minggu (12/4/2026). Meskipun detail teknis masih dalam tahap finalisasi, Herman menjamin bahwa aspek estetika dan fungsi akan berjalan beriringan dalam proyek pembangunan infrastruktur ini.
Detail Proyek dan Anggaran Fantastis
Bukan sekadar wacana, keseriusan Pemprov Jabar tercermin dalam alokasi anggaran yang telah terdaftar di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP. Proyek bertajuk ‘Pekerjaan Plaza Area Depan Gedung Sate – Gasibu’ ini mematok pagu anggaran fisik sebesar Rp15,03 miliar. Jika ditambah dengan biaya konsultasi perencanaan dan pengawasan, total investasi untuk mempercantik kawasan ini mencapai angka Rp15,82 miliar.
Jadwal Persib Bandung vs Bali United: Duel Panas Perebutan Dominasi di GBLA
Secara teknis, penataan ini akan mencakup lahan seluas 14.642 meter persegi. Fokus utamanya adalah menyambungkan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, yang kemungkinan besar akan berdampak pada penutupan Jalan Diponegoro untuk diubah menjadi area pedestrian penuh. Hal ini diharapkan dapat menciptakan akses yang lebih nyaman bagi pejalan kaki serta memperkuat identitas budaya Jawa Barat melalui elemen arsitektur yang ikonik.
Komitmen Transparansi dan Jadwal Pelaksanaan
Menyadari pentingnya kawasan ini bagi publik, Herman menekankan bahwa Pemprov Jabar akan mengedepankan transparansi di setiap tahapannya. “Gubernur meminta kami untuk sangat terbuka. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut mengenai desain akhir dan jadwal pastinya. Saat ini, semua masih dalam pemantauan timeline agar eksekusinya presisi,” tambahnya.
Sinopsis My Lucky Stars: Aksi Kocak Jackie Chan dan Sammo Hung Bongkar Sindikat Kriminal
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengerjaan proyek ini dijadwalkan berlangsung secara intensif mulai dari 8 April hingga 6 Agustus 2026. Tujuannya jelas: menciptakan sumbu utama yang menghubungkan pusat pemerintahan dengan ruang publik, menjadikannya sebuah lanskap yang membanggakan sekaligus fungsional bagi mobilitas warga Bandung dan wisatawan.
Dengan konsep plaza ini, Pemprov Jabar berharap dapat menghadirkan ruang terbuka hijau yang lebih luas dan teratur, sekaligus menegaskan peran strategis Gedung Sate sebagai simbol kepemimpinan dan kebudayaan di tanah Pasundan.