Teror Ular Piton 4 Meter di Pemukiman Semarang, Tim Damkar Gerak Cepat Lakukan Evakuasi

Yeni Sartika | WartaLog
11 Apr 2026, 21:06 WIB
Teror Ular Piton 4 Meter di Pemukiman Semarang, Tim Damkar Gerak Cepat Lakukan Evakuasi

WartaLog — Suasana tenang di Kota Semarang mendadak berubah mencekam setelah dua ekor ular piton berukuran raksasa ditemukan menyusup ke area pemukiman warga pada Sabtu (11/4/2026). Tidak tanggung-tanggung, kedua predator melata tersebut masing-masing memiliki panjang mencapai 4 meter dan muncul di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Banyumanik.

Kejadian pertama bermula di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan. Sang pemilik rumah, Ayani, terperanjat saat melangkah keluar rumah di sore hari dan mendapati seekor ular piton sedang melata di area terasnya. Penampakan hewan eksotis namun berbahaya ini sontak membuat warga sekitar waspada.

Aksi Sigap Tim Rescue di Ngaliyan

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim tak lama setelah menerima laporan dari Ayani. “Saat keluar rumah, pemilik melihat keberadaan ular tersebut tepat di teras. Beliau langsung menghubungi kami, dan tim rescue segera meluncur ke lokasi,” ujar Tantri saat memberikan keterangan.

Read Also

Menelusuri Jejak Rasa Es Krim Karimata Semarang: Rahasia Kelezatan Autentik yang Terjaga Sejak 1981

Menelusuri Jejak Rasa Es Krim Karimata Semarang: Rahasia Kelezatan Autentik yang Terjaga Sejak 1981

Sebanyak enam personel dikerahkan untuk menangani ular piton berukuran jumbo tersebut. Tantri menjelaskan bahwa ukuran ular ini tergolong besar, namun karena berada di ruang terbuka, petugas tidak menemui hambatan berarti. Dengan menggunakan alat penjepit khusus, proses evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban.

Setelah berhasil dilumpuhkan, ular tersebut langsung dimasukkan ke dalam drum pengaman dan dibawa menuju Mako Damkar Kota Semarang yang berlokasi di Semarang Barat untuk diamankan sementara waktu.

Kejadian Serupa di Banyumanik

Tak lama berselang, laporan evakuasi ular kembali masuk ke pusat komando pemadam kebakaran. Kali ini, seekor piton dengan panjang yang hampir identik, yakni 4 meter, ditemukan di samping kediaman Faiq Luthfi, warga Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik.

Read Also

Skandal Elpiji di Lingkungan Pendidikan: Polda Jateng Dalami Peran Guru dalam Kasus Oplosan di Brebes

Skandal Elpiji di Lingkungan Pendidikan: Polda Jateng Dalami Peran Guru dalam Kasus Oplosan di Brebes

Ular tersebut ditemukan secara tidak sengaja ketika Faiq hendak mengambil besi di samping rumahnya. Ternyata, tumpukan besi dan kayu di area tersebut menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi sang reptil. Karena merasa terancam, warga segera menghubungi pos Damkar terdekat.

“Tim dari Pos Damkar Banyumanik yang menangani lokasi kedua ini. Beruntung posisinya masih di ruang terbuka, sehingga evakuasi bisa dilakukan dengan cepat. Tantangannya biasanya akan lebih berat jika ular masuk ke dalam saluran air atau celah sempit yang tertutup,” tambah Tantri.

Imbauan untuk Warga

Kini, kedua ular piton tersebut telah berada dalam pengawasan petugas di Mako Damkar. Fenomena munculnya reptil besar di pemukiman ini menjadi pengingat bagi warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada area-area yang sering dijadikan tempat menumpuk material seperti kayu atau besi.

Read Also

Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Maut Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Portal dan Rekayasa Jalan Permanen

Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Maut Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Portal dan Rekayasa Jalan Permanen

Pihak Damkar juga mengimbau warga Semarang untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat jika menemukan hewan berbisa atau predator berbahaya di lingkungan rumah demi keselamatan bersama.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *