Solo Terkepung Banjir: Ratusan Rumah di Delapan Kelurahan Terendam Hingga 1,2 Meter
WartaLog — Kota Solo kembali harus berhadapan dengan amukan alam setelah hujan deras dengan durasi panjang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4) malam. Guyuran hujan yang tak kunjung reda ini mengakibatkan debit air meningkat tajam hingga merendam pemukiman warga di sedikitnya delapan kelurahan pada Rabu dini hari.
Berdasarkan laporan kaji cepat tim di lapangan hingga pukul 00.02 WIB, air mulai merangkak naik dan masuk ke dalam rumah warga. Humas Basarnas Solo, Aditya, mengonfirmasi bahwa situasi di beberapa titik cukup mengkhawatirkan dengan ketinggian air yang bervariasi.
“Ada sejumlah kelurahan yang terdampak dengan level air yang berbeda-beda. Di lokasi tertentu, ketinggian air bahkan mencapai panggul orang dewasa atau sekitar 80 hingga 120 sentimeter,” jelas Aditya saat memberikan keterangan resmi.
Menelusuri Peta 6 Eks Karesidenan di Jawa Tengah: Pembagian Wilayah dan Sejarahnya
Penyebab dan Wilayah Terdampak
Penyebab utama dari musibah ini adalah intensitas hujan tinggi yang terjadi merata di seputaran Solo Raya dalam waktu yang lama. Hal ini mengakibatkan banjir genangan karena sistem drainase dan luapan anak sungai tidak mampu lagi menampung volume air yang datang secara mendadak.
Hingga saat ini, Basarnas mencatat delapan wilayah kelurahan yang terdampak signifikan, yakni Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan. Arus pengungsian pun mulai terlihat, terutama dari wilayah yang terdampak paling parah.
“Untuk saat ini, warga di RT 03, RW 15 Kelurahan Tipes sudah mulai mengungsi ke Kantor Kelurahan setempat atas permintaan warga sendiri demi keamanan,” tambah Aditya.
Menguak Filosofi dan Manfaat Puasa Mutih: Rahasia Tirakat Penyucian Diri Ala Masyarakat Jawa
Data Sebaran Titik Banjir di Kota Solo
Berikut adalah rincian data lokasi dan warga yang terdampak berdasarkan pendataan awal di lapangan:
- Kelurahan Pajang: Meliputi puluhan rumah di RT 03 RW 04 (15 KK), RT 01 RW 04 (5 KK), RT 01 RW 02 (2 KK), serta wilayah terparah di RT 01 RW 14 dengan total 55 KK.
- Kelurahan Joyosuran: Sebanyak 117 KK di RT 01 RW 08 terdampak langsung, disusul wilayah RT 01 RW 03.
- Kelurahan Panularan: Menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak terbesar, mencakup RT 04, 01, 02, 03, dan 05 di wilayah RW 02 dengan total lebih dari 180 KK.
- Kelurahan Tipes: Fokus evakuasi berada di RW 15, RW 12, RW 11, dan RT 03 RW 13.
- Kelurahan Sondakan: Terdata belasan rumah terendam, termasuk adanya balita dan lansia yang memerlukan perhatian khusus di RT 06 RW 11.
- Kelurahan Lainnya: Wilayah Joyontakan (RT 03 & 02 RW 03), Kelurahan Bumi (RT 04 & 03 RW 06), serta Kelurahan Kratonan (RT 01 & 02 RW 06) juga terus dipantau oleh petugas.
Situasi cuaca ekstrem ini menuntut kewaspadaan tinggi bagi seluruh warga Kota Solo, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah rawan genangan. Tim gabungan masih terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya kenaikan debit air susulan.
Muak ‘Di-PHP’ Negara, Petani Tebu Blora Galang Rp 600 Juta untuk ‘Beli’ Pabrik Gula GMM