Waspada Cuaca Ekstrem: Solo dan Karanganyar Berpotensi Diguyur Hujan Malam Ini
WartaLog — Langit di atas wilayah Solo Raya tampaknya belum benar-benar bersahabat bagi warga yang baru saja berjibaku dengan genangan air. Setelah hujan deras menyapu sejumlah kawasan kemarin malam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan yang akan melanda Kota Solo hingga Kabupaten Karanganyar pada malam ini.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan radar cuaca, intensitas hujan untuk wilayah Kota Solo diperkirakan berada pada level sedang. Meski demikian, wilayah pegunungan di Karanganyar sudah mulai menunjukkan sebaran awan hujan sejak sore hari yang berpotensi meluas ke daerah penyangga lainnya.
Fenomena Pancaroba dan cuaca ekstrem
Kondisi atmosfer saat ini memang sedang tidak menentu. Winda menjelaskan bahwa Jawa Tengah saat ini tengah memasuki masa transisi atau peralihan musim. Pada periode yang dikenal dengan sebutan pancaroba ini, kemunculan fenomena alam yang destruktif menjadi jauh lebih sering terjadi dibandingkan biasanya.
Jogja Run D-City 2026: Padukan Sensasi Lari dan Healing di Kota Budaya, Hadiah Total Ratusan Juta!
“Potensi cuaca ekstrem di masa peralihan ini justru tergolong besar. Mulai dari hujan lebat yang disertai angin kencang, sambaran petir, hingga potensi hujan es dan angin puting beliung,” tutur Winda saat memberikan keterangan terkait kondisi terkini di Jawa Tengah.
Menariknya, intensitas hujan tinggi yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipicu oleh faktor lokal. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer di suatu wilayah. Dari data yang dihimpun, indeks stabilitas udara di kawasan Solo Raya tercatat lebih tinggi dibandingkan daerah lain, yang menjelaskan mengapa hujan di wilayah ini terasa jauh lebih ekstrem dan intens.
Sembilan Kelurahan di Solo Terendam banjir
Dampak dari guyuran hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada Selasa kemarin telah melumpuhkan aktivitas di beberapa titik strategis. Tak kurang dari sembilan kelurahan di Kota Solo sempat terendam banjir, memaksa ratusan warga untuk mengamankan barang berharga dan beberapa di antaranya sempat mengungsi. Wilayah yang terdampak meliputi Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, hingga Laweyan.
Drama Isak Tangis di Ruang Sidang, Eks Sekda Klaten Jaka Sawaldi Divonis 2 Tahun Penjara
Pemerintah Kota Solo menyoroti kondisi infrastruktur sebagai salah satu faktor pemicu genangan yang cukup dalam. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono, mengidentifikasi bahwa absennya talud atau tanggul di sepanjang aliran Sungai Jenes menjadi titik lemah yang memicu meluapnya air ke permukiman warga.
“Rata-rata wilayah yang terdampak banjir berada di aliran Sungai Jenes yang memang belum memiliki tanggul pelindung atau talud. Salah satu contohnya di wilayah Tipes yang sempat mengalami genangan cukup tinggi,” jelas Budi saat meninjau langsung lokasi terdampak.
Antisipasi Menghadapi pancaroba
Hingga berita ini diturunkan, kondisi genangan di sebagian besar titik di Solo sudah mulai surut seiring dengan menurunnya debit air sungai. Namun, pemerintah tetap meminta masyarakat untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan hujan susulan yang diprediksi BMKG masih akan terjadi. Langkah antisipasi sangat diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai.
Intensitas Hujan Tinggi, Luapan Anak Sungai Bengawan Solo Rendam Wilayah Baki dan Grogol
BMKG menyarankan masyarakat untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan memastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat sampah guna meminimalisir risiko genangan di masa mendatang. Tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa datang sewaktu-waktu di tengah kondisi cuaca yang sulit ditebak ini.