Kepergok Mencuri di Tasikmalaya, Perempuan Ini Malah Nekat Buka Celana di Tengah Jalan

Santi Rahayu | WartaLog
15 Apr 2026, 19:20 WIB
Kepergok Mencuri di Tasikmalaya, Perempuan Ini Malah Nekat Buka Celana di Tengah Jalan

WartaLog — Sebuah insiden di luar nalar menghebohkan warga di kawasan Citeureup, Desa Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (15/4/2026). Seorang perempuan muda berinisial MA (21) melakukan aksi tak senonoh tepat setelah dirinya tertangkap basah saat mencoba melakukan pencurian di sebuah toko beras setempat.

Aksi nekat perempuan yang mengenakan sweter hitam tersebut awalnya terekam oleh kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak mengintai Toko Beras Citeureup yang saat itu sedang ditinggal sejenak oleh pemiliknya. Tanpa membuang waktu, ia segera mendekati etalase dan mencoba mencongkel laci penyimpanan uang.

Namun, nasib sial menghampirinya. Sebelum sempat menggondol uang dari laci tersebut, pemilik kios memergoki gerak-gerik mencurigakannya. Alih-alih merasa takut atau mencoba melarikan diri dari kepungan warga yang mulai berdatangan, MA justru menunjukkan perilaku yang sangat mengejutkan.

Read Also

Kedok Agen Wisata Terbongkar: Misteri ‘Fengda Wealth Management’ dan Markas Siber WNA di Sukabumi

Kedok Agen Wisata Terbongkar: Misteri ‘Fengda Wealth Management’ dan Markas Siber WNA di Sukabumi

Aksi Tak Senonoh di Tengah Jalan

Di hadapan warga yang menanyakan perbuatannya, pelaku tiba-tiba berlari ke tengah jalan raya dan melakukan tindakan asusila dengan menanggalkan celananya. Ia kemudian duduk di aspal tanpa busana bawah, membuat warga yang ada di lokasi merasa terpaku dan tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.

“Tadi sangat mengejutkan, ada yang telanjang di jalan. Warga sempat teriak karena dia ketahuan mencuri, tapi malah bertindak seperti itu,” ungkap Aris, salah satu warga Singaparna yang menyaksikan kejadian tersebut.

Panit Reskrim Polsek Singaparna, Aipda Dwi Santosa, membenarkan adanya laporan mengenai peristiwa kriminalitas unik tersebut. Menurutnya, pelaku berinisial MA memang tertangkap tangan saat mencoba membuka tempat penyimpanan uang di toko tersebut.

Read Also

Mengasah Nalar Politik Sejak Dini: Mengapa Sekolah Harus Menjadi Laboratorium Demokrasi?

Mengasah Nalar Politik Sejak Dini: Mengapa Sekolah Harus Menjadi Laboratorium Demokrasi?

“Benar, saat diinterogasi oleh warga di lokasi, pelaku justru merespons dengan membuka celana. Kami segera berkoordinasi dan menuju lokasi untuk mengamankan pelaku dari amuk massa,” ujar Dwi Santosa kepada tim WartaLog.

Latar Belakang Pelaku dan Penanganan Dinas Sosial

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian, diketahui bahwa MA berasal dari salah satu panti asuhan di kawasan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Ia mengaku melakukan perjalanan ke Singaparna seorang diri dengan menumpang angkutan umum.

Kisah hidup MA tergolong memprihatinkan. Kepada petugas, ia mengaku tidak mengetahui identitas orang tuanya dan telah menghuni panti asuhan sejak bayi. Ia juga tidak memiliki kerabat maupun tempat tinggal tetap di wilayah Tasikmalaya maupun daerah asalnya.

Read Also

Bukan King Cobra, Inilah Sosok Monster Berbisa Purba yang Pernah Menguasai Daratan

Bukan King Cobra, Inilah Sosok Monster Berbisa Purba yang Pernah Menguasai Daratan

“Karena tidak ada kerugian materiil, pemilik toko memutuskan untuk tidak membuat laporan kepolisian secara resmi. Pelaku tidak sempat mengambil uang dari dalam laci,” tambah Dwi.

Sementara itu, Plt Kapolsek Singaparna, AKP Solihin, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya untuk penanganan lebih lanjut terhadap MA. Langkah ini diambil mengingat adanya indikasi gangguan perilaku atau kondisi sosial yang mendesak.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya MA terlibat dalam aksi serupa. Sebelumnya, ia dikabarkan pernah melakukan tindakan yang hampir sama saat tertangkap mencuri di wilayah Garut, yang videonya sempat menjadi pembicaraan hangat di berbagai platform media sosial.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *