Persaingan Kursi Panas Sekda Kota Jogja: 7 Nama Pejabat Internal Melaju ke Babak Berikutnya

Dimas Pratama | WartaLog
15 Apr 2026, 19:21 WIB
Persaingan Kursi Panas Sekda Kota Jogja: 7 Nama Pejabat Internal Melaju ke Babak Berikutnya

WartaLog — Peta persaingan memperebutkan posisi tertinggi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta kini semakin mengerucut. Sebanyak tujuh pejabat senior internal dipastikan lolos seleksi administrasi dan bersiap adu gagasan demi menduduki kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja yang strategis.

Langkah ini diambil menyusul kekosongan jabatan definitif setelah Aman Yuriadijaya memasuki masa purna tugas pada awal tahun 2026. Saat ini, kendali operasional Pemkot Jogja sementara dipegang oleh Dedi Budiono, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Jogja, yang ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Sekda.

Dominasi Wajah Internal dalam Bursa Calon

Berdasarkan pengumuman resmi nomor 03/PANSEL/IV/YK/2026, Panitia Seleksi (Pansel) mengonfirmasi bahwa dari delapan pendaftar yang masuk, tujuh di antaranya dinyatakan memenuhi syarat administratif. Menariknya, ketujuh kandidat tersebut merupakan sosok-sosok yang sudah tidak asing lagi di lingkungan Balai Kota Jogja.

Read Also

Perjuangan Alfath: Dari Kuli Bangunan di Klaten Hingga Menjadi Mahasiswa Berprestasi di Kampus Biru UGM

Perjuangan Alfath: Dari Kuli Bangunan di Klaten Hingga Menjadi Mahasiswa Berprestasi di Kampus Biru UGM

Berikut adalah daftar nama pejabat yang akan memperebutkan kursi Sekda Kota Jogja:

  • Agus Arif Nugroho (Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja)
  • Agus Tri Haryono (Kepala Bappeda Kota Jogja)
  • Budi Santosa Asrori (Kepala Disdikpora Kota Jogja)
  • Ignatius Trihastono (Kepala Diskominfosan Kota Jogja)
  • Octo Noor Arafat (Kepala Satpol PP Kota Jogja)
  • Patricia Heny Dian Anitasari (Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan)
  • Raden Roro Andarini (Kepala BPKAD Kota Jogja)

Satu nama yang terpaksa harus terhenti langkahnya adalah Taufik Jatmiko, Kepala Bagian Risalah Biro Sistem Informasi dan Dokumentasi Setjen DPR RI. Kegagalan Taufik murni disebabkan oleh kendala regulasi mengenai batas usia maksimal bagi pendaftar dari jenjang administrator atau eselon 3.

Read Also

Petaka Makan Bergizi Gratis di Jetis Bantul: 80 Siswa dan Guru Tumbang Akibat Keracunan

Petaka Makan Bergizi Gratis di Jetis Bantul: 80 Siswa dan Guru Tumbang Akibat Keracunan

Ujian Berat Menanti di Tahapan Selanjutnya

Kepala BKPSDM Kota Jogja, Sarwanto, menegaskan bahwa proses seleksi jabatan ini dilakukan secara ketat dan transparan. Tim Pansel sendiri dikomandoi oleh Sekda DIY dengan melibatkan unsur akademisi berpengalaman dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Para calon akan diuji secara komprehensif. Mulai dari Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural yang dijadwalkan pada 21-22 April 2026, hingga uji gagasan,” ungkap Sarwanto saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Salah satu tahapan yang paling menantang adalah Uji Gagasan Tertulis pada 23 April mendatang. Dalam sesi ini, para kandidat wajib menyusun makalah secara mendadak (on the spot) tanpa bantuan koneksi internet. Mereka hanya diberikan waktu 3 jam untuk menuangkan visi dan solusi strategis bagi pembangunan Kota Yogyakarta ke depan.

Read Also

Prakiraan Cuaca DIY 15 April 2026: Kota Jogja dan Bantul Cerah Berawan, Waspada Hujan Ringan di Lereng Merapi

Prakiraan Cuaca DIY 15 April 2026: Kota Jogja dan Bantul Cerah Berawan, Waspada Hujan Ringan di Lereng Merapi

Menuju Tiga Besar

Setelah melewati rangkaian tes lisan, presentasi, dan wawancara pada akhir April, Pansel akan menyaring nama-nama tersebut menjadi tiga kandidat terbaik. Hasil akhir ini dijadwalkan akan diumumkan pada 5 Mei 2026.

Tiga nama finalis tersebut nantinya akan diserahkan kepada Wali Kota Yogyakarta sebagai pejabat pembina kepegawaian untuk dipilih satu nama definitif yang akan mengemban amanah sebagai panglima ASN di Kota Pelajar tersebut. Proses ini diharapkan melahirkan sosok pemimpin birokrasi yang inovatif dan mampu menjawab tantangan dinamika kota yang kian kompleks.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *